OUTRIGHT menapakkan kaki pertama kalinya di scene Bandung Underground pada 2004. Duduk di bangku sekolah yang sama, Ryan, Irvan, dan Bharata, sepakat membentuk sebuah band yang kemudian mereka beri nama Outright. Ryan lalu menggamit tetangganya, Ricky, untuk mengisi slot vokal.
Awalnya mereka hanya membawakan ulang lagu-lagu dari band tangguh macam Rancid, Agnostic Front, Biohazard, atau Hatebreed. Lagu-lagu awal yang mereka ciptakan banyak dipengaruhi band hardcore dari Eropa seperti Rykers atau Backfire. Namun, mereka meramu pengaruh band-band besar itu menjadi lebih pelan dan berat dengan sentuhan nada-nada groove. Outright pun menamakan hardcore yang mereka mainkan sebagai super groove power chords.
Butuh waktu empat tahun bagi Outright untuk menuntaskan materi menjadi sebuah konstruksi album penuh. Pada 2008, mereka merilis Hardcore Strikes Back di bawah label Crossover Records. Album ini langsung melambungkan nama Outright sehingga punya banyak kesempatan merambah wilayah yang lebih luas ketimbang scene Bandung Underground. Bahkan mereka juga mendapatkan kesempatan bagus bersanding dalam satu panggung dengan banyak band internasional macam Terror, Carpathian, Have Heart, Ruiner, First Blood. Album Hardcore Strikes Back juga didistribusikan di beberapa negara Eropa seperti Swedia, Perancis, dan Belanda.
Namun, setelah enam tahun berjalan, Ricky memutuskan cabut dari Outright dengan alasan yang sangat personal. Hardy kemudian masuk menggantikan Ricky, sampai saat ini.
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 01 Juni 2013
OUTRIGHT
OUTRIGHT menapakkan kaki pertama kalinya di scene Bandung Underground pada 2004. Duduk di bangku sekolah yang sama, Ryan, Irvan, dan Bharata, sepakat membentuk sebuah band yang kemudian mereka beri nama Outright. Ryan lalu menggamit tetangganya, Ricky, untuk mengisi slot vokal.
Awalnya mereka hanya membawakan ulang lagu-lagu dari band tangguh macam Rancid, Agnostic Front, Biohazard, atau Hatebreed. Lagu-lagu awal yang mereka ciptakan banyak dipengaruhi band hardcore dari Eropa seperti Rykers atau Backfire. Namun, mereka meramu pengaruh band-band besar itu menjadi lebih pelan dan berat dengan sentuhan nada-nada groove. Outright pun menamakan hardcore yang mereka mainkan sebagai super groove power chords.
Butuh waktu empat tahun bagi Outright untuk menuntaskan materi menjadi sebuah konstruksi album penuh. Pada 2008, mereka merilis Hardcore Strikes Back di bawah label Crossover Records. Album ini langsung melambungkan nama Outright sehingga punya banyak kesempatan merambah wilayah yang lebih luas ketimbang scene Bandung Underground. Bahkan mereka juga mendapatkan kesempatan bagus bersanding dalam satu panggung dengan banyak band internasional macam Terror, Carpathian, Have Heart, Ruiner, First Blood. Album Hardcore Strikes Back juga didistribusikan di beberapa negara Eropa seperti Swedia, Perancis, dan Belanda.
Namun, setelah enam tahun berjalan, Ricky memutuskan cabut dari Outright dengan alasan yang sangat personal. Hardy kemudian masuk menggantikan Ricky, sampai saat ini.
Kamis, 28 Maret 2013
Biografi Mawar Berduri
LAHIR dan tumbuh di bawah pengaruh Disrupt, Kontrovers, dan Total Chaos, menempa karakter Mawar Berduri. Sejak dibentuk sejak Juni 1997, mereka memainkan punk yang makin ke sini makin cepat dan keras. Dua tahun berjuang mencari jati diri dan mematangkan konsep musik, nama mereka sudah tercantum jadi salah satu pengisi Kompilasi Outskirts Punx and Skins I yang dirilis tahun 1999. Di tahun yang sama, Mawar Berduri juga tercantum pada Kompilasi Free Style 3.
Sayangnya, keberhasilan masuk Kompilasi Outskirts Punx and Skins I berganti dengan kisah menyesakkan. Pada April 2000, dua orang personel memutuskan cabut dari Mawar Berduri. Untuk mengisi kekosongan, mereka terpaksa mencari additional player.
Kerja keras mencari personel yang pengganti mereka jalani sambil terus menyiapkan materi untuk album perdana. Kerja keras itu akhirnya berbuah hasil ketika album selftittled dirilis Nolabel Records pada bulan Februari 2002. Fill gitar materi di album ini masih menggunakan additional player.
Alih-alih mendapatkan personel tetap, Mawar Berduri justru kembali ditinggal salah satu keluarganya. Kali ini sang drummer yang memutuskan hengkang. Meski begitu, mereka tetap memutuskan untuk terus merampungkan materi album kedua.
Setahun berselang setelah album pertama, masih di tengah pencarian personel tetap, album kedua bertajuk Resisten to Aberration dirilis dibawah bendera Revolute Records tepat pada Juni 2003 yang berisi 18 lagu. Proses rekaman materi Resisten to Aberration berjalan atas bantuan additional player.
Juli 2005, Mawar Berduri akhirnya menemukan The Buux untuk mengisi gitar dan Oyox di pos drum. Formasi Kuze (vokal), The Buux (gitar), Yanz (bas), dan Oyox (drum) bertahan sampai sekarang.
Dengan formasi lebih solid, Mawar Berduri merilis album ketika pada 2006. Diberi judul Tumpas Tuntas, penjualan album ini mencapai 1000 keping kaset. Di tahun yang sama, album Resistance to Aberration juga dirilis ulang oleh Revolute Records dengan bonus track dua lagu baru.
Mereka tak pernah puas. Tak hanya terus menelurkan lagu. Personel Mawar Berduri juga memutuskan untuk membuat label sendiri yang diberi nama Pin Rose Records. Hasilnya, pada Oktober 2009, album keempat bertajuk Tusuk Telak menghajar scene dalam format CD dan kaset.
Di luar itu, mereka terlibat dalam banyak kompilasi. Sebagai pelengkap eksistensi, mereka juga menggarap video klip untuk lagu Kaduruk ku Hawa Amarah dan Perang Bergolak.
Dari album pertama sampai keempat, plus satu album reissue, Mawar Berduri tak pernah kehabisan energi untuk menularkan punk yang cepat dan keras!
Members
Kuze MBD-vokill
Buux Frederiksen-gitar
Yanz Berduri-bass
Oyox Berduri-drum
Genre
Punk Attack
Hometown
Bandung, Indonesia
Record Label
Pinrose Records
Contact
+6285794306982
mbd_punk@yahoo.com
Web/Social Media
http://www.myspace.com/mawarberdurixxx
www.reverbnation.com/mawarberduribdg
Discography
01. Outskirts Punx & Skins I (Kompilasi, 1999)
02. Free Style 3 (Kompilasi, 1999)
03. K-Punx (Kompilasi, 2000)
04. Mawar Berduri (Album Pertama, 2002)
05. Master Of Disaster (Kompilasi, 2003)
06. Resistance To Aberration (Album Kedua, 2003)
07. Hantam Prejudice (Kompilasi, 2003)
08. Save Our Scene (Kompilasi, 2004)
09. Tribute To The Ramones (Kompilasi, 2006)
10. Tumpas Tuntas (Album Ketiga, 2006)
11. Kill The Rockstar (Kompilasi, 2008)
12. Global Warning (Kompilasi, 2008)
13. Kaduruk ku Hawa Amarah (Video Klip, 2008)
14. Split 2 Album (2009, Pyrate Punx Record)
15. Tusuk Telak (Album Keempat, 2009)
16. Bandung Burning Vol 2 (Kompilasi, 2010)
17. Perang Bergolak (Video Klip, 2011)
18. Live at Ziggywigie STV Bandung (Video, 2011)
Kamis, 21 Maret 2013
Biografi Restrain
BERDIRI pada akhir 1998, awalnya Restrain mengazamkan diri sebagai band hardcore straight edge. Namun, perjalanan waktu dan pergantian formasi membuat Restrain melepas label straight edge pada diri mereka.
Secara musik, Restrain juga mengalami evoulusi. Sekarang Restrain terbangun dari gabungan berbagai jenis musik mulai dari indie rock, metal, hardcore, rock ‘n roll, sampai pop. Dan semua itu dirangkum menjadi ramuan musik emosional yang menjadi ekspresi masing-masing personil.
Awal 2005, Restrain merilis mini album di bawah label Brokenjaw Records. Enam lagu yang dikemas dalam mini album tersebut semuanya berbahasa Inggris. Salah satunya Gemini Killer yang sudah jadi anthem setiap kali Restrain beraksi di atas panggung. Lagu tersebut juga dibikin video klip.
Rabu, 20 Maret 2013
Biografi Infamy
INFAMY, band metal yang berasal dari kota Bandung ini dibentuk pada awal tahun 1994 dengan mengusung konsep musik death metal dan “low end sound”. Sebuah kebanggan karena dengan konsep itu, INFAMYsering mengadakan live performance di acara-acara bazaar amal, acara sekolah dan acara musik underground.
Pada tahun 1998 INFAMY merekam sebuah single yang berjudul Days Of Dreaming untuk sebuah album kompilasi indie, Brutally Sickness, dan merekam Pseudophoria untuk album kompilasi Brutally Sickness 4 pada tahun 2000. Juga pada tahun 1999 INFAMY merekam promo tape yang berisikan lima lagu, yaitu; Self Eliminated, Beyond The Flesh Of Innocence, 5th Horizon, Vision Of True Belief dan Days Of Dreaming (remixed version).
INFAMY juga turut serta dalam Brutally Sickness Tour pada tahun 2000 dan sering membuat gempar, seperti dalam acara Kill The Loneliness, Bandung Berisik, Bandung Underground, Bandung Noise Freak, Bali Underground, One Blood The Struggle Continues, Java Underground, Jogja Brebek, dan acara-acara lainnya.
Musik INFAMY sendiri banyak terinspirasi oleh band seperti Metallica, Slayer, Pantera, Slipknot, Korn, Napalm Death, Fear Factory, Red Hot Chili Peppers, Mudvayne, Meshuggah dan lainnya. Pada tahun 2000 INFAMYmengubah konsep bermusik yang menjadi lebih mewakili INFAMY sendiri yang mereka sebut “Low Rockin’ Razor Metal”, karena secara mendasar INFAMY ingin menggabungkan konsep musik death metal yang gahar dengan warna musik modern metal.
Hasilnya, album yang bertitel INFAMY yang berisikan delapan buah lagu yang masing-masing memiliki kekuatan tersendiri. Album ini didedikasikan untuk fans INFAMY dan mahluk bumi lainnya, dan juga sebagai bukti dari eksistensi perjalanan karir INFAMY.
Akhir kata, INFAMY adalah sebuah maha karya yang dipersembahkan oleh sang pencipta untuk mereka yang menantikan sebuah karya seni musikal yang jujur dan mempunyai sentuhan warna tersendiri.
INFAMY juga turut serta dalam Brutally Sickness Tour pada tahun 2000 dan sering membuat gempar, seperti dalam acara Kill The Loneliness, Bandung Berisik, Bandung Underground, Bandung Noise Freak, Bali Underground, One Blood The Struggle Continues, Java Underground, Jogja Brebek, dan acara-acara lainnya.
Musik INFAMY sendiri banyak terinspirasi oleh band seperti Metallica, Slayer, Pantera, Slipknot, Korn, Napalm Death, Fear Factory, Red Hot Chili Peppers, Mudvayne, Meshuggah dan lainnya. Pada tahun 2000 INFAMYmengubah konsep bermusik yang menjadi lebih mewakili INFAMY sendiri yang mereka sebut “Low Rockin’ Razor Metal”, karena secara mendasar INFAMY ingin menggabungkan konsep musik death metal yang gahar dengan warna musik modern metal.
Hasilnya, album yang bertitel INFAMY yang berisikan delapan buah lagu yang masing-masing memiliki kekuatan tersendiri. Album ini didedikasikan untuk fans INFAMY dan mahluk bumi lainnya, dan juga sebagai bukti dari eksistensi perjalanan karir INFAMY.
Akhir kata, INFAMY adalah sebuah maha karya yang dipersembahkan oleh sang pencipta untuk mereka yang menantikan sebuah karya seni musikal yang jujur dan mempunyai sentuhan warna tersendiri.
Sabtu, 16 Maret 2013
Biografi Mesin Tempur
Begitu misterius dan simple-nya band Grindcore asal kota kembang yang satu ini, yah begitulah, identitas mereka sebagai Grindcore memang patut untuk diacungi jempol, terbukti mereka memilih untuk merahasiakan identitas dan biografi mereka maupun personil pribadi sendiri, karena memang Grindcore sendiri memiliki idealis untuk menutup diri dari media sana sini. Berbicara mengenai karya, mereka tidak membuat album seperti kebanyakan band underground yang lainnya, mereka lebih memilih untuk ‘Track Live’ ketika manggung di salah satu event di bandung, sebut saja Man ‘Jasad’, Amenk ‘Disinfected’, Andris ‘Burgerkill’, Butche ‘The Cruel’ ikut andil dalam pembuatan album live mereka. Mungkin lirik lagu mereka kebanyakan senonoh dan menjatuhkan suatu tindakan, komunitas / ideologi tertentu, contoh saja seperti lagu ‘HipHop Apa Itu HipHop’, ‘Beca Tiguling’, ‘Fuck Tibum’, ‘Supir Angkot Goblog’, ‘Bom Bali 1’, ‘Bom Bali 2’, ‘Intisari’ hahaha sungguh sangat anarkis dan berani lirik lagu mereka, menjatuhkan, menghujat dengan lantang, inilah yang saya suka dari mereka, idealismenya band Grindcore yang cadas dan berani sehingga memunculkan beberapa nota protes yang dilayangkan terhadap mereka. ‘Salila aing teu ngaganggu kahirupan sia, Aing moal ngejat sasiku’ begitulah kutipan yang dilontarkan sang vokalis yang entah sampai saat ini siapa identitas dibalik topeng tengkorak hitam putih tersebut.
Saya sempat menemui gitaris Mesin Tempur di backstage sesaat sebelum mereka menggerinda sebuah event underground di Cicaheum yang diadakan oleh komunitas disana, dan saya sempat melontarkan sebuah pertanyaan yang agak kurang bermutu dan sedikit mengundang gelak tawanya, karena rasa penasaran yang sangat melonjak, beginilah pertanyaan saya ‘Kang naha kunaon kudu ngangge topeng?’ Dia menjawab dengan nada dingin dan sedikit mengepalkan tangannya ‘Meh pamajikan teu ningali urang keur ngora’. Saya sedikit bingung dengan jawaban yang sesingkat itu, yang jelas maksud mereka hanyalah satu, tidak ingin ter-exspose orang (mungkin) hahaha goblok.
Kini seluruh Grinder kota kembang maupun di indonesia sungguhlah sangat merindukan penampilan dari Mesin Tempur, maklum sudah beberapa dekade ini mereka vakum dan menghilang dari pentas underground di bandung, tapi tidak dengan beberapa situs webnya, mereka tetap aktif dan menjawab beberapa pertanyaan seputar kenapa vakumnya Mesin Tempur, sebutlah melalui akun jejaring sosial Twitter @MesinTempur420. Saya sangat bersyukur karena pernah menjadi bagian dari barisan Grinder di bawah panggung ketika mereka ‘mempublikasikan’ beberapa lagu mereka di dalam album Republik Mesin Tempur tersebut, bahkan sampai saat ini beberapa kaos, sticker yang makin usang dan lecek masih tersimpan di lemari berukuran 40x60cm. Akhir kata, saya sangat terinspirasi oleh kehadiran mereka yang sangat berani dan lugas, simple, teu loba omong, bukti nu nyata, tidak seperti HipHop yang membacot seribu kata tapi praktek nol besar. Bahkan band yang sekarang saya gandrungi kebanyakan terpengaruh oleh petikan killtuner dan goresan grind musikalitas mereka. Grind Can Kill The Pop!
Selasa, 12 Maret 2013
MADBALL
MADBALL adalah satu dari sedikit veteran hardcore yang tersisa sekarang ini dan mereka terbentuk dari satu band projekan dua bersaudara Freddy Cricien dan vokalis AGNOSTIC FRONT, Roger Mirret.
Kerja keras yang dirintis sejak awal 80-an hingga akhirnya MADBALL dan AGNOSTIC FRONT menjadi bagian utama scene hardcore terbesar di planet yang semakin panas ini, New York Hardcore.
Tak kurang delapan album penuh telah mereka hasilkan sejak merilis debut album penuh “Droppin’ Many Suckers” di tahun 1992 dan kini “Infiltrate the System” yang dirilis oleh Ferret Records di Amerika dan I Scream Records untuk wilayah Eropa kedengarannya lebih berat daripada album-album mereka sebelumnya seperti “Set It Off” dan “Demonstrating My Style”.
Satu pembuktian nyata bahwa musik trendi dan zaman tidak merubah mereka yang memang pionir di genre hardcore untuk mempengaruhi kelahiran band-band hebat lainnya seperti TERROR ataupun COMEBACK KID.
“Infiltrate the System” membuktikan kedigdayaan MADBALL yang kini sedang menuju dekade ketiga mereka terbentuk.
Bagi fans lama, album baru ini tidak akan begitu terdengar asing karena mereka membawa album ini seperti yang kita dengar di album-album lawas mereka.
Lagu ‘No Escape’ dan ‘The Messanger’ adalah dua contoh utama.
Secara keseluruhan album ini menawarkan 13 lagu masih dengan kebanggaan sebagai bagian scene hardcore New York seperti yang mereka sampaikan di lagu ‘Stand Up NY’ sekaligus nomor pamungkas mereka.
Selain memiliki lirik-lirik kebanggaan sebagai band hardcore yang kebanyakan berbicara tentang friendship dan kultur sosial, MADBALL melanjutkan ciri mereka untuk tetap menyampaikan pesan atau pandangan politik melalui musik.
Sebagai contoh dengarkan lagu-lagu seperti ‘Revolt’, ‘Set Me Free’ ataupun juga ‘Liberty or Death’.
Sementara lagu ‘No Escape’ secara tegas ditujukan kepada salah satu anggota band hardcore SLAPSHOT. Permusuhan yang saling lontar lewat lirik dan musik.
Biografi The Black Dahlia Murder
The Black Dahlia Murder merupaan band Amerika yang membawakan genre musik heavy metal. Band yang didirikan pada tahun 2001 ini tepatnya berasal dari Waterford, Michigan. Nama grup ini diambil dari nama kasus pembunuhan Elizabeth Short pada tahun 1974 yang tidak pernah menemukan titik terang. Elizabeth Short kemudian lebih dikenal dengan sebutan Black Dahlia.
Formasi terakhir band ini antara lain adalah Trevor Strnad (vokal), Brian Eschbach (gitar), Ryan Knight (gitar), Ryan "Bart" Williams (bass), dan Shannon Lucas (drum).
KARIR
Pada tahun 2001, setelah terbentuknya, band ini kemudian merilis demo mereka, What a Horrible Night to Have a Curse. Selain itu, mereka juga menggarap sebuah mini album yang berisi empat track lagu, A COLD-BLOODED EPITAPH, yang pada akhirnya dirilis bersama Lovelost Records. Dan setelah tampil dalam konser Milwaukee Metal Fest, The Black Dahlia Murder kemudian mengikat kontrak dengan Metal Blade Records pada tahun 2003 dan merilis album pertama mereka UNHALLOWED pada 17 Juni 2003.
Album kedua mereka kemudian menyusul, dua tahun setelah album pertama rilis. Bertajuk MIASMA, album tersebut dirilis pada tanggal 12 Juli 2005. Setelah menjalani rangkaian tur untuk album Miasma, drummer mereka, Zach Gibson hengkang dari band. Posisinya kemudian digantikan oleh drummer dari band All That Remains drummer, Shannon Lucas. Album ketiga mereka yang bertajuk NOCTURNAL, kemudian dirilis pada tanggal 18 September 2007.
Pada awal tahun 2009, gitaris mereka John K meninggalkan band dan digantikan oleh Ryan Knight. Pada tahun yang sama, The Black Dahlia Murder merilis DVD pertama mereka, Majesty, yang berisi dokumenter dan live performa dan tur Summer Slaughter, serta tur mereka untuk Children of Bodom di akhir tahun 2008. Selain itu, terdapat juga video klip dan behind the scene kegiatan mereka.
The Black Dahlia Murder kemudian merilis album DEFLORATE pada tanggal 15 September 2009 di bawah label Metal Blade Records. Album ini berhasil terjual 12,000 kopi di US pada minggu pertama setelah rilis. Pada bulan Februari 2011, band ini menyelesaikan penulisan lagu untuk album mereka yang kelima yang diberi judul RITUAL. Album tersebut kemudian dirilis pada tanggal 21 Juni 2011 di Amerika Utara.
Di Indonesia, Show Nation Communication yang bekerjasama dengan Dignity Cloth memprakarsai kembalinya band ini tampil di sini. Konser yang bertajuk Ritual World Tour 2012 ini digelar di Parkir Kolam Renang Senayan, Jakarta, pada tanggal 17 februari 2012
DISKOGRAFI
Album
2003 UNHALLOWED
2005 MIASMA
2007 NOCTURNAL
2009 DEFLORATE
2011 RITUAL
Biografi Cannibal Corpse
Sejarah Awal (1983-1987)
Didirikan pada tahun 1983 oleh Chuck Schuldiner bawah nama asli Mantas di Orlando, Death berada di antara, perintis semakin dikenal luas awal suara death metal bersama dengan California Dimiliki. Pada tahun 80-an, band ini baik bagian dari dan integral dalam mendefinisikan adegan Death Metal yang mendapat pengakuan internasional dengan merilis album oleh sejumlah tindakan wilayah.
Bersama dengan Kam Lee (Barney Kamalani Lee), dan Rick Rozz (Frederick DeLillo), Schuldiner mulai menulis lagu yang dirilis pada beberapa latihan kaset pada tahun 1984. Ini kaset, bersama dengan Death dengan demo Logam, beredar melalui dunia rekaman-pedagang, cepat membangun nama band. Pada tahun 1984, Schuldiner membubarkan Mantas dan cepat memulai sebuah band baru di bawah nama Death Tim Aymar, dalam sebuah artikel yang ditulis pada bulan Desember 2010, menyatakan bahwa Chuck Schuldiner berganti nama menjadi Death band dalam rangka untuk mengubah Deathsaudaranya Frank ke dalam. ”sesuatu yang positif” . Para anggotanya termasuk Rick Rozz yang sama dan Kam Lee. Demo lagi dirilis, disebut Pemerintahan Teror.
Pada tahun 1985, setelah rekaman Death Infernal direkam dan dirilis, Schuldiner dipecat Lee dan Rozz mendukung bassis dan gitaris Repulsion, Scott Carlson dan Matt Olivio, masing-masing. Namun, drummer tidak dapat ditemukan, akibatnya band dibubarkan lagi. Schuldiner pindah ke San Francisco Bay Area dan merekrut drummer DRI Eric Brecht, tapi ia tidak senang dengan inkarnasi Death dan pindah kembali ke Florida tanpa band. Ada, pada tahun 1986, Schuldiner mendapat undangan dari band yang awal thrash Pejagalan Kanada untuk bermain di album mereka, yang ia terima, pindah ke Kanada. Ini hanya berlangsung dua minggu, namun, saat ia menemukan situasi tidak disukainya. Dia kembali ke Florida, kemudian bergerak cepat ke San Francisco Bay Area lagi, di mana ia bergabung dengan Chris Reifert. Mereka merekam demo Mutilasi, yang menyebabkan kesepakatan dengan Catatan Combat, yang dimiliki oleh Distribusi Penting (kemudian menjadi Relativitas), yang memungkinkan mereka untuk merekam LP pertama.
Scream Bloody Gore dirilis pada tahun 1987, secara luas dianggap template genre death metal. Schuldiner singkat memiliki pemain gitar kedua, John Tangan, namun Tangan tidak muncul di album (meskipun fotonya tidak). Pada saat ini Schuldiner telah pindah kembali ke Florida, meninggalkan Chris Reifert belakang. Ada, Schuldiner bekerja sama dengan mantan bandmate Rick Rozz dan dua anggota band yang Pembantaian Rozz, Terry Butler dan Bill Andrews.
Mid-era (1988-1992)
Pada tahun 1988, bahwa garis-up dicatat Kusta. Setelah banyak tur untuk mendukung album, termasuk tur singkat dan penganiayaan yang direncanakan di Eropa, Rick Rozz dipecat pada tahun 1989. Setelah tur Meksiko yang menampilkan gitaris Paul Masvidal (kemudian muncul kembali di kamp Death), penggantian ditemukan dalam Yakobus Murphy, dengan siapa Penyembuhan Spiritual album ketiga tercatat di Tampa pada musim panas 1989. Murphy dipecat relatif cepat. Dengan ini Schuldiner saat meninggalkan “menanduk” tema liris untuk kritik sosial yang lebih sebagai gaya musik Death berkembang dari gaya yang lebih brutal death metal untuk logam, Death lebih kompleks teknis. Melodi tambahan telah ditambahkan ke suara band serta timing lebih bervariasi dan struktur lagu.
Pada tahun 1990, pada malam tur Eropa, Schuldiner memutuskan untuk bepergian, mengklaim pada menit terakhir bahwa dia merasa tur itu tidak cukup terorganisir (dan mengutip tur sebelumnya Eropa kelompok terorganisir pada tahun 1988). Andrews dan Butler dilanjutkan dengan tur Eropa sebagai ‘Death’ terlepas dan merekrut roadies Walter Trachsler (gitar) dan Kwak Carrisalez (vokal) untuk menggantikan Schuldiner, banyak kejutan dan jijik Schuldiner. Schuldiner mengambil tindakan hukum dan Butler dan Andrews ditembakkan dari band.
Schuldiner meninggalkan ide sebuah band set-up sama sekali dan mulai bekerja dengan musisi sesi saja. Schuldiner menyewa Steve DiGiorgio dan merekrut Sean Reinert dan Paul Masvidal dari band underground Florida Sinis. Pada tahun 1991, Death merilis Manusia, yang dianggap sebuah album yang lebih teknis dan progresif daripada karya-karya mereka sebelumnya. Manusia adalah album terlaris Maut belum, menerima banyak penghargaan dan beberapa bermain MTV untuk video pertama kelompok, disutradarai oleh David Bellino, untuk “Kurangnya Pemahaman” lagu.Karena kewajiban dengan Sadus utamanya band, DiGiorgio terpaksa berangkat setelah pencatatan Manusia dan baru bassis Skott Carino mengapa dunia yang luas Death tur, dari Oktober 1991 sampai Maret 1992, di samping untuk tampil dalam video musik untuk “Kurangnya Pemahaman ”.
Schuldiner dipecat manajer Duka Eric setelah Penyembuhan Spiritual tetapi menetap dan re-mempekerjakannya sebelum rekaman Manusia. Meskipun ada setidaknya dua tuntutan antara Kesedihan dan Schuldiner, Schuldiner adalah karakteristik mellow dalam sebuah wawancara dengan ‘thrash n Bakar tentang apa yang penulis disebut sebagai “kolaborasi mengerikan” dengan Duka: “Kami hanya sampai pada kesimpulan bahwa itu bodoh hanya berjuang sepanjang waktu, mengambil satu sama lain untuk pengadilan dan semua yang omong kosong.”"Takdir memiliki cara kerja yang menarik hal-hal ini … Ya, kami memiliki jatuh keluar, tapi kami bekerja sama lagi dan tidak memakan banyak kekhawatiran dari pikiran saya tahu Eric adalah manusia bagi kita “, Schuldiner kepada Milwaukee Journal Sentinel.
Tahun-tahun terakhir (1993-2001)
Pada tahun 1993, Reinert dan Masvidal meninggalkan kelompok untuk melanjutkan Sinis, Schuldiner karena tidak mampu membujuk mereka sebaliknya. Schuldiner menggantinya dengan Gene Hoglan drummer dari band metal thrash Malaikat baru-baru ini dibubarkan gelap, dan bekerja dengan gitaris Andy LaRocque dari King Diamond untuk Pola Pemikiran individu. LaRocque yang berkewajiban untuk band-nya, Schuldiner menyewa kemudian-tidak diketahui Ralph Santolla sebagai gitaris touring.
Death adalah arguably di puncak kesuksesan budaya komersial dan populer mereka, dan video untuk melacak Filsuf bahkan membuat ke sebuah episode Beavis & Butt-head di 1994 (Beavis juga parodi vokal Schuldiner dalam tiruan ‘drive-thru ’urutan’ taco, untuk pergi ‘dalam Death Metal gaya!). Juga pada tahun 1994, Death delapan tahun ditinggalkan hubungan dengan Relativitas dan menandatangani dengan Roadrunner Records, distributor mereka di Eropa. Untuk tahun 1995 Simbolik, Santolla dan DiGiorgio ditukar untuk tanah musisi Florida Kelly Conlon dan Bobby Koelble. Untuk tur Simbolik Brian Benson dibawa pada bass (Conlon telah meninggalkan band sebelum tur karena konflik dengan Schuldiner).
Setelah Simbolik, Schuldiner dan Roadrunner disepakati bersama untuk tidak mengejar pilihan album dan ia mulai menulis lagu untuk metal progresif Kontrol bandnya Ditolak. Schuldiner menandatangani perjanjian lisensi dengan Nuclear Blast untuk kedua Death dan Pengendalian Ditolak, dan kemudian mulai menulis materi untuk rilis Death ketujuh, The Sound of Ketekunan. Daftar nama baru untuk Death termasuk musisi Florida Richard Christy, Shannon Hamm dan Scott Clendenin, dan The Sound of Ketekunan selesai pada Perekaman Morrisound di Tampa dan dirilis pada Nuclear Blast pada tahun 1998.
Setelah album dan dua tur mendukung, Schuldiner menempatkan Death samping untuk mengejar Kontrol Ditolak dengan Christy dan Hamm. Clendenin dijatuhkan mendukung Steve DiGiorgio, yang sekali lagi tersedia, dan logam penyanyi listrik bawah tanah bernama Tim Aymar. Meskipun line-up dan gaya menulis adalah sebagian besar sama, Schuldiner diciptakan Kontrol Ditolak sebagian besar karena ia tidak senang dengan vokal keras untuk Death. Namun, daripada mengkhianati apa band yang berarti Death dan terdengar seperti untuk para penggemar, ia memilih untuk membuat sebuah band baru: “Bagi saya, itu hanya masalah berkembang, melakukan dengan cara yang benar saya tidak mengeluarkan.
Death merekam dengan barang ini di atasnya. saya membuat pilihan yang tepat dan mengubah nama band saya mencoba untuk melakukan segala sesuatu dengan cara yang benar.. ” Sebagai Schuldiner menyelesaikan debut album Pengendalian Ditolak, dia didiagnosis dengan kanker otak, memaksa band untuk membatalkan rencananya untuk tur AS dan Kanada. Karena ia bekerja pada rilis kedua, kondisi Schuldiner membaik, tapi tumor meninggalkan Dia dalam keadaan lemah rentan. Dia dikontrak pneumonia dan ditempatkan di rumah sakit. Pada tanggal 13 Desember 2001, Schuldiner dirilis dan kembali ke rumah di mana, satu jam kemudian, ia meninggal.
Setelah (2001 dan seterusnya)
Kontrol kedua Ditolak rilis belum diselesaikan dan terperosok dalam masalah hukum yang melibatkan label Belanda, yang musisi dan Schuldiner adik Beth, mantan antaranya secara terbuka telah menyatakan keinginan mereka untuk menyelesaikan album, dan manajer Duka Eric mantan mewakili Estate . Pada tahun 2004, Rekaman Hammerheart merilis sebuah bajakan dua bagian yang terdiri dari tua, pra-Scream Gore Berdarah demo, bersama dengan demo parsial dari album rekaman yang belum selesai dan Death hidup dari tahun 1990. Ini dikeluarkan dengan nama Chuck Schuldiner, tidak Death atau Control Ditolak, tetapi negara yang nyata yang belum selesai dan kurangnya vokal menyebabkan pelepasan tidak sukses, dibantu oleh permintaan Schuldiner ibu Jane untuk para penggemar untuk tinggal jauh dari itu. Pada bulan Oktober 2009, Duka litigated terhadap Hammerheart, mewakili Real Schuldiner, dan semua hal diselesaikan pada bulan Desember, secara teoritis memungkinkan untuk Kontrol Ditolak album diselesaikan oleh musisi lain.
Death Anggota sejak tinggal aktif sebagai musisi. Gene Hoglan dari Dark Angel dan Andy LaRocque dari King Diamond telah membuat nama untuk dirinya sendiri, dengan LaRocque terus bekerja dengan King Diamond, sementara Hoglan telah melakukan menjalankan tugas dengan berbagai band termasuk strapping Lad Young dan Fear Factory. Paulus Masvidal menemukan keberhasilan dengan Sinis bersama sesama anggota Death Sean Reinert, yang terus merilis album dan tur di masa sekarang. Richard Christy pergi ke pertunjukan dengan Acheron dan Iced Earth sebelum bergabung dengan Howard Stern Show, meskipun dia baru-baru ini muncul kembali di panggung logam dengan Dinding hangus of the Damned. Ralph Santolla juga bermain dengan Iced Earth, serta Sebastian Bach, yang keduanya juga band-band Steve DiGiorgio bermain dalam juga.
Sementara Santolla sekarang dalam Obituary, ia sebelumnya di Deicide. DiGiorgio juga bermain untuk Perjanjian dan masih aktif dengan bandnya Sadus aslinya. Bobby Koelble mendirikan Orlando rock-funk-Latin fusi kelompok JunkieRush pada tahun 2000. James Murphy juga dalam Perjanjian, proyek terbentuk seperti Disincarnate, serta menjalankan tugas dengan Obituary memiliki band-band death metal dan Kanker. Murphy juga terserang kanker, di mana dia menerima pengobatan, dan, bersama dengan Deron Miller dari CKY, mencoba untuk mengatur sebuah tribute album Death. Kam Lee membentuk band yang Fiend Penolakan dengan Terry Butler, yang juga menemukan sukses di Six Feet Under. Scott Clendenin berada di Central Florida dan bekerja di produksi.
Pada tanggal 10 Mei 2010, diumumkan bahwa Ketekunan Holdings Ltd dan keluarga Schuldiner telah bermitra dengan Rekor Relaps untuk kembali menguasai dan menerbit ulang rilis Death dan Pengendalian Ditolak. Pada tanggal 13 Desember tahun yang sama, diumumkan bahwa The Sound of Ketekunan akan Death album pertama yang menerima pengobatan ini, dan dirilis Februari 2011 dalam 2-CD dan 3-CD format. Album Manusia telah telah remixed, dengan kekayaan intelektual pengacara Schuldiner Duka Eric menyatakan bahwa Sony telah kehilangan kaset dari campuran asli, dan diterbitkan kembali dalam 2-3-CD dan CD format serta rilis digital. Tak lama setelah album Pola Pemikiran individu dikeluarkan kembali.
download lagunya disini http://www.mp3boo.com/browse/cannibal-corpse
Kamis, 07 Maret 2013
Biografi Humiliation
Hometown : Bandung, Indonesia.
Genre : Brutal Extreme Deathmetal
Member : Adam (Vocal), V-man (Bass), Agi (Gitar), iho (Drum)
Record Label : Extreme Souls Production
Contact : 081802006437
Discography :
01. Promo Demo (2011)
02. Humiliation / Devormity (Split Album, 2012)
03. Savior Of Human Destruction (Album, 2012)
Berawal dari pencarian seorang player band indie baru adam dari lastblood, untuk mencari 2 orang player band lastblood yang baru. pencarian dimulai dari facebook, setelah mendapat dua orang player, terjadi conflict antar player dan mengharuskan lastblood untuk membubarkan diri.
seiring berjalannya waktu dan seiring perkembangan musik, dengan singkat adam, agie, dan virman, mengkonfirmasikan membentuk band kembali, dan merekomendasikan player drumm, iho. setelah kesepakatan terbentuk dan keinginan bermain musik yang menggebu dengan singkat HUMILIATION terbentuk dan mulai merayap merintis karir baru di permusikan indie .
band baru yang lebih mengondisikan dan terobsesi untuk memainkan harmonisasi musik brutal death mencoba dan berupaya untuk menciptakan alunan musik dengan landasan kreativitas yang di tujukan kepada para pendengar aliran musik cadas.. MOHON DUKUNGAN dari para kerabat dan para pecinta musik cadas..
PANCEG DINA GALUR MOAL INGKAH NAJAN AWAK LEBUR !
Salam Baktos !
Website :
http://www.reverbnation.com/humiliation
http://www.facebook.com/pages/HUMILIATION/257085653991
https://twitter.com/humiliationgore
Biografi Asia Minor
Hometown : Bandung,Indonesia
Genre : Melodic Hardcore
Member : Ichan (Vocal), Aji (Guitar), Angga (Guitar), Idan (Bass), Erwin (Drum)
Record Label : Broken Chords Record
Contact : 082128120786
Discography :
1. Persepsi (Album, 2012)
ASIAMINOR adalah band melodic hardcore yang berasal dari Bandung, terbentuk pada tahun 2003. Pada awal berdiri kita mengusung genre hardcore dan sering membawakan tembang – tembang dari band seperti sick of it all, shutdown, better than a thousand, shelter. Seiring berjalannya waktu kami senantiasa mengeksplor musikalitas dari roots hardcore itu sendiri dengan memasukan unsur minor yang kental dan harmoni.
Pada Januari 2012, ASIAMINOR merilis debut albumnya yang bertajuk “PERSEPSI”. Album tersebut sebagai catatan perjalanan ASIAMINOR sampai saat ini. Proses rekaman hingga rilis album PERSEPSI sekitar satu tahun, cukup lama, dikarenakan ada beberapa hambatan dan perubahan formasi band. Album PERSEPSI Terdiri dari 9 tracks. Track demi track menyuguhkan nuansa hardcore yang berbeda, dengan unsur broken chord dan harmoni melodic (recommended for fans of : comeback kid, the ghost inside, hundredth, etc)
Website :
www.myspace.com/asiaminorhardcore
www.reverbnation.com/asiaminor
https://twitter.com/asiaminor_hc
http://www.facebook.com/pages/ASIAMINOR/55462470666
Kamis, 14 Februari 2013
Biografi Dead Vertical
Satu lagi Grinders cadas asal timur kota Jakarta yang terbentuk sejak 22 November 2001 silam. Berawal dari persahabatan empat pemuda dengan kesamaan selera pada musik cadas. Menurut mereka, Dead Vertical mempunyai arti 'Matinya hubungan vertikal antara Tuhan dan Manusia'. Dalam formasi awal Iwan [vokal], BoyBleh [gitar/vokal], Bony [bass], dan Andriano [drums], DV sudah mulai bikin lagu-lagu sendiri dalam karakter crust-grind yang sangat terinspirasi oleh Napalm Death, Terrorizer, Sepultura, Brutal Truth, Repulsion, dsb. Lirik lagu-lagu mereka bertemakan sosial, kehidupan sehari-hari, dan kondisi aktual yang terjadi di dunia ini. Pada pertengahan 2003, Andriano mengundurkan diri dan posisinya digantikan oleh Bimo [eks Free To Decide]. Kemudian DV merilis debut album bertajuk Fenomena Akhir Zaman lewat label The Eye Music pada awal tahun 2004. Selepas album perdana itu, Bimo juga cabut dan digantikan oleh Arya Blood, seorang drummer veteran yang pernah memperkuat Highlander, For My Blood, Panic Disorder dan Looserz.
Di akhir 2005, Iwan mengundurkan diri sehingga formasi DV menjadi tiga orang. Dalam formasi trio itu, DV makin aktif dan menghasilkan musikalitas yang lebih terkonsep. Tetap di jalur grindcore, namun dengan karakter yang lebih brutal dan padat. Di awal tahun 2006 mereka melepas mini album yang bertitel Global Madness secara independen. Semenjak mini album tersebut, nama DV mulai melambung dan banyak diundang manggung dalam berbagai gigs. Menjelang akhir tahun 2007, DV mendapat tawaran kontrak dari Rottrevore records untuk merilis album keduanya. BoyBleh dkk langsung merekam materi musiknya di studio Bintang 41 [Bandung] dengan sound engineer Toteng Forgotten. Pada bulan April 2008, Rottrevore records merilis album kedua DV yang dalam titel Infecting The World. Rekaman ini berisi 22 lagu dengan karakter musik yang lebih brutal, agresif, padat, serta kental dengan nuansa grindcore ala eropa.
LAST SECONDS OF PARANOIA Dead Vertical sempat mencapai highlight-nya ketika diajak tampil sebagai band pembuka konser Napalm Death di Jakarta, tahun 2007 lalu. Dalam rekaman Infecting The World, DV juga mengajak DJ Winky untuk mengisi sampling intro dan outro pada album tersebut.
Selasa, 12 Februari 2013
Funeral Inception Biografi
Funeral Inception adalah band Death metal dari Jakarta, Indonesia pada tahun 2000. Personilnya saat ini antara lain vokalis Doni Iblis, gitaris Ai Deadfinger dan Fadjar Ramadhan, drummer Gatot Hardiyanto dan basis Arslan Musyifia
story Sebelumnya nama band ini adalah Bloody Gore. Pada saat itu band tersebut menerbitkan 2 CD kecil, dengan judul Stench Of Your Perversion dan Blood Driven Vehemence.
Mei 2002, band ini mengganti namanya menjadi FUNERAL INCEPTION dan merekrut Pandi Ghebes (Sadistis) untuk mengisi bagian drummer dan membuat album Anthems Of Disenchantment di Studio Palu, Jakarta. Band ini membuat 10 lagu sebagai tanda yang membedakan Funeral Inception dari Bloody Gore.
Pada Maret 2003, drummer Mithos, mengeluarkan diri dari band untuk melanjutkan studinya, diikuti dengan gitaris Rio yang kemudian mendirikan Rottrevore Records.
Sang vokalis, Doni Iblis, telah terlibat dengan beberapa musisi dan kemudian muncul dengan single All Gods Children Must Die.
Pada tahun 2006, band ini muncul kembali dengan formasi band yang baru: Doni (Vocal), Heldevy (gitar), Iwan (gitar), Roni (bass), dan AA (drum). Mereka membuat 10 lagu baru di Studio Oranye, Jakarta.
Pada saat band ini mulai sibuk dengan tur, mereka mulai membuat bahan untuk album ke-2 mereka pada Oktober 2007 dengan Joteng Kampret, gitaris Forgotten.
Album kedua mereka, H.A.T.E yang merupakan singkatan dari Heathen Against Terrorizing Entities. Terminologi menunjukkan titik ekstrem pandang dari band, melihat realitas politik sosial religius yang tumbuh dalam masyarakat umum.[1]
Rottrevore Records merilis album di CD hanya untuk pasar Indonesia. beberapa saat kemudian, album tersebut telah didistribusikan secara terbatas ke negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, Jerman, Finlandia, Polandia dan Italia. Band ini menerima berbagai masukan positif, terutama untuk gaya suara death metal yang berbeda. Beberapa penggemar bahkan ingin meminta terjemahan dari beberapa lirik lagu tersebut.
Seperti halnya pada album pertama, beberapa lagu yang ditampilkan dalam album ini juga termasuk dalam beberapa rilis kompilasi internasional, serta sudah diputar terus menerus dari beberapa radio metal ekstrem di Amerika Serikat, Perancis, Jerman dan Rusia.
Pada pertengahan tahun 2008, Heldevy (gitar) pensiun karena masalah keluarga, dan digantikan oleh Nyoman, gitaris dari band death metal, DROP.
Video klip untuk lagu dari album kedua yang berjudul Surga Dibawah Telapak Kaki Anjing dibuat di daerah pedesaan Purwokerto pada awal Desember 2008.
Tidak lama setelah video ditampilkan, drummer Achmad Mustaid alias AA mengundurkan diri. Posisinya untuk sementara diisi oleh beberapa drumer tambahan untuk mengakomodasi jadwal sibuk pada saat-saat, pada 28 Januari, Adhytia Perkasa telah bergabung dengan band. Iwan Budiarto berhenti dari band dan sedang fokus pada keluarga barunya. Band ini sekarang mencari Gitaris lain untuk mengisi acara.[2][3]
Pada bulan Agustus, Garry Martinus Runtunuwu dari Betrayer telah bergabung dengan Funeral Inception.
Diperjalanan line up ini pun mengalami beberapa kali perubahan, sebut saja beberapa nama Nyoman (Guitars – sekarang di Siksa Kubur), Rusdi Hamid (Bass – sekarang di Trauma), Edos (Guitars – sekarang di Prosatanica), Adhytia Perkasa (Drums – sekarang di Siksa Kubur), Garry (Guitars – sekarang di Betrayer).
Hingga pada saat ini, line up teranyar adalah : Doni – Vocal Arslan Musyifa – Bass Gatot Hardiyanto – Drums Fadjar Ramadhan – Guitars Ai Deadfinger– Guitars
Pada akhir Januari 2012 Funeral Inception merilis single berjudul “The Greatest Root of All Evil” dan dapat didownload gratis melalui www.rollingstone.co.id
Senin, 11 Februari 2013
DeadSquad Biografi
"DeadSquad berdiri pd tgl 29 Agustus 2006"
Pada awalnya band ini bermula sejak Februari 2006 dan hanyalah sebuah band project yang berencana memainkan lagu – lagu dari band - band oldschool metal seperti Slayer, Anthrax dan Sepultura. Pada saat itu berpersonil: Stevie (Gitar) ex-Step Froward, Ricky (Gitar) Seringai, Bonny (Bass) ex-Tengkorak, dan Andyan (Drum) ex-Siksakubur. Ternyata Ricky tidak bisa bertahan lama karena kesibukannya. Setelah berjalan latian beberapa lama band ini lebih dari sekedar band project dan mulai memfokuskan untuk membuat lagu - lagu sendiri. Juni 2006 Prisa ex–Zala bergabung. Atas kesepakatan bersama pada 29 Agustus 06 terbentuklah nama "DEADSQUAD"/DS. Berlanjut dengan pencarian vokalis, setelah beberapa kali mencoba akhirnya DS mendapatkan Babal (Alexander) yang resmi bergabung pada oktober 2006. Awal 2008 Prisa keluar dari band,
Setelah berjalan sekian lama dengan konsep satu guitar , akhirnya pada bulan oktober 2008 , DS menemukan sosok guitarist yang di nilai sangat mumpuni untuk mengisi kekosongan yang ada pada salah satu lini guitar yaitu Coki Bollemeyer ( Netral ) dan pada bulan yang sama Daniel (Abolish Conception ) bergabung dalam line up terbaru band ini menggantikan Babal.
9 Maret 2009 DEADSQUAD Merilis Album pertamanya dengan title HORROR VISION dan langsung mendapat respon yang sangat baik dari komunitas indie maupun non indie. Rangkaian panggung dan tour pun banyak dilakukan hingga tahun 2012 ini, dan DEADSQUAD mulai mempersiapkan materi – materi baru untuk album ke dua mereka.
So wait for our new material , we will kick your fucking ass !
Dead Vomit Biografi
DEATH VOMIT di bentuk tahun 1995 di jogjakarta oleh Dede(Vocal),Wilman(gitar),Ary(Bass),danRoy(Drum).Dengan mengusung musik death metal,mereka langsung membawakan lagu-lagu sendiri.Mereka merilis rehearsal demo dan mendapat respon positif dari pecinta musik cadas indonesia.Respon ini berlanjut dengan sering tampilnya DEATH VOMIT di luar kota yogyakarta seperti jakarta,Bandung,Purwokerto,Solo,Malang,Surabaya,dan Denpasar walaupun sempat mengalami pergantian formasi.Seiring dengan hal tersebut,materi DEATH VOMIT selanjutnya pun menjadi lebih bertempo cepat dan brutal .Awal tahun 1997,DEATH VOMIT ikut serta dalam Album kompilasi musik underground indonesia METALKLINIK 1 di produksi oleh Musica Records,Sejak saat itulah pementasan banyak di lakukan dan tetap menciptakan lagu sendiri.
Hingga pada November 1999,DEATH VOMIT merilis debut album''Eternally Deprecated'' yang di produksi secara D.I.Y (Do It Yourself)di bawah label mereka sendiri,Demented Mind Records.Penjualan album mereka ini terbilang lumayan,sebanyak 1500 kaset ludes di pasaran.Hal ini membuat label Bandung Extreme Soul Production merilis ulang album ini.Sampai saat ini kaset yang di rilis ulang tersebut telah terjual sebanyak 2200 kaset.
Dengan berjalanya waktu,DEATH VOMIT mengalami kembali pergantian personil.Dan Formasi terkini DEATH VOMIT adalah Sofyan Hadi(Vokal,Gitar),Oki Hariwibowo(Bass),dan Roy Agus(Drum)
Pada awal Mei 2006,DEATH VOMIT merilis album baru ''The Prophecy'' di bawah label ROTTREVORE RECORDS yang beredar pada Agustus 2006.Terkini DEATH VOMIT merilis DVD ''Flame Of Hate'' yang berisi konser tunggal mereka yang menggelontorkan 14 lagu.
DISCOGRAPHY
Eternally Deprecated (1999,Demented Min Records)
Eternally Deprecated (2001,Extreme Soul Production)
The Propecy (2006,Rottrevore Records)
DVD ''Flame Of Hate'' (2009,Rottrevore Records )
LINE UP:
Sofyan Hadi (Vocal,Gitar)
Roy Agus (Drum)
Oki Hariwibowo(Bass)
Semua pecinta musik Death Metal di Indonesia pasti sudah mengenal Band ini!
Rabu, 15 Februari 2012
Burgerkill Kejar Tayang Syuting demi DVD ''We Will Bleed''
Syuting yang mengambil tempat di salah satu mall di kota Bandung tersebut memiliki konsep live performance dari Burgerkill. “Konsepnya sendiri lebih ke live band, cuma kita lebih banyak main di extreme close up”. Ujar Rizky Adiputera, Director dari Cermin Creative House.
Menurut Eben, gitaris dari Burgerkill, klip “Through The Shine” ini nantinya divisualisasikan tentang penderita HIV. “Tapi kita ambil dari sudut bukan drug user tapi lebih ke free sex, jadi lebih kepada apa yang dialamin sama talent, ada pesan-pesannya tersendiri”. Ujarnya.
Syuting klip ini berkaitan dengan proyek dvd-nya Burgerkill berjudul “We Will Bleed”. Yang direncanakan rilis paling lambat bulan April mendatang. “Rencananya kita akan merilis dalam format double dvd, satu dvd dokumenter perjalanan burgerkill dari tahun 2005 sampai tahun 2010, dvd satunya lagi 10 video klipnya burgerkill dari album berkarat sampai dengan album yang paling baru, termasuk empat videoclip baru yang belum pernah dipublish, salah satunya adalah under the scars dan through the shine ini.” jelas Eben yang menyutradai sendiri dvd dokumenter ini.
Sementara film dokumenternya masih dalam proses editing, Burgerkill menggeber pengerjaan beberapa klip berikutnya, Seperti “An Elegy” dan “House Of Greed” yang berkonsep animasi. Eben mewakili Burgerkill berharap bahwa produk ini nantinya dapat memberi kontribusi positif, khususnya untuk Scene Kota Bandung. Rencananya dvd “We Will Bleed” ini nantinya akan dirilis juga di Australia.
Jumat, 10 Februari 2012
Beragama Ala Komunitas Musik Metal Ujung Berung Rebels #1
Beragama Ala Komunitas Musik Metal Ujungberung Rebels # 1
Sungguh tragedi itu semakin memperburuk citra pegiat musik indie di tengah-tengah hidup bermasyarakat. Urusan keagamaan sering dianggap tak pernah ada di kalangan metal ini. Benarkah?
Dalam buku Memoar Melawan Lupa, Catatan-catatan tentang Insiden Sabtu Kelabu Tragedi AACC 9 Februari 2008 dan Ujungberung Rebels yang ditulis oleh Kimung terbitan Minor Books, CommonRoom dan Hivos pada 9 Februari 2011 sarat dengan keagamaan.
Namun, model keberagamaan para pemusik metal ini tidak hanya dilihat dari aspek ritual (shalat, puasa, pergi ke mesjid, menghadiri pengajian, memakai peci, kerudung, sarung) semata, tapi bisa dilihat dari segi pemikiran, perilaku dan karya nyata. Meskipun, ada beberapa pentolan indie sangat kuat memegang aturan agama.
Mari kita telaah secara seksama dalam buku babon dari Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels dengan memegang teguh slogan ”…Panceg dina galur/babarengan ngajaga lembur. Moal ingkah najan awak lebur…”
“Wah jangan nyuruh Gembel buat berdoa atuh. Mendingan kalian aj yang berusaha,” sambil bercanda Gembel memegang erat tangannya. Semua personil tertawa. Lalu satu per satu dari mereka merapat membentuk lingkaran. Mereka berdoa bersama lalu secara serempak berteriak lantang “Beside” (h.21)
“Chex, urang butuh mobil jang ngangkut korban. Sakalian jieun jalur evakuasi. Tulungan nyak!” sedikit berteriak saya meminta pertolongan Butchex
“Oke, siap. Barudak urang aya nu mawa mobil. Korbana bawa ka sisi jalan heula. Jadi langsung diangkut.” Dengan sigap Butchex merespon.
Gembel segera menuju lorong pintu artis, berteriak agar area tersebut dokosongkan untuk mempermudah evakuasi orang ingsan. Remaja yang pingsan bersama kawan yang lain digotong keluar gedung. Sampai di luar nampak lalu lintas macet. Gelisah kembali menyergap Gembel ketika menanti kedatangan mobil yang dijanjikan Buthex. Semenit, dua menit. Waktu berjalan sekan sangat lambat. Semenit, dua menit lagi. Tak sabar, Gembel segera saja meletakkan anak yang pingsan tersebut di pinggir jalan dan segera berlari ke arah bar Kyoki, menemui aparat dan mobil patwal.
“Pak, maaf. Saya butuh kendaraan segera. Ada beberapa orang yang harsu segera dibawa ke rumah sakit. Kondisinya kritis,” mencoba mencari pertolongan pada aparat tersebut
“Mas panitia bukan?” balik aparat itu bertanya
“Bukan, Pak. Saya cuma nolongin aja,” jawab saya dongkol karena aparat itu tak segera merespon malah memperlambat rencana evakuasi saya dengan pertanyaan yang menurut hematnya tidak usah dilancarkan saaat itu.
‘Ya sudah, tenang saja. Ambulan dalam perjalanan,” jawab aparat itu lagi mencoba meyakinkan Gembel. (h.26)
Ia segera balik lagi dan berlari ke arah orang yang tadi ia gotong. Sekilas ketika melintas ia juga melihat sosok yang sedang tergeletak sendirian. Ketika sampai, lagi-lagi ia terlambat. Tampak kawannya sedang menangis meratapi jasad di sisinya. Jasad bertelanjang dada. Sepatunya tinggal satu. Gembel masih belum nyakin. Ia periksa semua tanda kehidupan di tubuhnya. Semuanya nihil. Lagi-lagi Gembel tak percaya. Dia saudah pergi, batin Gembel. Dadanya semakin sesak. Mata Gembel mulai panas berair. Antara marah, kecewa dan sedih. mendadak senyap menyergapnya. Gembel merasa sangat sendirian di tengah semua keriuhan yang sedang berlangsung saat itu.
Sedetik, dua detik, keriuhan kembali menghajar relung paling sepi dalam diri Gembel, menghjarnya telak, mengembalikkan kesadaranya. Sejurus, ia melihat Andris Burgerkill bertelanjang dada sedang sibuk menggotong seseorang. Segera ia membantu Andris.
“Urang bawa ka mobil si Andika,” Andris memberi perintah Mereka bergegas menggotong anak yang pingsan itu melewati kerumunan penonton yang masih membludak panik. Andika saudah menanti di mobilnya. Korban dimasukkan melewati pintu bagasi.
“Bah aya hiji deui nu kudu ditulungan. Konisina kritis. Jigana kudu gancang dibawa” Gembel mengajar Andris. Kami segera berlari menembus kemacetan kendaraan, menembus kerumunan orang-orang menuju arah bar Kyoki. Ternyata sudah ada banyak aparat di sana. Tampak sedang mengerubungi tubuh yang tergeletak. Andris berlari menerobos kerumunan tersebut.
“Pak, tolongin dia! Cepet angkut!” Andris duduk di samping jenazah dan berteriak lantang pada aparat.
“Kamu siapa? Kamu panitia ya?” aparat balik bertanya dengan nada membentak.
“Saya bukan panitia, Pak! Saya cuma kasihan liat orang ini” Andris memberian pembelaan
“Ya sudah, kamu diem aja! Gak usah sok sibuk! Ini sudah jadi kewenangan aparat” nadanya makin tinggi. Lalu Andris didorong ke belakang. Suasana mendadak memanas. Andris, sang mesin tempur Ujungberung Rebels yang terkenal tak takut kepada siapapun termasuk aparat itu jelas meradang. Ia berbalik mendorong badan si aparat tadi bersiap-siap mementahkan bogemnya, tidak terima atas perlakuakn aparat tersebut. (h.27)
Dengan adanya tulisan pendek ini mudah-mudahan berita miring di media yang terkesan memojokan teman-teman komunitas atas tragedi ini dapat sedikit diluruskan, dan kejadian ini dapat dijadikan contoh kasus yang perlu diteladani dan disikapi dengan benar oleh semua pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan sebuah konser musik. Tulisan ini hanya sebuah pandangan dan opini seorang musisi, teman, dan penikmat musik yang sangat mengharapkan suasana yang kondusif dari sebuah konser. Dari lubuk hati yang paling dalam saya mewakili komunitas musik sejagad Indonesia turut merasakan prihatin dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas tragedi ini. Semoga teman-teman kami yang telah pergi dapat beristirahat dengan tenang dan segala kebaikannya diterima disisi Allah SWT, Amien…
Live hard, die hard… Rest In Peace Brothers!
We’re gonna miss u… (h.32)
Tampilnya Pa Marsion sekalu dari korban Ahmad Wahyu Effendi mengenang ata meninggal anaknya pada acara seminar ini memberikan harapan yang berarti bagi komunitas metal. “Saya tidak menyangka ini akan terjadi. Sebelum berangkat, Ahmad minta izin kepada ibunya dan saya,” tuturnya. Namun, kabar buruk mengenai Ahmad diterimanya malam itu. Anak saya tewas. “Kejadian ini sangat memukul. Ahmad pamit dalam keadaan sehat, tapi pulang sudah jadi mayat. Sebagai orantgua saya sangat terpukul,” tuturnya
Meski bersedih dan merasa kehilangan, Pa Marsion tak menutup mata. Ia melihat musuk bawahtanah memiliki banyak peminat, termasuk almarhum anaknya. Karena itu, ia berpesan “Kepasa anak muda yang suka nonton konser jangan sampai kapok. Tapi ini harus jadi pelajaran. Kalau nonton jangan sampai enggal tertib.” Dengan legowo, Pa Marsion juga berpesan kepada band Beside untuk tidak menjadikan Tragedi Sabtu Kelabu sebagai penghambat untuk terus berkreasi. “Terimakasih kepada band Beside. Jangan sampai merasa disalahkan. Terus berkarya”
Harapan dan harpan yang bergulir dari setiap kata Bapak luar biasa satu ini seperti untaian doa yang terus bergulir. Bagi komunikas bawahtanah, doanya adalah seperti sebuah mukjizat untuk tetap hidup dan melanjutkan perjuangan. Begitupun dengan doa dari orang-orang tua korban lainnya. Anak mereka telah tersemat dalam benak dan hati komunitas baah tanah sebagai phlawan. Sudah sepatutnya kematian mereka dijadikan refleksi oleh komunitas bawahtanah itu sendiri. Semoga arwah para pahlawan kami ini bisa diterima di sisi-Nya. Amin (h.57)
Ketika rock merongrong pop dan menjadi motor gerakan perlawanan budaya di kalangan anak-anak muda, dalam kapasitasnya sendiri dengan informasi yang terbatas pada masa tahun 1960-an, apa yang terjadi di Barat itu juga segera punya pengaruh terhadap gaya hidup anak muda di mana-mana. Bisa dibayangkan situasi masa kini ketika dunia menjadi satu—istilah Thomas Friedman ”jagat menjadi rata”—bagaimana pengaruh itu menembus sampai pelosok desa, taruhlah Ujungberung, kawasan di pinggiran Bandung bagian timur.
Informasi dari jagat maya telah menjadikan anak-anak muda Ujungberung menjalani trajectory budaya. Sore atau petang mengaji, malam kumpul teman-teman ber-metal-ria. Bahasa duka cita mereka ungkapkan lewat t-shirt seperti ”underground berkabung” tadi, atau bahasa-bahasa lain lewat zine mereka. (h. 73)
Sejenak mari kita tundukkan kepala pagi martyr metal undergrounders yang telah meninggalkan kita di launching album beside – against ourselves bulan Februari lalu.Mari kita gali lebih lanjut album yang diluncurkan bulan Februari lalu tersebut. Scene Ujung Bronx selalu menghasilkan band band yang berbahaya, salah satunya dalah BESIDE dan lewat album ini mereka menyajikan musik musik metalcore yang banyak terinspirasi oleh band seperti Chimaira, Soilwork, Lamb of God dan lainnya. Bila kita hanya mendapatkan sampler berupa lagu saja tanpa kita mengenal band ini sebelumnya, saya berani bertaruh anda pasti menganggap lagu tersebut asal dari band luar negeri .Yap pasti .. kualitas recording dan mixing yang rapi dihidangkan di album ini sehingga sepintas mirip band2x Trustkill Records. Album ini berisi total 11 lagu dengan durasi kurang lebih hanya setengah jam saja. Lagu lagu yang powerful ini dikemas sedemikian rupa sehingga pendengar akan dimanjakan dengan komposisi lagu lagu yang cukup enak didengar dari riff2x gitar yang melodius dikombinasikan dengan beat drum yang cukup baik mengisi dan mengatur tempo pada lagu lagu milik Beside ini.
Diawali oleh lagu akustik berjudul intro, lagu yang agak kelam menyuarakan sesuatu di balik album ini.dan memang album yang dikemas ulang dengan bentuk digipak CD ini memuat nama nama para martyr yang telah meninggalkan kita pada launching album ini. Dilanjutkan dengan komposisi apik berjudul the end of pain yang dapat dikategorikan sebagai lagu bertempo menghentak dan cukup easy listening. Lagu lain yang cukup menggigit adalah 7th Deadly Sin , sebuah lagu yang diawali dengan riff riff gitar ala Lamb of God . Lagu yang berlirik sarkasme muncul di lagu aku adalah Tuhan, sebuah plesetan pada hubungan vertical kita dengan Tuhan. Tema dalam album ini kebanyakan agak sarkasme dengan mengedepankan kekerasan dan ketidak adilan dalam hidup. (h. 130)
Bandung Deathfest III; Wilujeng Bonge!!! dibuka oleh rajah Pamuka, sebuah ritual bgai keselamatan bersama. Sehabias merajah, semua berdiri, saling bersalaman. Bah Adung, sesepuh Sunda memercikkan air bungan ke semua yang hadir di rajah saat itu. Sejuknya menghamparkan kedamaian, menghantarkan semua yang hadir ke titik nol, titik paling nihil, kekuatan total untuk berjuang. Ya, semua yang hadir sudah siap berjuang saat itu. (h. 176)
Repotase acara Bandung Deathfest 3 dilaporkan secara lengkap oleh METALnino;
Sesuai rundown, event dimulai tepat pukul 1 siang dengan dibuka oleh band lokal OPIUM yang sama-sama mendapatkan jatah tampil sama dengan band penampil lainnya selama 25 menit. Yes, mereka mengusung death metal,pastinya. EDEN COLLAPSE selanjutnya yang kebagian jatah membantai telinga, disusul dengan band death metal Bandung; EMBALMED (Berpersonilkan ex-member nya NAKED TRUTH). Band ini berformasikan: Idat (Gitar), Ari (Drum), Riki (Bass) dan Sabo (Vocal). Usai EMBALMED, tampil band brutal death generasi baru asal Bandung yang terus terang sempat membuat saya kagum sebelumnya saat menikmati lagu-lagu mereka di my space. Fuckin Incredible! You rulez bro! Dan sekarang ini ternyata saya bisa langsung mengarahkan langsung mata saya kepada live perform mereka.
DISINFECTED kebagian melakukan penyiksaan setelah MANNEQUIN dan mengusung 5 buah lagu; “Reek shit on a tomb”,”Melted”,”Aku akan bunuh kamu”,”Master of puppets”(cover lagu milik METALLICA yang dibrutalkan aransemennya) dan lagu pamungkas bertitel “Within’ Subconcious mind”, disusul BLEEDING CORPSE, band brutal death metal tuan rumah yang belum lama ini baru saja menelurkan debut album yang sangat menakjubkan; “Ressurection of Murder”. Nuansa style a-la DISAVOWED langsung menghantam panggung. Brutal as fuck!!! Selain intro, BLEEDING CORPSE juga menyuguhkan 5 lagu dalam set list mereka; “Ressurection of murder”,”bangkai para pendosa”,”Inhuman Treatment”,”Simpuh tubuh terbunuh” dan ditutup oleh lagu pamungkas “Exsecusi mati” yang notabene merupakan lagu baru.
Dan selesai dengan band yang satu ini, panggung kemudian dibuat santai oleh atraksi pencak silat yang berakhir menjelang azan magrib. Penonton akhirnya terlihat mendingin dan sebagian besar diantaranya lebih memilih untuk duduk-duduk santai di pinggiran venue. Sebagian dari mereka terlihat mempersiapkan diri untuk beribadah sholat magrib, dan sebagian lagi malah terlihat asik memanjakan tenggorokan dengan anggur merah, botol-botol vodka dan berbagai penyegar lainnya (Ha ha ha!). Maklum, hari segera gelap; cuaca dingin full hawa pegunungan segera menusuk tulang. Sementara itu sebagian panitia yang beristirahat menjelang magrib, terlihat kompak nongkrong bareng bersama rekan-rekan brimob yang bertugas di venue. Sambil bercanda tawa tentunya! Enjoy! (h. 177-178)
BAHEULA, AYEUNA, SALILANA – SAPARUA ….!!! Merupakan tema dari acara Bandung Youth Park Fest ini … Nostalgiaan euy … bertemu dengan teman lama , silaturahmi adalah misi utama saya dating ke sini, karena sudah lama hingar bingar musik bawah tanah tidak menggema di kawasan ini. BYPF ini bisa menjadi prototype dari metalfest skala Nasional, karena memiliki 2 panggung, outdoor dan indoor. Outdoor diperuntukkan bagi kalangan underground yang memiliki banyak massa, sedangkan bagian Indoor bagi band yang tidak memiliki basis masa cukup besar, sehingga didesain sedemikian rupa sehingga menyerupai diskotik dengan tata cahaya lampu yang sangat baik, sehingga apapun band dan DJ yang tampil disini penonton disuguhi oleh pertunjukan yang luar biasa .Acara ini menurut saya berhasil mengembalikan ‘rasa’ yang telah lama hilang bagi semua kalangan penikmat musik apakah itu metal, underground, electronics, ska, punk apapun namanya untuk kembali menikmati masa masa indah dahulu ketika bermain di saparua, dimana ribuan orang hadir di GOR Saparua ini. Namun mood kegembiraan, suka cita ini tiba tiba hilang berubah menjadi kekecewaan luar biasa ketika menerima kabar bahwa show ini dicut dengan alasan yang bernama ijin keramaian. (h. 183-184)
GOR Saparuan merupakan tempat besejarah dan iconnya musik underground Bandung. Di sela-sela beraktivitas masih ada pentolan metal yang kuat menjalankan ibadah. Ini diceritakan oleh Funny Amaliasari Murtilam, kawan kuliah Kimung, Ivan Sumbag dan Kobah di Fakultas Sastra Unpad secara rinci menuliskan pengalamnya bersama Kiming Dajjal ”Saya juga gak lupa sama Kiming Dajjal”
Emang sih, musik Dajjal gak gitu kena di telinga, tapi sebagai performer, Dajjal asik. Fansya juga heboh. Kalo mereka manggung, kaya ada suasana ‘lain’, apalagi di lapang ada puluhan (atau bisa jadi ratusan) fans mereka yang kebanyakan berambut gondrong dan hampir semua berbaju item-item tumpah melakukan ‘ritual’ headbanging.
Kiming punya rambut yang lebih ajaib dari kimung. Rambut gimbalnya panjang banget. Lebih panjang dari rambut Chicha Koeswoyo jaman nyanyiin ‘Heli, guk, guk guk…’ itu. Saya sering ngeliat dia di BIP. Kalo dia ngelewat, yang saya perhatiin bukan Kiming-nya, tapi orang-orang yang berpapasan sama dia atau ngeliat dia. Ekspresinya pasti sama, takjub!
Tapi, hal yang sangat berkesan dari Kiming -eventhough I don’t know him personally- adalah dia sering say temui di musholla kalo saya Shalat Ashar atau Maghrib disela acara. Yup! Dia lagi shalat. Itu juga jadi hal yang berkesan buat Aniesz. Pernah saya dan Anoez lagi ngiket tali sepatu, Kiming lagi ngobrol seabis shalat disebelah saya. Seabis ngobrol, dia berdiri, trus dengan rmah pamit sama orang-orang yang duduk didekatnya, didepan musholla, termasuk sama saya dan Aniez, Hayu ah, mayunan”. How cool! (h. 190-191)
Ketidak sediaan tempat musik bawahtanah dikeluhkan oleh Kimung;
Entah apa itu. Sedikit terpuaskan juga dengan apa yang dikatakan sahabat saya, “Heavy metal is a sport, man!” Ya, musik keras memang butuh stamina dan apa yang dikatakan sahabat saya benar belaka. Namun, bermain musik di gedung oleh raha? Ah, 13 tahun yang lalau saya masih harus puas jika musik adalah kepemudaan dan pemerintah memfasilitasinya dengan gedung oleh raga. Hmmm, orba banget! Padahal seluruh Indonesia, bahkan Asia dan Swedia serta negera-negare Eropa tahu jika Bandung adalah barometer musik Indonesia. Kota kratif yang tak punya gedung konser musik. Menyedihkan!
Sedikit saya kembali teringat sentilan yang saya, Kang Tisna dan Kang Utun buat, ayo udunan beli tanah untuk kita rawat sebagai hutan kota sekaligus lahan konser musik dan youth center di mana segala ada di sini, ada gerai makanan khas, perpustakaan, toko buku, pusat riset dan dokumentasi kepemudaan, pusat musik, skate park, sarana olah raga, pokoknya tempat yang asyik bagi kawula muda untuk gaul! Tempat yang dikelola oleh kaum muda, untuk kepentingan kaum muda, untuk kepentingan semua pihak. Apakah Saparuan mungkin? Tak ada yang tak mungkin! Kuncinya adalah cinta karena dengan cinta kita jadi konsisten. Bukankah dengan cinta yang besar kepada Allah, nabi Musa aja bisa membelah laut? Mari cintai kaum muda dan Kota Bandung, maka kita bisa mewujudkannya! (h. 194-195)
Adit mengaku bersyukur atas pembebasanya. Rencananya, akan tetap menjalani profesi dibidang Event Organizer (E.O) untuk konser Underground. “Tapi tentunya saya mengambil hikmah dari ini semua agar kedepannya ketika memfasilitasi sebuah event, harus berhati-hati,” ujarnya (h. 203)
Upaya mengenang 2 Tahun Insiden AACC digelar acara Melawan Lupa di Common Room pada tanggal 17 Februari 2010Insiden ini merupakan malam yang tidak akan dilupakan oleh sebagian orang, sehingga dirasa penting untuk berefleksi dan mengenang kejadiannya, selain mengenang momen kebersamaan, serta mengambil hikmah dari kejadian itu. Melawan Lupa, adalah momen krusial dan tagline penting dalam peringatan tahun ini. Berbeda dengan acara peringatan tahun lalu, agenda yang dilakukan tahun ini adalah mengaji dan berdoa untuk para korban dengan cara yang lebih sederhana. Malam peringatan pun dihadiri keluarga korban sebagai bentuk penghargaan kepada para korban yang telah menjadi bagian dari komunitas anak muda yang terlibat di dalam insiden ini.
Inilah model keberagamaan komunitas metal Ujungberung Rebels. [Ibn Ghifarie]
Penulis : Kimung
Penyunting I : Yusandi
Penyunting II : Addy Gembel
Desain sampul : Arief Budiman
Tata letak : Dani popup
Cetakan I, Februari 2011
Penerbit : Minor Books
ISBN : 979-602-25-5892-6
Kamis, 05 Januari 2012
Biografi The Red Jumpsuit Aparatus
The Red Jumpsuit Apparatus adalah sebuah band yang ber-genre alternative rock yang dibentuk pada tahun 2001 di Middleburg, Florida. Personil band ini terdiri dari Ronnie Winter - Lead Vocals, Guitar, Percussion, Duke Kitchens - Guitar, Piano, Vocals, Joey Westwood - Bass, Vocals, Jon Wilkes - Drums, Vocals.
Band ini secara resmi dibentuk oleh Ronnie Winter dan Duke Kitchens pada tahun 2001 setelah mereka memainkan ‘cover song’ Blink-182 di AP music theory. Selama 18 bulan mereka menciptakan lagu namun belum juga dapat membuat album untuk lagu yang telah mereka ciptakan, sampai akhirnya Joey Westwood dan Jon Wilkes bergabung dan membentuk band The Red Jumpsuit Apparatus tersebut sehingga mereka menjadi band lokal di Florida.
The Red Jumpsuit Apparatus merilis 3 lagu demo mereka pada pertengahan tahun 2004 sebagai salah satu promosi mereka di konser-konser lokal, sekolah, mall, dan lokasi-lokasi lain di luar Florida sampai akhirnya mereka merilis self titled album pertama mereka di akhir tahun 2004 yang berjudul “The Red Jumpsuit Apparatus”.
Don’t You Fake It (2005-2007)
Kemudian pada tahun 2006, mereka mengeluarkan album kedua mereka yang berjudul “Don’t You Fake It” dengan hits mereka “Face Down”, “False Pretense”, “Your Guardian Angel”, and “Damn Regret”.
Album The Red Jumpsuit Apparatus “Don’t You Fake It” Deluxe Edition (CD/DVD) dirilis pada 23 Februari 2007. Dalam CD tersebut terdapat dua lagu ekslusif, yaitu versi akustik dari lagu mereka yang berjudul “Face Down” dan sebuah lagu yang belum pernah dirilis di album (bonus track) “Disconnected”. Juga, pada bulan Mei 2007, salah satu single mereka, “Face Down”, menjadi salah satu soundtrack dalam film “Georgia Rule”.
Lonely Road (2008-sekarang)
Pada bulan Juni 2007, The Red Jumpsuit Apparatus mulai mengerjakan album kedua mereka, Lonely Road, yang akan dirilis pada musim panas 2008.
Pada bulan April 2008, The Red Jumpsuit Apparatus memulai tour akustik mereka dengan grup band Amaru, yaitu sebuah band yang berasal dari kota yang sama dengan mereka.
Pada 30 September 2008, The Red Jumpsuit Apparatus membuat blog mereka di MySpace, yang akan menampilkan sebuah lagu ‘demo version’ dari album yang akan dirilisnya. Lagu tersebut akan tersedia bagi member The Red Jumpsuit Apparatus “Alliance” fan group. Dalam album ini, terdapat beberapa lagu hits, diantaranya “Pen and Paper” dan “You Better Pray” dan sebuah single pertama mereka “Lonely Road” dari album yang sama berjudul “Lonely Road”.
Di awal Oktober 2008, Matt Carter menggantikan pemain gitar mereka sebelumnya. Carter pernah bekerja dengan band ini sebelumnya, ia sempat ditanya apakah ingin bergabung dengan The Red Jumpsuit Apparatus sebagai personil band, namun ia menolaknya. Sampai pada akhirnya ia ditanya kembali dan ia setuju untuk bergabung.
Pada 20 Maret 2009, Red Jumpsuit Apparatus merilis EP berjudul Shock Session, dan juga versi akustik dari “Pen & Paper”, “You Better Pray”, dan “Face Down”.
Band ini secara resmi dibentuk oleh Ronnie Winter dan Duke Kitchens pada tahun 2001 setelah mereka memainkan ‘cover song’ Blink-182 di AP music theory. Selama 18 bulan mereka menciptakan lagu namun belum juga dapat membuat album untuk lagu yang telah mereka ciptakan, sampai akhirnya Joey Westwood dan Jon Wilkes bergabung dan membentuk band The Red Jumpsuit Apparatus tersebut sehingga mereka menjadi band lokal di Florida.
The Red Jumpsuit Apparatus merilis 3 lagu demo mereka pada pertengahan tahun 2004 sebagai salah satu promosi mereka di konser-konser lokal, sekolah, mall, dan lokasi-lokasi lain di luar Florida sampai akhirnya mereka merilis self titled album pertama mereka di akhir tahun 2004 yang berjudul “The Red Jumpsuit Apparatus”.
Don’t You Fake It (2005-2007)
Kemudian pada tahun 2006, mereka mengeluarkan album kedua mereka yang berjudul “Don’t You Fake It” dengan hits mereka “Face Down”, “False Pretense”, “Your Guardian Angel”, and “Damn Regret”.
Album The Red Jumpsuit Apparatus “Don’t You Fake It” Deluxe Edition (CD/DVD) dirilis pada 23 Februari 2007. Dalam CD tersebut terdapat dua lagu ekslusif, yaitu versi akustik dari lagu mereka yang berjudul “Face Down” dan sebuah lagu yang belum pernah dirilis di album (bonus track) “Disconnected”. Juga, pada bulan Mei 2007, salah satu single mereka, “Face Down”, menjadi salah satu soundtrack dalam film “Georgia Rule”.
Lonely Road (2008-sekarang)
Pada bulan Juni 2007, The Red Jumpsuit Apparatus mulai mengerjakan album kedua mereka, Lonely Road, yang akan dirilis pada musim panas 2008.
Pada bulan April 2008, The Red Jumpsuit Apparatus memulai tour akustik mereka dengan grup band Amaru, yaitu sebuah band yang berasal dari kota yang sama dengan mereka.
Pada 30 September 2008, The Red Jumpsuit Apparatus membuat blog mereka di MySpace, yang akan menampilkan sebuah lagu ‘demo version’ dari album yang akan dirilisnya. Lagu tersebut akan tersedia bagi member The Red Jumpsuit Apparatus “Alliance” fan group. Dalam album ini, terdapat beberapa lagu hits, diantaranya “Pen and Paper” dan “You Better Pray” dan sebuah single pertama mereka “Lonely Road” dari album yang sama berjudul “Lonely Road”.
Di awal Oktober 2008, Matt Carter menggantikan pemain gitar mereka sebelumnya. Carter pernah bekerja dengan band ini sebelumnya, ia sempat ditanya apakah ingin bergabung dengan The Red Jumpsuit Apparatus sebagai personil band, namun ia menolaknya. Sampai pada akhirnya ia ditanya kembali dan ia setuju untuk bergabung.
Pada 20 Maret 2009, Red Jumpsuit Apparatus merilis EP berjudul Shock Session, dan juga versi akustik dari “Pen & Paper”, “You Better Pray”, dan “Face Down”.
Rabu, 14 Desember 2011
Opium Biografi
OPIUM dibentuk pada awal tahun 2007 dengan line-up Fajar (Vokal), Tony (Gitar), Arief (Drum), Yorghi (Bass). Awalnya band ini adalah band proyek saja karena masing-masing personil punya band sendiri-sendiri. Sebut saja Arief dan Fajar yang keduanya personil FINGER OF DEATH, Tony dengan DOWN SYNDROM-nya, dan Yorghi dari INCORUPT. Tetapi seiring waktu mereka semakin mantap membentuk sebuah band baru dengan genre Brutal Death Metal. Sebelum bernama OPIUM band ini bernama "Sodomical Of God".
Formasi awal tidak lama bertahan karena keluarnya Yorghi dari band. Seiring dengan kekosongan posisi bass, nama "Sodomical Of God" pun mereka ganti dengan OPIUM. Sampai akhirnya pada pertengahan tahun 2007 mereka memilih Hadi sebagai pemain bass baru di Opium. Namun tak lama Hadi pun mengundurkan diri karena sibuk dengan pekerjaannya.
Pada awal tahun 2008 akhirnya OPIUM bertemu Chandra (Eks - Faith Must Pain), sepakat untuk merekrut Chandra sebagai pemain bass baru di OPIUM. Dan di pertengahan tahun 2008 OPIUM mengeluarkan promo lagu dengan judul, "Bingkai Mayat Membusuk", "Propaganda Religion", dll. Dengan line-up terbaru Fajar (Vokal), Tony (Guitar), Chandra (Bass), dan Arief (Drums), OPIUM terus bertahan sampai sekarang.
INFLUENCE:
-SUFFOCATION
-DISAVOWED
-DYING FETUS
-DISGORGE
-CONDEMNED
-PYAEMIA
-JASAD
-BLEEDING CORPSE
-SIKSA KUBUR
Selasa, 15 November 2011
Biografi Attack Attack!

Formasi dan Suatu hari datang secara tiba-tiba
Attack Attack! berdiri pada tahun 2005 oleh anggota Austin Carlile, Ricky Lortz, Andrew Whiting, Nick White, dan Andrew Wetzel sebagai kelompok Metalcore primer. Seiring berjalannya waktu mereka menambahkan pemain keyboard Caleb Shomo. Beberapa bulan kemudian Nick Putih mengumumkan keberangkatannya dari grup dan Yohanes Holgado ditambahkan pada bass. Pada awal 2008 mereka merilis sendiri EP debut mereka berjudul Jika Guns Apakah dilarang, Dapatkah Kami Menggunakan Pedang?. Kemudian mereka menandatangani to Rise Records pada Juni 2008 dan merilis album debut mereka, Someday Came Tiba-tiba, pada label akhir tahun itu [2]. Suatu hari Datang Tiba-tiba memuncak di # 25 di chart Billboard Album Independen dan # 193 di Billboard 200, [3] dengan penjualan lebih dari 3.600 dalam minggu pertama. [4]
Carlile's keberangkatan dan kedatangan Barham's (2008-2009)
Kemudian, setengah tur mendukung Maylene dan Anak-anak Bencana, Attack Attack! Austin vokalis Carlile dipecat oleh kelompok karena perbedaan pribadi. Carlile digantikan oleh Nick Barham, mantan vokalis Untuk Semua Kita Tahu. Pada tahun 2009 untuk Punk kedelapan Fearless Records 'Goes ... album, Punk Goes Pop 2, Attack Attack! ditutupi Katy Perry's "I Kissed a Girl" dengan Austin Carlile melakukan vokal, sebelum keberangkatannya dari band. Attack Attack! kemudian melakukan tur dengan Escape Nasib, William Control, Black Tide dan Burn Halo awal tahun 2009. [5] Attack Attack! dimasukkan di Warped Tour 2009 dan melakukan penandatanganan untuk organisasi nirlaba Musik Menyimpan Kehidupan di mana mereka bertemu dengan fans yang mendapatkan akses khusus untuk band dengan menyumbang darah.
Barham's keberangkatan (2009-2010)
Attack Attack! merilis sebuah video musik untuk lagu mereka yang sangat dikritik "Stick Stickly", dan membuat premier pada MTV2's Headbangers Ball. Dua video musik diciptakan, dengan salah satu dari mereka yang diproduksi oleh sebuah perusahaan bernama DecembersEdge. Band ini memutuskan untuk pergi dengan video lain yang ditampilkan di profil MySpace mereka. The "Stick Stickly" video telah menyebabkan sejumlah kritik, termasuk potongan-potongan panjang oleh Buddyhead dan koran Inggris The Guardian. [6] [7] band ini juga memiliki "live" video untuk lagu "Dr Shavargo Pt. 3 ". [8]
Pada tanggal 19 Oktober 2009, memimpin vokalis Nick Barham mengumumkan keberangkatannya dari Attack Attack! hanya dua singkat tur yg terkenal mereka hari. Dia menyatakan dalam blognya di MySpace bahwa "Itu hanya waktu untuk perubahan," dan bahwa tidak ada konflik antara dia dan anggota band lainnya [9] Band ini kemudian membuat keputusan Caleb Shomo untuk. Dipindahkan sebagai band utama vokalis tapi masih tersisa di tempat sebagai keyboardis juga. [10]
Menjelang akhir 2009, Attack Attack! tur dengan I Set My Friends On Fire, Miss Mei saya, kami Malam Terakhir, dan The Moral Warna sebagai bagian dari "rusak Til Kau Mati" tur. Attack Attack! mulai bermain "Seksual Man Chocolate", yang merupakan lagu pertama bocor dari self-titled album mereka.
Self-titled album (2010-sekarang)
Attack Attack! Arteri 2010 berjudul Across the Tour Bangsa dengan dukungan dari Alexandria, saya lihat Bintang, Breathe Carolina dan Bury Besok pada awal 2010. Grup yang dilakukan tiga lagu dari album self-titled mereka hidup selama tur sebelum rilis. Lagu-lagu dilakukan adalah "Seksual Man Chocolate", "AC-130", dan "A Untuk Andrew". [11] Album self-titled dirilis pada tanggal 8 Juni 2010. Judul bekerja untuk itu dimaksudkan untuk menjadi, "Shazam!" Namun berubah karena masalah hak cipta.
Kelompok ini dilakukan pada Altec Lansing Tahap selama Warped Tour 2010 untuk seluruh tur. Mereka akan bertualang pada Ini Suatu Wisata Keluarga pada bulan November.
Gaya musik dan pengaruh
Attack Attack! telah dikenal untuk melaksanakan Metalcore [12] dan post-hardcore [6] genre dikombinasikan dengan pengaruh electronica [13] Kombinasi ini biasanya memiliki sifat yang berbeda dalam musik Attack's yang mencakup (namun tidak terbatas pada) bernyanyi Auto-Tuned., techno-dipengaruhi kerusakan dan solo keyboard.
Kontroversi
Setelah insiden Burning Tubuh
Sebuah video dari Setelah Tubuh Burning, tindakan deathcore Texas, menunjukkan bahwa Attack Attack! diduga disalin citra UABB di foto promosi mereka untuk Ini Suatu Wisata Keluarga dengan Emmure, Pierce the Veil, Dalam Ketakutan dan Iman, dan Of Mice & Men, karena mereka mengenakan pakaian formal dan dalam gaya mirip dengan mafia. Setelah Tubuh Burning telah "menyatakan perang" pada Attack!, Dan dalam video, mengambil kartu pos iklan tur dan bermain panah menggunakan mereka dan berpura-pura untuk menembak mereka. [14] dan bahkan mengatakan bahwa mereka telah "menaruh hit pada Attack Attack! "[15] Namun, ketika kipas angin yang bertanya Andrew Wetzel di account-nya Formspring jika dia telah melihat video, ia menjawab dengan" Siapa itu? ", mengacu pada Setelah Tubuh Burning. [16] Dalam kemudian posting, setelah melihat video, ia menjawab dengan "Hahahaha Jelas tidak. hal terberat yang pernah kulihat... lol." [17] Attack Attack! tidak melakukan apa pun di respon langsung terhadap video ini.
Band anggota
Saat ini
* Johnny Franck - clean vokals , gitar rhythm (sejak 2005)
* John Holgado - gitar bass (sejak 2005)
* Caleb Shomo - vokal, programming (sejak 2009), synthesizer, keyboard (2008-2009)
* Andrew Wetzel - drum (sejak 2005)
* Andrew Whiting - lead guitar (sejak 2005)
Mantan
* Nick Barham - vokal (2008-2009)
* Austin Carlile - vokal (2005-2008)
* Ricky Lortz - gitar, clean vocals (2005)
* Nick Putih - bass guitar (2005)
Saosin Biografi

Meskipun banyak penilaian kalau band ini justru membawakan aliran Emo suatu aliran yang sama-sama asalnya dari punk rock ataupun hardcore punk dimana warna musiknya kedengaran lembut tapi hentakan beat-nya ekspresif dengan emosi pengusungnya, dimana warna musik ini diusung semisal My Chemical Romance dan Panic At The Disco. Aliran Emo saat ini lebih mengarah kepada style 'gaulnya' si bintang rock dengan para fans-nya. Maka wajar jika dibilang sama atau mirip, karena para personel Saosin sendiri berasal dari aliran yang berbeda-beda namun tetap bercirikan warna alternative punk rock.
Post Hardcore yang diusung Saosin beat-nya terdengar seperti menahan emosi, kedengarannya keras tetapi ritme yang dimainkan mereka lambat. Aliran ini memang mementingkan keseimbangan disonansi dan nyanyian, jadi kesannya lambat banget. Meskipun gitu tetap asik untuk dinikmati, dan gak sampai disitu 'aja' isi lirik lagu dekat sama kehidupan remaja dan pemberontakan dengan pembawaan energik kalau di panggung. Coba aja simak lagu You're Not Alone mengajak orang untuk optimis untuk menghadapi masalah. Atau juga Burry Your Head, meskipun menyeramkan tapi maknanya dalam banget memberikan pesan bagi kita untuk instropeksi diri
Langganan:
Postingan (Atom)



