Minggu, 09 Agustus 2020

Mengenang 20 Tahun Album "DUA SISI" Burgerkill Inilah Keseruan Di Balik Penggarapan nya

Mengenang 20 Tahun Album "DUA SISI" Burgerkill Inilah Keseruan Di Balik Penggarapan nya

Tahun ini,adalah tepat dua
dekade perilisan album debut Burgerkill,"Dua Sisi" pertama kali
pertama kali di perdengarkan ke publik metal saat itu lewat rilisan
"Riotic Records" yang berformat kaset.

Hanya di produksi 2000 keping dan akhirnya ludes dalam waktu 3 bulan saja.Lima tahun setelahnya,"Dua Sisi" lantas di rilis ulang oleh Sony Music Entertainment Indonesia dalam format cakram padat (CD).

"Dua Sisi" sendiri di rakit dari beberapa
single yang telah di lepas burgerkill saat masih "balita".Di mulai pada 1997-atau dua tahun setelah terbentuk - ketika band yang era itu masih di perkuat formasi True "Eben" megabenz (gitar),Iman Rahman Aggawiria Kusumah a.k.a Kimung (bass),Toto Supriatin (Drum) dan mendiang ivan 'Scumbag' Firmansyah (Vokal) mendapat tawaran terlibat di album kompilasi "masaindah bangetsekalipisan" yang diinisiasi musisi senior bandung richard mutter (Pas Band).
Di kompilasi yang juga melibatkan band-band keras terbaik bandung saat itu,seperti Puppen,Full Of Hate dan Cherry Bombs Hell,Burgerkill menyodorkan single "Revolt!".

Single berikutnya,"Offered Sucks" dan "My Self" juga terabadikan lewat sebuah album kompilasi berjudul "Breathless" yang di lepas pada akhir 1997.Lalu menyusul tahun berikutnya,Burgerkill melahirkan single baru bertajuk "Blank Proudness" yang menjadi salah satu amunisi di kompilasi "Independent Rebel".nah,deretan single itulah-kecuali "Offered Sucks"-yang akhirnya menjadi peluru album "Dua Sisi" versi Riotic Records,bersama lagu lain nya seperti "Heal The Pain","Let's Fight","M.T.P.M","Hancur","Rendah","Homeless Crew","Everything Sux"!,dan "Guilty Of Being White",sebuah komposisi cover milik unit hardcore punk senior asal AS,Minor Threat

Namun ketika versi reissue di terbitkan Sony Music tahun 2005,"Guilty Of Being White",terpaksa harus di hilangkan karena terbentur izin,di mana pihak Minor Threat memang sejak awal hanya mengizinkan lagunya di pakai dalam koridor rilisan indie atau independen.Sebagai gantinya,Burgerkill pun memasukan lagu "Everlasting Hope Never Ending Pain" yang sebelumnya termusat dalam album kompilasi "Ticket To Ride" (2000).

Mundur ke 1998,sebenarnya untuk prises rekaman "Dua Sisi" yang di eksekusi di studio 40.1.24 (sekarang studio Rebuilt)
milik richard mutter sudah rampung.
Namun sebagai band baru yang masih terhadang mengumpulkan pundi dana,perilisan album itu pun harus tertunda.Hingga akhirnya datang tawaran kerja sama dari Riotic Records,label independen milik dadan ketu,manajer burgerkill saat ini.perilisan "Dua Sisi" pun tetwujudkan pada juni 2000,setelah sebelumnya mengulang proses rekaman beberapa single yang berasal dari proyek kompilasi.

Sayangnya,lagu "Offered Suks" urung di ikutkan karena mereka telah membelanjakan isi kantong sekitar Rp.6 juta untuk penggunaan studio rekaman dan membeli sekitar 10 kaset DAT (Data Audio Tape)untuk penyimpanan audio hasil rekaman.tak tersisa lagi dana untuk rekaman ulang.Sementara di sisi lain,pihak band masih terbebani biaya untuk pemolesan mixing dan mastering seluruh lagu.

Bahkan satu peristiwa yang sempat membuat jantung para personel Burgerkill terasa "ngeri-ngeri sedap"adalah ketika master rekama "Dua Sisi" yang belum melalui proses mixing dan mastering lenyap.

"Master tape-nya sempat hilang dua hari di ambil tukang becak gara-gara ketinggalan di depan pagar kost-an gue.Waktu itu gue sama anak-anak kemaleman pulang habis nongkrong di ujung berung.Pas pulang ke kost-an udah di kunciin sama yang punya,jadi kami ketiduran di depan pagar sampai pagi.Nah pas di bukain pagarnya kami langsung pada masuk kamar lanjutin tidur,kelupaan ada (bungkusan) plastik isi master "Dua Sisi" ketinggalan di depan pagar,terus di ambil sama tukang becak yang lewat! dua hari kami nyari-nyari info tukang becaknya alhamdulilah ketemu,yerus kami harus tebus lagi bayar 300.000 ke tukang becak nya,kenang" Eben sambil tertawa.

Bagi eben yang di hubungi MUSIKERAS,bagaimana pun "Dua Sisi" adalah fondasi musik Burgerkill yang membuat mereka kokoh berdiri dan terus berkembang sampai sekarang.bahkan kalaupun di beri kesempatan,Burgerkill tak akan berniat merevisi album tersebut.

"Buat kami album itu adalah catatan sejarah.bisa di dengarkan pengaruh musik kami di awal-awal yang terpengaruh New York hardcore,Europe Hardcore dan Old School Hardcore.Kekurangan-kekurangn di "Dua Sisi" adalah membentuk (musik)burgerkill sekarang.Begitulah adanya,tutur eben menegaskan.

Malah,saat mengerjakan album "Adamantine"(2018) personel burgerkill saat ini-Eben,Vicky Mono (Vokal),Agung Hellfrog (Gitar),Ramdan Agustiana (Bass) dan Putra Pra Ramadhan (Drum)-mengaku kembali mendengarkan "Dua Sisi" untuk meresapi kembali spirit,agresi serta emosi yang tetcurah di album tersebut.

"Kami sempat binggung di 'Adamantine' mau ngapain lagi? akhirnya re-visit lagi 'Dua Sisi'.Kayak band baru lagi.Jadi 'Dua Sisi' itu related banget dengan 'Adamantine',"ungkap eben meyakinkan.

Di luar perkiraan,20 tahun perilisan "Dua Sisi",pandemi Covid-19 mendadak datang mendera dan membuyarkan momentum Burgerkill untuk merayakan ulang tahun album tersebut.Tadinya,sempat tercetus niat menggelar tur kecil-kecilan untuk merayakannya,yang sekaligus di kaitkan dengan hari jadi ke-25 Burgekill.Tapi apa boleh buat,semuanya harus di tunda.kini,untuk mengisi kekosongan,Burgerkill berencan mengabadikan "Dua Sisi" dalam format piringan hitam,tradisi yang telah di lakukan sejak album fenomenal "Beyond Coma And Despair" (2006).

Sementara itu,pada 2 agustus 2020 lalu,Burgerkill baru saja melepas video musik terbaru berjudul "Paradoks",yang merupakan single dari album "Adamantine".

Empat hari lalu,band asal ujung berung,Bandung ini juga merilis kaset album "Adamantine" dalam jumlah terbatas,yakni hanya 500 keping,dan langsung terjual habis dalam hitungan 24 jam!

Sufism Mulai Kerjakan Karya Terbaru, Single Baru, Album Baru??Karya terbaru dari band ini tengah dalam proses Mixing dan Mastering


Sufism Mulai Kerjakan Karya Terbaru, Single Baru, Album Baru??

Karya terbaru dari band ini tengah dalam proses Mixing dan Mastering

Sufism nampaknya telah melangkahkan kaki pertamanya bagi karya terbaru mereka yang akan datang, band deathmetal asal Bandung ini saat telah terlihat tengah melakukan sesuatu di dalam studio

Dilansir dari postingan terbaru di Instagram Sufism, disana kita digoda dengan video singkat dokumentasikan kegiatan mereka di studio, di dalam caption mereka menulis karya terbaru sedang dalam tahap Mixing dan Mastering

Belum ada bocoran mengenai karya terbaru apa yang sedang mereka kerjakan, mungkinkah Single terbaru, atau mungkin bisa jadi juga ini akan jadi Album terbaru, mereka hanya mencatat bahwa karya baru ini akan keluar melalui label Brutalmind Records

Senin, 08 Juni 2020

Forgotten Janjikan Amunisi Lebih Sompral Di Album Terbaru Mereka Yang Akan DatangSetelah “Kaliyuga” Forgotten menggoda kita dengan album baru mereka yang akan datang

Amunisi sompral memang sudah menjadi makanan sehari hari bagi unit Deathmetal asal Bandung ini, Forgotten baru baru ini telah dikabarkan akan kembali dengan album terbarunya yang akan datang.

Saat ini album tersebut masih dalam proses pengerjaan, berdasarkan postingan terbaru mereka di instagram, album tersebut masuk ke tahap tracking Bass, sebelumnya mereka menyelesaikan tracking Drum beberapa hari yang lalu
Kemarin lebih tepatnya tanggal 16 Mei 2020, Forgotten telah memberikan informasi terkait album baru di DCDC Ngabuburit Virtual bareng Forgotten
Forgotten terakhir kali merilis karya terbarunya bertajuk album Full Length “Kaliyuga” yang keluar melalui SEM Records pada tanggal 20 Maret 2020, album terbaru Forggoten lanjutan dari album “Kaliyuga” diharapkan akan keluar ditahun 2020

Jumat, 29 Mei 2020

Burgerkill Rilis Album EP yang Berjudul 'Killchestra'


Band metal asal kota Bandung, Burgerkill telah merilis album mini terbaru mereka bertajuk ‘Killchestra’. Uniknya, album ini meng-kolaborasikan instrumen orchestra didalam nya.

“Yes, Finally @burgerkill’s official new EP Album ‘Killchestra @burgerkillofficial’s new EP Album ‘Killchestra’ will be released on April 19th, 2020 as limited 300 copies of Boxset Vinyl + CD and Gatefold Vinyl.” Tulis Burgerkill di akun Instagram mereka.

“Ini adalah salah satu album tereklektik yang pernah kami kerjakan dengan ide vital yang luas dan hal baru dalam aransemen musik kami,” lanjut Burgerkill.

Total akan ada enam buah lagu yang terdapat di mini album tersebut, mulai dari “Anjing Tanah”, “Penjara Batin”, “An Elegy”, “Only the Strong”, “Angkuh” dan “Tiga Titik Hitam”.

Untuk aransemen musik dalam lagu tersebut dipercayakan kepada Alvin Witarsa. Dalam album tersebut Burgerkill juga dibantu oleh Czech Symphony Orchestra, sebuah orkestra dari Praha, Republik Ceko


Jumat, 25 Oktober 2019

Burgerkill Siap 'Hajar' Amerika Lewat 'Adamantine American Tour 2019'

14 kota, 16 titik pertunjukan.

Kurang lebih 24 tahun lamanya, unit metalcore asal Bandung, Burgerkill terbentuk. Dan selama itu pula, band yang kini diperkuat oleh Eben (gitar), Agung Hellfrog (gitar), Vicky (vokal), Ramdan (bass), dan Putra Pra Ramadhan (drum) terus bergerak dan tak berhenti berinovasi.

Segala rintangan dan tantangan selama ini telah dihadapi dengan jawaban sebuah karya yang selalu beda di tiap albumnya. Terbukti semangat tersebut membawa Burgerkill menembus beberapa festival musik cadas bergengsi dan legendaris dunia seperti Soundwave Fest 2019, Big Day Out 2010 di Australia, Wacken Open Air 2015 dan mendapat Golden Gods Awards kategori ‘Metal As Fu*k’ dari majalah musik ternama Inggris, Metal Hammer.

Di tahun 2018 lalu, Burgerkill pun menggelar tur panjang ke beberapa tempat di benua Eropa, Asia, Amerika dan negara Australia. Sayangnya, saat ingin tampil di benua Amerika tertunda karena masalah legal.

Tahun 2019, mimpi Burgerkill terus berlanjut seiring promo album teranyar ‘Adamantine’, akhirnya mereka akan menghajar ‘jalanan’ 14 kota negara bagian Amerika Serikat dengan 16 titik venue.

Yups, Burgerkill dipastikan bakal beraksi dan membuat panas penikmat musik cadas di Amerika Serikat mulai 16 – 31 Oktober 2019 dalam rangkaian ‘Adamantine American Tour 2019’. Dalam pertunjukan mendatang, Burgerkill akan ditemani oleh band Indonesia yang sudah dinaturalisasi bernama Suaka.

Bagi teman-teman yang berada di Amerika Serikat, bersiap deh kunjungi venue ‘Ademantine American Tour 2019’ Burgerkill. Untuk informasi lebih lengkap langsung aja kepoin sosial media @burgerkillofficial.

Senin, 21 Oktober 2019

Album Review Dead Vertical XVII

Bertahan selama 17 tahun dalam belantika musik underground di Indonesia bukanlah perkara mudah, jadi pantas lah salah satu unit grindcore paling berbisa ibu kota, DEAD VERTICAL merilis sebuah album selebrasi karir mereka yang bakalan genap delapan belas tahun pada bulan November besok. Sepanjang karirnya grup musik yang dimotori oleh Boy, Bonz, dan Arya tetap stay trve menggerinda jiwa dan raga penggilanya di penjuru tanah air dengan modal repertoire dari diskografi mereka yang mentereng, bodo amat dengan tren musik yang digemari anak muda tanah air yang datang dan mati silih berganti, DEAD VERTICAL tetap setia dalam jalurnya menyiarkan musik ngebut tanpa basa-basi terinspirasi senior mereka di benua seberang laut sana seperti TERRORIZER, NAPALM DEATH, NASUM dan MISERY INDEX.

    Tapi mereka bukan hanya sebuah monolith yang mengandalkan amunisi yang ituitu saja, setiap album penuh yang DEAD VERTICAL lontarkan sudah pasti menawarkan nuansa baru, warna baru dan pengaruh musikal baru, memang kadang hal baru yang diperkenalkan bisa membuat fans berat mereka keder apalagi di kalangan grindcore puritan, seperti pada Perang Neraka Bumi (2011) yang menukarkan lagu-lagu kritik sosial pedas dalam lagu berdurasisatu-dua menitan membabi buta dalam Infecting The World (2008) dengan atmosfir kelam keliaran medan perang terinspirasi unit Death metal legendaris BOLT THROWER dikemas dalam gaya deathgrind modern penuh kocokan, betotan dan gebukan ngethrash dan kadang groovy ala SEPULTURA. Angkasa Misteri (2016) yang dirilis lima tahun setelahnya yang lebih banyak membahas tema-tema personal namun masih ugal-ugalan tidak terlalu banyak mengubah blueprint dari ‘Perang Neraka Bumi’.

    Pada album ke-5 sepertinya tidak mau ribet-ribet mencari judul album yang tepat, cukup dengan angka tujuh belas dalam angka romawi ‘XVII’, penamaan tersebut juga pas mengingat kumpulan lagu kali ini merupakan sebuah album selebrasi perjalanan grup musik ini dari semenjak dulu dibentuk pada tahun 2001, Bekerja sama dengan BlackAndje Records, DEAD VERTICAL memuntahkan tujuh belas track beringas (ditambah satu hidden track) yang menggambil segala elemen yang mereka tulis semenjak Fenomena Akhir Zaman (2001) dan merangkumnya kedalam lagu-lagu in your face yang mampu membakar sound system anda sekalian, ‘XVII’ bisa dibilang album semi back to the roots bagi DEAD VERTICAL, mengembalikan lagi komposisi ngegass poll ala Infecting The World, bukan berarti mereka lupa dengan perkembangan kamus bermusik mereka selama satu dekade terakhir.

    Layaknya sebuah perjalanan karir semakin kebawah lagu yang disajikan menunjukan evolusi musik DEAD VERTICAL dari nomor-nomor awal yang lebih straightforward ke pertengahan album yang berisikan materi yang lebih kompleks dan teknikal, walau tetap dalam durasi yang dibatasi satu-dua menitan hingga sisi eksperimental trio ini dalam lagu instrumental ‘17+’ yang menampilkan style Industrial metal layaknya GODFLESH dan NINE INCH NAILS, dari segi kontek lirik yang disemburkan kali ini Boy kembali lagi banyak membahas permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat sekarang, mulai dari intoleransi, penyebaran kebohongan/pembodohan yang makin menjadi-jadi, kritik terhadap manusia sekarang yang terlalu terkekang dengan teknologi era modern, hingga ‘Bulungan Bergetar’ lagu anthemic pembakar massa yang bisa jadi theme song Bulungan Outdoor setiap ada acara.

    Turut mengundang teman seperjuangan untuk berpesta bersama yaitu Daniel Mardhany (DEADSQUAD) pada ‘Doktrinator Terror’. Bagi yang sudah menunggu-nunggu album terbaru DEAD VERTICAL dari kemarin sudah pasti bakal terpuaskan dengan ‘XVII’, apalagi dengan materi lagu-lagu kali ini yang langsung menginjak pedal gas tanpa kasih kendor semenjak detik pertama, langsung nampol tanpa perlu piker panjang dan langsung bikin ngos-ngosan ketika track terakhir selesai berkumandang. Baitbait berbisa dan riff yang disajikan Boy tetap berbahaya dan catchy beudh, saya yakin betul lagu ‘Bloody Roads’ misalnya yang main riff nya rada MEGADETH-esque tak perlu waktu lama untuk membuat pendengarnya ngangguk-ngangguk, begitu juga bassline dari Bonz yang siap siaga mencabik-cabik rambut telinga, dan jangan ditanya kegaharan Arya dalam membabat setiap bar dengan gebukan-gebukan mautnya. Sebagai sebuah perayaan ‘XVII’saya sudah berhasil menghasilkan pesta liar yang gak bakal membuat pendengarnya mengeluh sama sekali, kecuali anda tetangga sebelah yang bakal ngamuk kalau tengah malam pun anda masih memutar album ini kencangkencang, jadi hati-hati saja jangan sampai di satroni pak RT nanti.

Jumat, 18 Oktober 2019

JASAD Finally release new Album

Album yang ditunngu penggemar band brutal death asal kota kembang Bandung ini akhir nya release pada 29 Sept lalu. Album yang bertitile “5” yang sudah banyak di nanti para fans Jasad di release oleh rottrevore records dan di distribusikan oleh extremesouls production. Jasad menggelar launch album 5 di acara hearing sessions first day selling di Bandung jawabarat. Banyak response positive dari album baru band yang sudah go international ini datang dari penggemar death metal nusantara.