Kamis, 05 Januari 2012

Attack Attack! - Deluxe (2011)


Artist - Attack Attack!
Album - Attack Attack! (Deluxe)
Year - 2011
Genre - Post-Hardcore/Screamo/Electro
Website - http://www.myspace.com/attackattack
Country - Ohio, United States

Tracklist :

1. Last Breath
2. Pick A Side
3. Criminal
4. All Alone
5. Sexual Man Chocolate
6. Renob Nevada
7. “I Swear I’ll Change”
8. Shut Your Mouth
9. A For Andrew
10. Smokahontas
11. AC-130
12. Fumbles O’Brian
13. Turbo Swag
14. Lonely
15. Sexual Man Chocolate (Remix)
16. AC-130 (Remix)
17. “I Swear I’ll Change” (Acoustic)
18. Turbo Swag (Acoustic)
ImageShack

A Skylit Drive - Identity On Fire [2011]


Artist - A Skylit Drive
Album - Identity On Fire
Year - 2011
Genre - Post-Hardcore/Screamo
Website - http://www.myspace.com/askylitdrive
Country - California, United States

Tracklist :

1. Carry The Broken
2. Too Little Too Late
3. Xo Skeleton
4. Conscience Is A Killer
5. Ex Marks The Spot
6. The Cali Buds
7. Your Mistake
8. Fuck The System
9. 500 Days Of Bummer
10. Tempt Me, Temptation
11. Identity On Fire
12. If You Lived Here You’d Be Home
ImageShack

Danger Ranger - Party Animal (2010)



Artist - Danger Ranger
Album - Party Animal EP
Year - 2010
Genre - Powerpop/Pop Rock
Website - http://www.myspace.com/dangerangerock
Country - Bandung, Indonesia

Tracklist :

1. Should I Stop This
2. She Says, Break Up
3. Party On
4. Hidupkan Mimpi
5. Berhenti Melangkah
6. With You
7. What A Horrible Date (Bonus Track)
8. Party On (Remix) (Bonus Track)
ImageShack

Seringai - High Octane (2004)


Artist - Seringai
Album - High Octane Rock
Year - 2004
Genre - Hardcore/Southern Rock/Rock
Website - http://www.myspace.com/highoctanerock
Country - Jakarta, Indonesia

Tracklist :

1. Lycanthropia Part I
2. Puritan
3. Alkohol
4. Akselerasi Maksimum
5. Membakar Jakarta
6. Lencana
7. Jealous Again
8. Lycanthropia Part II

ImageShack

Seringai - Serigala Militia (2008)

Seringai - Serigala Militia [2007]


Artist - Seringai
Album - Serigala Militia
Year - 2007
Genre - Southern Rock/Hardcore/Rock
Website - http://www.myspace.com/highoctanerock
Country - Jakarta, Indonesia

Tracklist :

1. Berhenti Di 15
2. Psikedelia Diskodoom
3. Amplifier
4. Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan)
5. Menelan Mentah, Semua Ini Tak Akan Bertahan Lama
6. Serigala Militia
7. Skeptikal
8. Citra Natural
9. Marijunaut
10. Lagu Ini Tidak Sependek Jalan Pikiranmu
11. Kilometer Terakhir

ImageShack

Biografi The Red Jumpsuit Aparatus

The Red Jumpsuit Apparatus adalah sebuah band yang ber-genre alternative rock yang dibentuk pada tahun 2001 di Middleburg, Florida. Personil band ini terdiri dari Ronnie Winter - Lead Vocals, Guitar, Percussion, Duke Kitchens - Guitar, Piano, Vocals, Joey Westwood - Bass, Vocals, Jon Wilkes - Drums, Vocals.

Band ini secara resmi dibentuk oleh Ronnie Winter dan Duke Kitchens pada tahun 2001 setelah mereka memainkan ‘cover song’ Blink-182 di AP music theory. Selama 18 bulan mereka menciptakan lagu namun belum juga dapat membuat album untuk lagu yang telah mereka ciptakan, sampai akhirnya Joey Westwood dan Jon Wilkes bergabung dan membentuk band The Red Jumpsuit Apparatus tersebut sehingga mereka menjadi band lokal di Florida.

The Red Jumpsuit Apparatus merilis 3 lagu demo mereka pada pertengahan tahun 2004 sebagai salah satu promosi mereka di konser-konser lokal, sekolah, mall, dan lokasi-lokasi lain di luar Florida sampai akhirnya mereka merilis self titled album pertama mereka di akhir tahun 2004 yang berjudul “The Red Jumpsuit Apparatus”.

Don’t You Fake It (2005-2007)

Kemudian pada tahun 2006, mereka mengeluarkan album kedua mereka yang berjudul “Don’t You Fake It” dengan hits mereka “Face Down”, “False Pretense”, “Your Guardian Angel”, and “Damn Regret”.

Album The Red Jumpsuit Apparatus “Don’t You Fake It” Deluxe Edition (CD/DVD) dirilis pada 23 Februari 2007. Dalam CD tersebut terdapat dua lagu ekslusif, yaitu versi akustik dari lagu mereka yang berjudul “Face Down” dan sebuah lagu yang belum pernah dirilis di album (bonus track) “Disconnected”. Juga, pada bulan Mei 2007, salah satu single mereka, “Face Down”, menjadi salah satu soundtrack dalam film “Georgia Rule”.

Lonely Road (2008-sekarang)

Pada bulan Juni 2007, The Red Jumpsuit Apparatus mulai mengerjakan album kedua mereka, Lonely Road, yang akan dirilis pada musim panas 2008.

Pada bulan April 2008, The Red Jumpsuit Apparatus memulai tour akustik mereka dengan grup band Amaru, yaitu sebuah band yang berasal dari kota yang sama dengan mereka.
Pada 30 September 2008, The Red Jumpsuit Apparatus membuat blog mereka di MySpace, yang akan menampilkan sebuah lagu ‘demo version’ dari album yang akan dirilisnya. Lagu tersebut akan tersedia bagi member The Red Jumpsuit Apparatus “Alliance” fan group. Dalam album ini, terdapat beberapa lagu hits, diantaranya “Pen and Paper” dan “You Better Pray” dan sebuah single pertama mereka “Lonely Road” dari album yang sama berjudul “Lonely Road”.

Di awal Oktober 2008, Matt Carter menggantikan pemain gitar mereka sebelumnya. Carter pernah bekerja dengan band ini sebelumnya, ia sempat ditanya apakah ingin bergabung dengan The Red Jumpsuit Apparatus sebagai personil band, namun ia menolaknya. Sampai pada akhirnya ia ditanya kembali dan ia setuju untuk bergabung.

Pada 20 Maret 2009, Red Jumpsuit Apparatus merilis EP berjudul Shock Session, dan juga versi akustik dari “Pen & Paper”, “You Better Pray”, dan “Face Down”.

Memplagiat Kiamat

Semuanya berawal dari sebuah kondisi ketidak jelasan dan kegamangan kami mensikapi kenyataan.Ketika mereka ramai berbicara tentang rencana kota ini dijadikan sebagai proyek percontohan 'Kota Kreatif Se-Asia Pasifik'.Ketika mereka asik berbagi teori dan argumen tentang bagaimana seharusnya membangun 'Kota Kreatif Yang Bermartabat'
sementara persoalan mendasar di level akar rumput sama sekali tidak mereka sentuh.Ketika wacana 'Industri Kreatif untuk kesejahteraan bangsa' justru yang terjadi sekarang adalah 'industri kreatif untuk kesejahteraan bangsa' justru yang terjadi sekarang adalah 'industri kreatif untuk mensejahterakan pengusaha'.Kami dipaksa tertawa ketika harus membandingkan kawan kami yang bertugas sebagai 'penjaga distro' gaji perbulannya 900ribu sementara pendapatan bos nya 60 juta perbulan.Kawan kami megap-megap setiap bulannya mencoba menyelesaikan persoalan hidup yang serba matematis.Bagaimana cara melunasi kontrakan,membayar cicilan motor,biaya kesehatan,makn sehari-hari dan mencoba menabung untuk dana pensiun.Sementara setiap tahun boss nya gonta-ganti mobil dengan cicilan perbulannya empat puluh kali nilai jumlah gaji kawan kami.Hingga akhirnya kami yang setiap malam dipaksa terdampar kembali di pinggir jalan tenggelam dalam alur diskusi sengit ketika beberapa kawan yang lain mulai mengeluh tentang betapa sulitnya perijinan untuk menggelar event musik underground yang berdampak pada menurunnya apresiasi masyarakat terhadap hasil karya mereka.Beberapa band baru dengan semangat menggebu memimpikan tentang panggung musik untuk menyalurkan hasrat.
Di sisi lain,kami melihat semangat radikal baru pada diri orang-orang tersebut.
Setidaknya mereka sudah mempunyai kesadaran bahwa kondisi sekarang sama sekali tidak baik-baik saja.Mereka melihat sendiri ketika acara-acara yang diorganisir oleh EO yang melibatkan pemodal besar mendapatkan tempat dan pelayanan yang layak dari aparat pemegang kebijakan.Sebuah kondisi diskriminatif dimana aparat dan birokrat lebih memihak pada pemodal besar.Mereka menyatakan ingin menggunakan lebel kami pada apa yang mereka ingin lakukan untuk menggelar konser-konser ilegal,membuat zine underground serta unit bisnis berbasiskan kolektifisme-yang tentu saja kami tidak memiliki keanggotaan,tidak mengenal struktur organisasi yang resmi kolektif dan anti hirarki -maka tidak ada alasan lagi,langkah baru tersebut harus didukung sepenuhnya serta kami berharap untuk tidak akan pernah mengesampingkan ide-ide baru,apapun bentuknya,walaupun sebagian dari mereka tampaknya belum mengerti benar tentang kolektif ini dan hanya sekedar bergerak ke depan melalui apa yang mereka yakini dan secara tidak langsung telah membuat langkah baru bagi program-program dalam mensikapi kondisi terkini.Untuk saling lebih mengenal kami mulai melakukan diskusi intensif mengenai seni dan wacana industri kreatif itu sendiri.Maka kami memberikan beberapa contoh bahwa sebetulnya 'Seni' mampu dijadikan sebagai alat perlawanan.
16 Januari 1963 beberapa pelajar dari Carcas,Venezuela,membuat sebuah penyerangan bersenjata terhadap sebuah eksibisi seni perancis dan membawa lari lima buah lukisan terkenal,yang mana mereka mendeklarasikan bahwa mereka akan mengembalikan kelima lukisan tersebut untuk dipertukarkan dengan pembebasan tahanan politik di Vanezuela.Para pemerintah tentu tidak tinggal diam karena perampokan lukisan ternama tersebut akan mencoreng muka mereka di mata dunia internasional,terlebih lagi bagi negara penyelenggara eksibisi,perancis.Usaha pemerintah untuk mengambil kembali lukisan-lukisan tersebut akhirnya berhasil setelah harus terlibat sebuah kontak senjata dengan beberapa pelajar tersebut.Tapi beberapa hari kemudian,beberapa pelajar lain melemparkan dua buah bom kepada mobil plisi yang di gunakan untuk membawa lukisan tersebut,walaupun akhirnya tetap tidak berhasil menghancurkan kelima lukisan tersebut.Tahanan politik tersebut berasal dari beberapa kolektif secara yang aktif