Senin, 07 Maret 2022

SIBUKNYA FOR REVENGE DI 2020: GANTI PERSONEL HINGGA RILIS SINGLE BARU

Tahun 2020 menjadi tahun yang sibuk bagi band emo asal Bandung, Jawa Barat, For Revenge. Mereka baru saja mengumumkan anggota baru di dalam band untuk mengisi kekosongan pada posisi gitar yaitu Pras. Pras didapuk sebagai pengganti Arief Ismail yang memutuskan hengkang pada Juni lalu. Pras sebelumnya bergabung dengan Slap It Out (SIO), band post-hardcore yang berasal dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Namun, karena SIO tengah hiatus, Pras menerima dengan lapang tawaran untuk menjadi gitaris di For Revenge. Pras mengaku tidak menyangka mendapat kesempatan besar tampil bersama band yang namanya sudah besar sejak medio 2000-an. "Awalnya kaget karena For Revenge salah satu band idola masa sekolah yang lagunya sering dimainkan di tongkrongan. Kebetulan sudah kenal lama dengan Chimot (drummer) dan diajak langsung, rasanya nggak ada alasan buat menolak,” kata Pras terkait alasannya bergabung dengan For Revenge. "SIO mungkin sedang hiatus sampai waktu yang belum ditentukan dan kebetulan saya pribadi orangnya nggak bisa diam, menunggu dan stuck. Selama masih ada kesempatan buat bermusik dan terus berkembang, kenapa enggak terus maju? Life must go on,” tuturnya menambahkan. "Kehilangan Arief menjadi pukulan telak saat For Revenge sedang tancap gas. Namun posisi gitar nggak bisa dibiarkan kosong dan karakter musik Pras saat ini paling tepat untuk mengisi kekosongan itu,” kata Chimot. Pergantian personel bukan kali pertama ini dirasakan For Revenge. Pada pengujung tahun 2019, mereka kembali diperkuat oleh mantan vokalis di era awal band ini berdiri, Boniex Noer. Kembalinya Boniex untuk mengisi posisi Simon Simorangkir yang sebelumnya menggantikannya saat keluar dari For Revenge pada 2015. Saat keluar dari For Revenge, Boniex tetap eksis di dunia musik dengan membentuk grup bernama Eirene bersama Salt dan Rian. Band yang mengusung musik emo ini pun sudah merilis album (self titled) pada 2018. Namun, jalan hidup kembali membawa Boniex pulang ke For Revenge yang telah membesarkan namanya. "Mungkin banyak yang orang lain enggak tahu, saya dan Chimot punya hubungan batin yang kuat walau sudah enggak satu band lagi. Ya, enggak bisa menolak waktu dia mengajak untuk bergabung lagi di For Revenge,” ujar Boniex kala itu tentang alasan utamanya kembali ke For Revenge. Setelah Boniex kembali bergabung yang disusul kedatangan Pras ke For Revenge, band ini kembali menjadi kuintet dengan formasi Boniex (vocal), Chimot (drum), Chikal (gitar), Izha (bass) dan Pras (gitar). Sebelum Pras bergabung, For Revenge dan Boniex sendiri sudah menggarap proyek yang membuahkan dua single baru yaitu Derana dan Serana pada awal tahun 2020. Video klip dari kedua lagu itu pun sudah rilis di akun YouTube For Revenge. Dua lagu ini sama-sama mengangkat tentang mental illness. Derana dan Serana digambarkan sebagai pasangan muda yang baru menikah, namun harus terpisah karena isu mental illness. Penggarapan video klip ini diarahkan oleh sutradara muda, Quppa. "Derana dan Serana ini punya story yang sama meski masing-masing lagu memiliki makna yang berbeda. Ini adalah cerita tentang pasangan muda yang salah satunya mengidap mental illness. Lewat video klip ini, kami mencoba mengajak pendengar For Revenge untuk lebih sadar dan tidak menganggap hal ini sebagai isu yang ringan”, jelas Boniex. Kesibukan For Revenge di 2020 berlanjut pada Agustus 2020 ketika mereka merilis single baru berjudul Perayaan Patah Hati. Lagu ini terbilang segar karena menggandeng komika sekaligus penulis buku, Wira Nagara. Berbeda dengan Derana dan Serana, kali ini For Revenge mencoba memberikan nuansa baru pada musik mereka dengan menyisipkan puisi karya Wira Nagara ke dalam musik emo/modern rock yang jadi ciri khas For Revenge. Puisi Wira Nagara dengan ciamik menjadi pembuka lagu dan narasi jalan cerita lagu Perayaan Patah Hati. "Ini Menjadi tantangan baru untuk kami membuat lagu yang hampir bisa dibilang tidak umum dari segi aransemen. Di sisi lain, lirik dan puisi sederhana di lagu ini adalah karya sastra yang imajinatif dan mendalam,” ujar Cikhal. “Sesuai judulnya, semoga karya kolaborasi ini mampu merangkul kawan-kawan yang senasib seperlukaan. Kita merayakan patah hati bersama, karena tangis adalah hak setiap rasa,” timpal Wira. Sajak dari Wira dibalut dengan ciamik pada awal lagu dengan iringan instrumen, bait demi bait yang dibacakan penuh dengan gambaran sebuah perasaan patah hati. Klimaks dari sajak dan lagu ini disuguhkan dengan suara melengking Boniex sebagai khas dari musik-musik For Revenge. Wira dan For Revenge sukses menyuguhkan Perayaan Patah Hati yang begitu sengsara dalam lagu berdurasi 4 menit 59 detik. Tiga single baru yang sudah dirilis ini disebut-sebut akan menjadi bagian dari proyek album anyar For Revenge. Rencananya album baru tersebut bakal dirilis tahun ini. For Revenge sendiri terbentuk sejak 2006. Sempat beberapa kali mengalami fase bongkar-pasang personel, For Revenge dibangun secara konsisten oleh Abie Nugraha, Hagie Juliandri, Boniex Noer, Arief Ismail, dan Arie Pribadi. Album pertama For Revenge rilis pada 2011 dengan tajuk Fireworks secara independen, disusul album kedua dengan tajuk Second Chance, dan album ketiga bernama Auristella.

DEADSQUAD UMUMKAN ALBUM BARU BERTAJUK CATHARSIS

Unit metal Indonesia, DeadSquad, telah mengumumkan album baru, Catarsis. Dalam pengumuman itu, DeadSquad menyebut album Catharsis ini akan dirilis pada 25 Februari 2022. Hal ini diungkap dalam postingan pengumuman band di media sosial. Album baru ini akan menampilkan total sembilan lagu, termasuk Curse Of The Black Plague yang telah dirilis sebelumnya. Album ini juga akan menampilkan dua solo gitar dari gitaris metal veteran, Vogg dari band death metal Polandia, Decapitated, dan Eet Sjahranie dari band metal Indonesia, Edane. DeadSquad juga telah membuat pratinjau The Black Triangle di postingan pengumuman mereka. Cuplikan ini mendengar vokal serak vokalis Augustinus Widi melawan riff gitar yang dipetik dengan marah dan tendangan double bass yang melengking. Album Catharsis menandai album pertama yang akan dirilis DeadSquad dengan vokalis baru Augustinus Widi, yang menggantikan vokalis lama Daniel Mardhany pada Agustus tahun 2021 lalu. Pada bulan Oktober 2021, band ini membagikan lagu baru mereka dari album, Curse Of The Black Plague. Tracklist untuk album terbaru DeadSquad, Catharsis: 1.Down With The Faceless 2.21 Vultures (featuring Vogg) 3.Augmented Devastation 4.Slave To The God Of Agony 5.The Black Triangle 6.Funeral Carnival 7.Catharsis 8.Murder (featuring Eet Sjahrani) 9.Curse Of The Black Plague Sebelum pengumuman album Catharsis ini, DeadSquad telah berkolaborasi dengan penyanyi dan penulis lagu Indonesia, Isyana Sarasvati. Mereka berkolaborasi pada versi berat dari lagu yang terakhir, Il Sogno. Pengerjaan ulang, yang memadukan metal ekstrim DeadSquad dengan aransemen opera khas Isyana Sarasvati, menerima video musik yang mengerikan pada akhir Januari 2021. Sementara pada bulan Juli 2021, band ini juga telah merilis single Paranoid Skizoid, yang dikatakan sebagai rasa pertama dari album baru berjudul Omeg4litikum. Pada akhir tahun lalu, DeadSquad telah melakukan "reshuffle" dalam formasinya. Setelahnya, semua mata tertuju pada Stevi Item dan DeadSquad, serta rasa penasaran yang kuat pada album baru Catharsis ini. Muncullah pertanyaan: apakah DeadSquad akan jadi lebih baik? Dalam liputan HAI untuk listening party album terbaru DeadSquad yang diadakan pada November 2021 lalu, DeadSquad yang belum lama terbentuk dalam format baru itu sudah padu. Roy, Shandu, Widi, Karisk, dan Stevi seolah-olah siap membuktikan jika mereka sudah siap buat manggung lagi. Dalam gelaran listening party itu, DeadSquad memutarkan sembilan lagu yang mereka masukkan ke dalam album terbaru tersebut. Bertempat di studio yang cukup luas—dengan undangan yang tidak begitu banyak—tamu mendengarkan kesembilan lagu terbaru DeadSquad tersebut. Para tamu sesekali mengangguk, terkadang headbang, sering juga mengacungkan jari metal. Tamu pun tepuk tangan usai album tersebut diperdengarkan, tamu pun terlihat merestui dengan album baru DeadSquad tersebut. Setelah listening party kelar, DeadSquad masih menggelar acara lain. Dalam formasi DeadSquad yang baru ini, mereka manggung membawakan dua lagu dari album tersebut, Curse of The Black Plague dan The Black Triangle. Nggak heran, karena Dari acara listening party ini, album Catharsis bukan hanya berisi DeadSquad dalam formasi baru, tetapi juga dalam warna musik baru. Album baru ini begitu kental dengan unsur deathcore dengan variasi vokal tetapi tidak menghilangkan “nyawa” DeadSquad, terutama di part gitar. DeadSquad adalah band death metal Indonesia yang dibentuk pada tahun 2006 di Jakarta. Band ini awalnya dimulai sebagai sebuah proyek oleh gitaris Ricky Siahaan dari Seringai dan Stevie Item dari Andra and The Backbone. Tetapi mereka berdua kemudian berkembang menjadi sebuah band penuh. Awalnya, gitaris Stevie Item dan Ricky Siahaan ingin membuat sebuah band proyek untuk memenuhi keinginan mereka bermain metal. Bassist Bonny Sidharta dari band Tengkorak dan drummer Andyan Gorust, mantan anggota Siksakubur diundang untuk melengkapi formasi. Setelah Ricky Siahaan mengundurkan diri pada Juni 2006, Prisa Adinda dari Zala direkrut untuk menggantikannya. Tak lama kemudian Babal direkrut menjadi vokalis. Mereka mulai menamai band Deadsquad sekitar waktu ini. Pada November 2007, Prisa Adinda keluar dari band. Coki Bollemeyer dari Netral bergabung menggantikan Prisa satu tahun setelahnya, tepatnya pada Oktober 2008. Di bulan yang sama pula, penyanyi Daniel Mardhany dari band Abolish Conception bergabung dengan band, menggantikan Babal. Secara umum, genre utama band ini adalah death metal, bercampur dengan teknik, old school, new school, dan kadang-kadang dengan jazz fusion. Di awal karier mereka, DeadSquad sering nge-jam dan memainkan lagu-lagu dari Slayer, Anthrax, dan Sepultura. Mereka juga dipengaruhi oleh Necrophagist, Visceral Bleeding, Spawn of Possession, Disavowed, Decrepit Birth, dan Nile. Kini, DeadSquad beranggotakan Stevie Item (gitar), Shadu Rasjidi (bass), Kharisma (gitar), Roy Ibrahim (drums), dan Agustinus Widi sebagai vokalis yang bergabung pada 2021 lalu. Sepanjang berkarier, DeadSquad telah mencetak setidaknya tiga album. Di antaranya adalah Horror Vision (2009), Profanatik (2013), dan Tyranation (2016). Sedangkan album Catharsis akan diluncurkan pada Februari 2022.

DARSOVLS:Di Balik Konspirasi Alumni Nakal DEADSQUAD

Isu seru skena metal tanah air berlanjut.Setelah kemunculan Bonga Bonga yang menghebohkan,kini ada Darksovls.personilnya nyaris sama.keduannya di perkuat oleh Daniel Mardhany Gumulyo,bassis Bonny Sidarta,dan gitaris Cristhoper'Coki'Bollemeyer.Yang berbeda di posisi drummer,yang kali in idi perkuat Andyan 'Gorust' Nasary Suryadi (Hellcrust).Ya betul keempatnya adalah formasi Deadsquad formasi "Horror Vision"(2009),minus gitaris Stevi Item. Sejak pemecatan Daniel dari Deadsquad pada agustus 2021 lalu,gerombolan ini mendadak kasak-kusuk,seolah ada kontak batin.Dalam hitungan waktu dari dua bulan,dua band lahir dari tangan mereka.tidak sekedar melahirkan band,tapi juga merilis rekaman.Bonga Bonga terlebih dahulu menyemburkan single "Suara Sudra" pada 9 september 2021 lalu,sementara Darksovls juga bisa menjadi "DS",sama seperti Deadsquad yang kerap pula di sebut "DS".Di sengajakah? "Sengaja Dooonggg," cetus boni enteng,yang di sampaikan via aplikasi Whatsapp. Tapi terlepas dari sengaja atau tidak,Bonny mengungkapkan bahwa ide nama Darksovls itu datang dari dirinya.Ia menyatutnya dari sebuah video game bernama Dark Souls.Namun demi menghindari pelanggaran hak cipta,maka huruf "U" di anama tersebut di ubah menjadi "V". "Nama itu sebenernya udah lama pingin gue pake jika suatau saat punya band metal lagi,karena memang karakter game nya metal banget dan keren banget.Gue sama coki kan memang gamers dari dulu,terus tiba-tiba ada proyek ini,ya udah gue pake,"seru bonny memperjelas. Berbeda di banding BongaBonga yang lebih menonjolkan garapan musik trash metal yang kental plus citra band yang di biarkan slenge'an,Darksovls justru mengambil jalur yang berlawanan.Penokohan yang lebih serius,dan dengan racikan death metal yang beringas.Menurut Daniel,sedikit banyak ban yang ia sukai ada pengaruhnya di sini.Seperti Morbid Angel,Pantera,Dissection,Public Enemy,Immolation,Tool hingga generasi modern seperti Suffering Hour dan Nightmarer.Tapi setiap personel punya referensi yang berbeda-beda Dari band-band old-skool ke new-skool death metal,prog metal hingga black metal.Intinya pondasi musik Darksovls death metal dengan perpaduan elemen neo-prog dan black metal,"tandasnya. Saat menggarap "Kahar" serta lagu-lagu lainnya yang bakal berujung pada penggarapan album,lanjut daniel lagi,proses nya kurang lebih sama saat mereka mengeksekusi album "Horror Vision" dan album kedua Deadsquad,"Profanatik"(2013)."Prosesnya jamming dan workshop." Bonga-Bonga dan Darksovls,dua band dengan formasi hampir sama,apakah tidak membuat penggemar mereka bingung menentukan mau fokus ke mana? "Jangan Binggung"?Coki menegaskan Darksovls itu death metal,Bonga Bonga happy metal musik beda,tone beda,karakter beda.Fans binggung fokus kemana? Fokus kedua-duanya aja.kalau mau happy ya ke situ (BongaBonga)Happy Metal kalau mau serius ke sini (Darksovls).Kalau mau happy serius fokus kedua-duanya... hehehe..."

Supergroup Bonga Bonga Sajikan Materi Debutnya!

Tidak butuh waktu lama bagi Daniel Mardhany untuk kembali berkarya setelah pisah jalan dengan Deadsquad. Daniel bersama kompatriot lainnya, Bonny Sidharta, Welby Cahyadi (Carnivored) dan Alvin Eka Putra (NOXA) kini hadir dengan nama Bonga Bonga, sebuah unit thrash metal ‘warna-warni’ masa kini. Tentu saja nama-nama di atas sudah tidak asing lagi, mengingat bahwa mereka semua pernah mengiringi perjalanan Deadsquad, baik sebagai personel tetap maupun sebagai additional player. Bahkan baru kemarin (15/09) ini, Bonga Bonga kembali menambah armada dengan mendatangkan Christopher ‘Coki’ Bollemeyer (NTRL) yang juga pernah bersama Deadsquad. Jika thrash metal kerap kali diidentikkan dengan nuansa yang penuh dengan kegelapan, maka imej yang terjadi di unit ini adalah kebalikannya, penuh dengan warna-warna cerah layaknya sebuah pesta yang menyenangkan. Tidak percaya? Silakan mampir ke akun Instagram mereka untuk membuktikannya. Di awal bulan September ini, Daniel memang sempat bercerita kepada Pophariini mengenai rencana dengan proyek terbarunya tersebut. “Memulai band baru dengan genre cross-over thrash metal sama Alvin, Welby dan Bonny ex-Deadsquad. Nama bandnya Bonga Bonga, dalam waktu dekat akan merilis single berjudul ‘Suara Sudra’”. Tidak lama setelah percakapan kami tersebut, mereka memang langsung melepas materi debutnya, “Suara Sudra” dalam format video liriknya yang juga dibantu oleh Firman Zaenudin (Teenage Death Star, The BRNDLS). Sementara tersebut juga nama Yoga Sunanda Perkasa (Orkes PHB) dalam hal visualnya. Meski muatan lirik-liriknya agak terdengar jenaka yang menyerempet fenomena-fenomena sosial di sekitar, namun balutan musiknya masih tetap dalam koridor thrash metal yang penuh dengan distorsi dan hentakan drum yang penuh energi. Simak segera “Suara Sudra”, materi debut dari Bonga Bonga di bawah ini.

Jumat, 14 Januari 2022

(EKSLUSIF) Di Balik Single ''Roar Of Chaos'' Dan Masa Depan BURGERKILL

''Perjuangan harus jalan terus,support dari teman-teman juga mengiginkan burgerkill jangan sampai bubar!" Demikian cetusan optimis dari Agung Ridho Widiatmoko a.k.a Agung Hellfrog,gitaris Burgerkill,saat di hubungi via sambungan telepon.Tekad itu telah di buktikan lewat peluncuran single terbaru bertajuk "Roar Of Chaos" semalam.Yang sekaligus menjadi peresmian formasi terbaru unit cadas legendaris berbasis Bandung,Jawa Barat tersebut. Ya,Selain Agung,Ramdan Agustina (Bass)dan Putra Pra Ramadan (Drum),kini di kenalkan ke skena bahwa Ronald Alexander Radja Haba resmi menjadi vokalis terbaru Burgerkill.Nama yang tak asing,karena Ronald juga di kenal sebagai frontman dari pejuang death metal asal Jakarta,Carnivored. Ini bukan keputusan terburu-buru.Karena di masa gitaris dan pendiri Burgerkill,mendiang Aries Tanto a.k.a True "Eben" Megabenz belum meninggal,Ronald memang sudah di tasbihkan menjadi pengganti Vicky Mono,vokalis sebelumnya. Bahkan tanpa proses audisi.Dan pada saat itu,juga sudah ada rencana merilis sigle terbaru bersama Ronald pada Desember ini. "Bahkan kami sudah latihan 3-4 kali (Dengan Ronald) untuk penyesuaian.Bukan dalam rangka audisi tapi langsung nunjuk ,"Seru Agung menegaskan. Bagi Burgerkill,sosok Ronald adalah pilihan yang tepat untuk menjadi bagian perjalanan mereka.Karena selain urusan personal,ia juga di bilang punya kemampuan bernyanyi yang berbahaya,yang sekaligus mudah di sesuaikan dengan kebutuhan Burgerkill. "Nyanyi nya ekspresif 'marah' nya dapet.Karakter bernyanyinya juga banyak.Di Carnivored kan Death Metal banget,low.Pas di Burgerkill di buat lebih tinggi dan banyak scream,dan Ronald orangnya mau ngulik.selain itu,profil orang nya juga humble.Mudah-mudahan bisa di jaga terus hubungannya,karena kan biasanya banyak tuh masalah personal menyangkut masalah vokalis." Tanpa kehadiran Eben,di akui agung sangat berat menggerakan roda Burgerkill kembali.Khususnya dalam menghasilkan karya lagu.Untungnya,selain dari pertemanan Burgerkill serta pihak keluarga mendiang Eben,suntikan semangat tak henti di tunjukkan ke personel yang tersisa .Restu dari keluarga Eben sangat oenting.Mereka malah bilang,"kasihan perjuangan anak saya kalau Burgerkill bubar","Ucap Agung meyakinkan. Tentang lagu "Roar Of Chaos" sendiri murni garapan baru dari Agung,Ramdan,Putra dan Ronald.Bukan stok lama yang belum terselesaiikan. namun bagian awal lagu tersebut di garap oleh agung sendirian.Berdasarkan pengalaman sebelumnya,di mana saat menggarap lagu baru ia selalu berkolaborasi dengan eben,tetap di terapkan.kata Agung,ia harus menerapkan pola pikir seolah-olah ada dua orang yang bertukar ide. "Biasanya bikin lagu bareng Eben,sekarang gue sendirian,habis itu baru di kirim ke grup.Pas ngerjain nya gue berpikir seperti dua kepala ,dari sudut pandang gue dan Eben.Kemari pas take lagu pakai gitar Eben juga.Jadi rig (perangkat alat musik)Eben tetap di bawa ke studio.Jadi warna Burgerkill tetap ada.Dan memang ada rencana gitar eben di pajang di panggung untuk event-event tertentu,seperti yang terlihat di video 'Roar Of Chaos'.Sementara itu suara gitar eben pakai sequencer atau kemungkinan ada gitaris additional di belakang panggung." Konsep lagu "Roar Of Chaos" yang terdengar lebih kencang,di akui agung,sebenarnya juga merupakan keinginan Eben.Karena di akhir-akhir sebelum meninggal,Eben kerap mengungkapkan keinginan nya mengeksplorasi death metal yang cenderung lebih old school. "pas bikin lagu nya kami banyak dengar Death Metal,ada black metal juga.tapi sound memang lebih ngikutin band-band sekarang.Kata anak-anak,'udah hajar aja!" sejauh ini warna Burgerkill sih tetap terjaga.Dan setelah rilis,Alhamdulilah,respon dan reaksi penggemar juga positif banget." "Roar Of Chaos" digarapBurgerkill di Escape studio,kosambi hanya dalam hitungan minggu.Dan memang di proyeksikan di rilis untuk memperingati 100 hari kepergian Eben.Dan kedepannya,sejumlah rencana juga telah dicanangkan oleh band bentukan Mei 1995 silam tersebut Rabu besok,tepatnya 22 desember 2021,Burgerkill akan menggarap konten konser virtual khusus di mana mereka membawakan empat lagu,termasuk "Roar Of Chaos".Tiga lagu lainnya adalah pilihan yang biasa di minta Eben masuk ke reportoar lagu Burgerkill saat manggung.Salah satu nya "Penjara Batin"dari album "Berkarat" (2003).Konten tersebut rencananya di tayangkan sebelum tutup tahun.Rencana lainnya,tentu saja penggarapan album serta antisipasi tur.Termasuk Wacken Festival pada Agustus 2022 mendatang

Jumat, 24 Desember 2021

Gandeng Ronald Vokalis Carnivored, Burgerkill Kembali Ganas Lewat Lagu Baru 'Roar of Chaos': Persembahan 100 Hari Wafatnya Eben!

Terjawab sudah setelah Eben wafat, apakah Burgerkill lanjut atau bubar. Burgerkill kembali, dengan Ronald Alexander vokalis Carnivored, merilis lagu Roar of Chaos.

Memang, paska meninggalnya sang gitaris Alm. Eben, banyak publik bertanya-tanya arah musikal dari Burgerkill di masa depan.

Terlebih, mantan vokalis Vicky Mono juga lebih dulu hengkang pada beberapa momen sebelumnya.

Namun legacy dari Burgerkill emang sudah terpatri begitu kuat, sehingga para personel sisa pun personel terbaru tinggal menyempurnakan keberingasan dari Burgerkill.

Sebuah single terbaru pun dirilis pada hari Sabtu (18/12/21) yang juga dipersembahkan untuk 100 hari wafatnya Eben.

Bersama vokalis yang juga memperkuat band death metal Carnivored ini, nyawa ganas dari Burgerkill pun menjadi semakin optimal.

Kehadiran lagu ini seakan-akan memberikan penghormatan yang paling total dari seluruh awak Burgerkill kini kepada mendiang Eben.

Gandeng Ronald Vokalis Carnivored, Burgerkill Kembali Ganas Lewat Lagu Baru 'Roar of Chaos': Persembahan 100 Hari Wafatnya Eben!


Burgerkill - Roar of Chaos

Burgerkill - Roar of Chaos

 Terjawab sudah setelah Eben wafat, apakah Burgerkill lanjut atau bubar. Burgerkill kembali, dengan Ronald Alexander vokalis Carnivored, merilis lagu Roar of Chaos.

Memang, paska meninggalnya sang gitaris Alm. Eben, banyak publik bertanya-tanya arah musikal dari Burgerkill di masa depan.

Terlebih, mantan vokalis Vicky Mono juga lebih dulu hengkang pada beberapa momen sebelumnya.

Namun legacy dari Burgerkill emang sudah terpatri begitu kuat, sehingga para personel sisa pun personel terbaru tinggal menyempurnakan keberingasan dari Burgerkill.

Sebuah single terbaru pun dirilis pada hari Sabtu (18/12/21) yang juga dipersembahkan untuk 100 hari wafatnya Ebem.


Bersama vokalis yang juga memperkuat band death metal Carnivored ini, nyawa ganas dari Burgerkill pun menjadi semakin optimal.

Kehadiran lagu ini seakan-akan memberikan penghormatan yang paling total dari seluruh awak Burgerkill kini kepada mendiang Eben.

Dilepas bersama dengan video klip yang intens, padat, dan menyenangkan dalam satu waktu, 'Roar of Chaos' mengeluarkan teriakan penuh amarah yang telah terpendam lama.

Sampai artikel ini ditulis, belum dikonfirmasi apakah materi ini menjadi peninggalan terakhir dari mendiang Eben atau materi yang dibawa secara segar oleh sisa awak Burgerkill.

Yang jelas, hadirnya 'Roar of Chaos' membuat para Begundal nggak perlu khawatir lagi dengan kabar Burgerkill yang selalu dinanti.

Pasti lo semua udah penasaran kan dengan ganasnya Burgerkill bareng vokalis terbarunya, simak nih keberingasan mereka lewat video klip 'Roar of Chaos' 

Jumat, 10 Desember 2021

"Eben Burgerkill Meninggal, Dimakamkan di Halaman Rumah hingga Duka Musisi"

Kabar duka kembali hadir di dunia hiburan Tanah Air. Gitaris Burgerkill, Aries Tanto atau lebih dikenal dengan nama Eben Burgerkill, meninggal dunia pada Jumat (3/9/2021) pukul 16.15 WIB. Kabar meninggalnya Eben dibenarkan oleh salah satu temannya, Edi Brokoli. Berikut ini fakta dari meninggalnya Eben Burgerkill. 1. Diduga akibat jantung Edi mengatakan, dugaan sementara, Eben meninggal dunia karena jantung. “Enggak ada sih (penyakit), kayaknya jantung untuk sementara dugaannya,” ucap Edi lagi. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Eben sempat tampil di acara musik sebelum meninggal dunia. Namun, di sela-sela sedang manggung, Eben mengalami serangan jantung. Baca juga: Eben Burgerkill Meninggal Dunia, Para Musisi Tanah Air Berduka Atas kejadian tersebut, Eben juga sempat pingsan. Eben Burgerkill lantas dilarikan ke Rumah Sakit Bungsu, tetapin nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. 2. Dimakamkan di halaman rumah Jenazah Eben dimakamkan di pekarangan sisi depan rumahnya yang asri pada Sabtu (4/9/2021). Hal ini diungkapkan oleh istri Eben Burgerkill, Anggi Pratiwi, yang mengatakan bahwa Eben sempat meminta untuk dimakamkan di rumah saja. Baca juga: Burgerkill Rilis Mini Album Killchestra dalam Format CD “Sebelumnya saya bilang kalau enggak ada duluan, saya mau dimakamkan di rumah saja. Tahunya malah dia duluan,” kata Anggi, dikutip dari Tribun Seleb. 3. Sempat mengisi di acara ulang tahun God Bless Eben sempat tampil memukau di panggung pada konser 48 Tahun Godbless: Mulai Hari Ini yang ditayangkan secara virtual pada Selasa (31/8/2021) dari gedung International Convention Exhibition, Tangerang, Banten. Selain beraksi di panggung, Eben dan Agung, tandemnya di Burgerkill, juga berlaku sebagai pembawa acara. Baca juga: Oktober, Band Cadas Burgerkill Gelar Tur 16 Kota di Amerika Serikat Eben dan Agung memainkan gitar akustik di lagu ”Syair Kehidupan”. Mereka berdua juga mengisi bagian interlude lagu ”Musisi” bersama seluruh personel God Bless, dan empat gitaris lain, yaitu Cella dari band Kotak, Stevie Item dan Karis dari DeadSquad, serta Ezra Simanjuntak. 4. Duka dari rekan-rekan Kepergian Eben meninggalkan kesan baik, sekaligus duka yang mendalam bagi God Bless. ”Kami amat sangat kehilangan. Kami menghormati dia sebagai musisi yang punya visi di kancah musik rock Indonesia,” ucap Denny mewakili God Bless. Dia menceritakan, Achmad Albar mengucapkan terima kasih kepada Eben, Burgerkill, dan manajemennya. Baca juga: Cerita Deasquad dan Burgerkill Usai Invasi Eropa ”Om Iyek (Achmad Albar, vokalis God Bless) bilang kepada teman-teman Burgerkill untuk terus menjaga semangatnya. Pergerakan teman-teman musisi seperti Burgerkill ini yang bisa membuat industri panggung dan rekaman jalan terus,” ucap Denny, menirukan pesan tertulis Albar. Tak hanya God Bless, teman-teman Eben lainnya seperti Rian D’MASIV hingga Gerald Situmorang mengucapkan duka. “Innaalillahi wainnailaihi rajiun .. Selamat jalan kang @ebenbkhc Al fatihah,” tulis Rian D’Masiv. “RIP Kang Eben Burgerkill… Turut berduka cita untuk keluarga dan keluarga besar Burgerkill,” tulis Gerald melalui Instagram story. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Eben Burgerkill Meninggal, Dimakamkan di Halaman Rumah hingga Duka Musisi", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/hype/read/2021/09/04/082142166/eben-burgerkill-meninggal-dimakamkan-di-halaman-rumah-hingga-duka-musisi?page=all. Penulis : Cynthia Lova Editor : Tri Susanto Setiawan Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat: Android: https://bit.ly/3g85pkA iOS: https://apple.co/3hXWJ0L