Senin, 20 Januari 2014

Hammersonic Umumkan Batas Waktu Penjualan Tiket Presale

Bagi kamu yang udah nggak sabar buat menyaksikan Bullet For My Valentine, Hatebreed, Kreator, Fleshgod Apocalypse dan lainnya di gelaran Hammersonic 2014, kayaknya mesti segera antri tiketnya deh. Yup, lewat pengumuman di akun Facebook Hammersonic pada Senin (20/1) pagi, selain periode waktu yang terbatas, tiket presale juga dibatasi. Apalagi tiket nggak cuma dijual di Indonesia, tapi merambah pula ke Singapura dan Malaysia. "Selain periode waktu, tiket presale #Hammersonic2014 juga terbatas, sewaktu2 kami bisa menutup apabila telah sold out. So, don't be late!" tulis Hammersonic. Harga tiket presalenya sendiri Rp 200.000 (plus pajak pemerintah 10%, yaitu Rp 20.000). Periode waktu penjualannya sendiri yaitu mulai hari ini sampai 28 Maret 2014. Hammersonic 2014 sendiri akan digelar di Lapangan D Senayan, Jakarta pada 27 April mendatang.

Kamis, 02 Januari 2014

KISAH LAGU BLANK PROUDNESS YANG DIPOTONG DARI BUKU SCUMBAG.

Lirik “Blank Proudness” mungkin adalah lirik lagu Burgerkill yang terpanjang. Ketika Kimung menyodorkan lirik itu ke Ivan dengan terbelalak ia meradang, “Balég anjir! Lirik téh panjang-panjang teuing?! Ieu téh lirik atawa cerpén? Teu kira-kira sia mah Nyét! Atuh urang hésé nyanyina euy! ”[1] Ketika menulis lirik ”Blank Proudness” Kimung sudah menyesuaikan dengan ketukan dan pola musik yang dirancang oleh Eben. Ia memperhitungkan kalau Ivan mampu bernyanyi cepat dan mengejar pola-pola penulisan lirik panjang dengan gaya bercerita seperti band-band yang sering mereka dengar, seperti Sick of It All, Rage Against the Machine, Pantera, dan Counting Crows. Dengan pengaruh band-band itu, Kimung mengharapkan Ivan untuk mencoba bernyanyi dengan pelafalan kalimat yang cepat dan jelas dalam lirik yang panjang. Namun, ternyata pola menyanyi yang Kimung harapkan, tak bisa dicapai oleh Ivan. Ia yang terbiasa dengan pelafalan vokal yang irit lirik dengan teriakan panjang yang ia alunkan, merasa kesulitan mengejar pola lirik “Blank Proudness”. Maka duet maut itu berkumpul di rumah tinggal Ivan di Kaum Kidul sebelum melatihkan “Blank Proudness”. Saat itu, Ivan benar-benar menunjukkan kualitasnya sebagai seorang komposer yang piawai mengotak-atik sebuah komposisi lagu terutama susunan lirik. Ia tahu mana kata-kata yang provokatif dan harus dinyanyikan dengan jelas lantang hingga mampu mempengaruhi penonton. Ia juga tahu kapan sepenggal lirik mesti digumamkan atau digrowl atau diteriakkan dengan garang, lantang, dan jelas. Ivan juga sangat menguasai pola lagu sehingga ia benar-benar paham bagian mana vokalnya harus menghentak dan menghajar pendengarnya. Alhasil, setelah dirobak di sana-sini, ditambahkan, ditambal sulam, lirik Blank Proudness tetaplah panjang. Namun, semua bahagia. Ivan puas dengan caranya menyanyikan “Blank Proudness” dan komposisi yang ia rancang, sementara Kimung senang idenya tersampaikan lebih baik lagi. “Blank Proudness” diawali oleh petikan gitar Eben. Nuansanya sangat muram. Tajam, namun hampa dan melayang. Petikan gitarnya mirip lagu Pearl Jam. Bukan cuma musik intro yang sepertinya terinspirasi Pearl Jam, lirik pun demikian. Ivan dan Kimug—juga kebanyakan musisi Ujungberung saat itu termasuk juga personil Burgerkill—saat itu memang lagi terbius Pearl Jam. Lagu-lagu Pearl Jam mereka dengar di kala telinga perlu rehat setelah pengang mendengarkan grindcore atau death metal atau hardcore atau punk rock seharian. Seiring petikan gitar, drum masuk perlahan. Ivan mengisi bagian ini dengan sebuah gumaman yang puitis, Let the ocean dissolves away my past Let the sun burns away my future Let the god take away my soul Let me be on my own Let me piss myself off this life Let the people judge my life Let me die Inside I lost Everything.... Suasana kemudian hening. Hening yang menggelisahkan. Tiba-tiba atmosfer disentak oleh gelombang pukulan-pukulan drum Toto yang agresif dan provokatif. Dalam setiap panggung, repertoar drum ini selalu berhasil memprovokasi penonton untuk turun ke tengah arena dan berpogo seliar-liarnya. Solo drum diikuti serentak oleh raungan gitar dan dentuman bas. Setelah beberapa bar, repertoar ini berhenti. Menyisakan atmosfer yang mulai memanas. Jeda ini diisi sepenggal kalimat yang digumamkan Ivan, "...sometime to realize that you're well someone must come along and fuckin' hurt you!" Drum masuk bergulung-gulung provokatif, sementara musik kembali menghentak. Ivan mengisi bagian ini dengan lirik-lirik ekstrover dan impulsif, I learn my lesson well all from you to be confident to the way i chose After all these years of dumped and hatred now i'm becoming with no regret All lesson learnt in life never have to feel sorry I love you once and i'll leave you alone in the end Musik berheti sesaat lalu kembali menghentak. Liar, cepat, penuh tenaga. Ivan kembali menggeram garang, I arm myself and i extend my whole lifes Try to remember what the fuck i live for This great escape to light my sense of thought And now i've made all the answers of my question Musik kembali berhenti. Kompisisi, “Blank Proudness” benar-benar mengaduk-aduk emosi. Dalam hal ini, kepiawaian Eben dalam membangun komposisi sebuah lagu teruji sudah. Dengan sangat apik, tiba-tiba ia merubah drastis atmosfer lagu yang liar penuh kemarahan, gusar, dan gamang menjadi lambat, penuh, mantap, namun muram. Sangat muram. Ivan lalu menggumam. Muram, Listen to me..... I’m not kinda human who doesn't know to say thanks But if these all you want here's my graduation and Bon't ever blame me with all these crack words Look into yourself, these are what you want Musik kembali ke bagian refrain. Menghentak dengan keras dan cepat. Aroma oldschool tercium pekat di sana dibalut sound newschool yang menegaskan Burgerkill sebagai generasi baru hardcore oldschool. Ivan semakin meliar. We try to dive our own mind You just nothing but the one who dumped me out Now, i'm becoming with no regret......... Musik menghentak dengan cepat namun konstan. Repertoar terakhir sedang menuju klmaks. Klimaks benar-benar terjadi saat Ivan menutup Blank Proudness dengan teriakkan, No regret! [1] “Yang bener dong! Liriknya panjang-panjang amat!? Ni lirik apa cerpen? Ga kira-kira kamu, Nyet! Susah dong saya nyanyinya!”

Jumat, 27 Desember 2013

Suicide Silence Rilis Film Dokumenter Mitch Lucker

Suicide Silence telah merilis dokumenter berdurasi 30 menit yang menceritakan mantan vokalisnya yang telah tiada, Mitch Lucker. Dokumenter tersebut merupakan bagian dari Ending Is The Beginning: The Mitch Lucker Memorial Show CD/DVD dan bisa kamu saksikan di sini. Band cadas asal California ini bakal merilis CD/DVD dan CD/Blu-ray dari Memorial Show untuk Mitch Lucker bertajuk Ending Is The Beginning: The Mitch Lucker Memorial Show, pada 18 Februari mendatang. Dalam DVD/Blu-ray tersebut terdapat 20 track lagu, di mana Suicide Silence berkolaborasi dengan beberapa vokalis cadas lainnya, seperti Austin Carlile (Of Mice & Men), Danny Worsnop (Asking Alexandria), serta Randy Blythe (Lamb of God).

Senin, 23 Desember 2013

Kolaborasi Maha Dahsyat Burgerkill Bersama Iwan Fals

Setelah pada pertengahan 2013 lalu berhasil menyabet penghargaan "Metal As F*ck" di ajang penghargaan bergengsi di Inggris, Metal Hammer "Golden Gods Awards 2013", dan melakukan tur "Spit The Venom" yang merupakan tur terpanjang yang pernah dilakukan selama karir Burgerkill, yaitu menyinggahi lebih dari 30 kota. Kali Burgerkill berhasil membuat sejarah baru dalam karir maupun skena musik bawah tanah Indonesia, yaitu berkolaborasi bersama musisi lengendaris Indonesia, Iwan Fals. Ebenz, sang gitaris beberapa waktu lalu dalam "Extreme Moshpit", salahsatu acara program mingguan di radio lokal, menyebutkan bahwa keinginan untuk berkolaborasi bersama musisi yang mempunyai nama asli Virgiawan Listanto tersebut sudah terlintas sejak tahun 2011 silam, namun bisa terlaksana akhir tahun ini. Kolaborasi maha dahsyat tersebut terjadi di gelaran "Rebel Meet Rebel", pada Sabtu malam (21/12), bertempat di Lapangan Brigif, Cimahi, dengan keadaan cuaca yang kurang baik, sejak sore hari sudah di guyur hujan. Jam menunjukan 18:30 WIB, ketika Burgerkill masih men-setting perlatan tempur supaya penampilan yang disuguhkan maksimal, namun para Begundal (sebutan penggemar Burgerkill) sudah mulai angkat kaki dari tempat berteduh untuk memadati area moshpit. Bahkan tidak sedikit pula terlihat yang beratribut OI (sebutan penggemar Iwan Fals) di area lapangan bercampur baur bersama para Begundal. Jam menunjukan 19.45 WIB, riuh penontonpun mulai terdengar ketika intro dari lagu "Resah Derah Jiwa" diputar. Entah kenapa jika mendengar intro tersebut, pasti selalu membuat bulu kuduk merinding. Pertanda 'kekacauan' pun dimulai Ketika lagu pertama dimainkan, "Under The Scars" disambut dengan aksi tidak terlalu liar oleh para begundal. Karena waktu itu keadaan lapangan yang becek dan berlumpur akibat hujan yang tak kunjung reda dari sore. Tapi tidak membuat semangat para penonton yang berada dilapangan berkurang walau dalam keadaan di guyur hujan. Tidak sedikit juga penonton yang memadati area tribun, walau jarak antara panggung dan tribun lumayan jauh, tapi bisa menikmati aksi spektakuler malam itu lewat layar dengan ukuran lumayan besar yang berada di samping kiri dan kanan panggung. Tanpa banyak basa-basi langsung digeber ke lagu selanjutnya, “Suffer To Death”. Dari lagu pertama sampai lagu kedua dimainkan, sound gitar Ebenz terdengar kurang keras, tidak sebanding dengan raungan suara sound gitar Agung, menyebabkan terdengar kurang maksimal. Tapi semua itu tertutupi dengan permainan dari Ebenz dan kawan-kawan yang apik dan rapih. Satu lagu dari album “Dua Sisi” yang sangat jarang sekali dibawakan, malam itu “Sakit Jiwa“ di utus menjadi salahsatu sajian spesial dari Burgerkill. Seketika sang vokalis, Vicky meneriakan sepenggal lirik lagu tersebut, “Jiwaku Terperangkap dalam Sekam dan tak pernah lepas”, sontak saja langsung diikuti oleh para Begundal dengan teriakan yang lantang. Lagu “Penjara Batin” dan “Shadow of Sorrow” juga mengisi setlist Burgerkill malam itu. Seusai puas membawakan sekitar 5 lagu ciptaan sendiri, Burgerkill sekarang memainkan lagu milik Iwan Fals yang berjudul “Air Mata Api”. Lagu tersebut dirubah total dengan karakter musik yang intens. Setelah lagu tersebut beres dimainkan, seketika lighting dipadamkan secara total, membuat para penonton yang menyaksikan terheran-heran. Setelah berhenti beberapa saat, tiba-tiba sebuah cahaya lampu menyorot kepada seseorang yang sedang mulai memainkan piano. Ternyata orang tersebut adalah Vicky Mono, tidak di sangka-sangka di balik kegaharan Vicky sebagai vokalis band beraliran keras, ternyata vicky juga pandai memainkan piano, membawakan “Puing” lagu milik Iwan Fals. Di lagu tersebut Vicky menyanyi tanpa teriakan atau scream yang biasa di lakukan di panggung-panggung, alias suara biasa. Ketika di tengah-tengah permain, sesosok musisi legenda hidup Indonesia yang di nanti-nanti muncul dari pintu layar tengah bagian belakang panggung, disambut oleh teriakan dan tepuk tangan yang meriah dari para Begundal dan OI yang memadati lapangan, dan kolaborasipun terjadi, lagu tersebut dimainkan sangat ciamik. Beres kolaborasi di lagu tersebut, Burgerkill pun ke belakang panggung untuk istirahat sejenak sekaligus persiapan nanti di penghujung acara. Kini giliran Iwan Fals beraksi menguasai panggung. Iwan Fals juga sempat membawakan lagu “Angkuh” milik Burgerkill dengan versinya sendiri. Setelah memainkan sekitar 8 lagu, Iwan Fals membawakan kembali lagu milik Burgerkill, “Tiga Titik Hitam” dengan petikan gitar akustik dan suaranya yang khas. Di tengah-tengah lagu terjadilah kembali momen yang sangat ditunggu-tunggu ketika para personil Burgerkill bermunculan dan mulai mengikuti alunan musik lagu tersebut. Jika diresapi, lagu tersebut akan terasa ada aura berbeda serta membuat merinding dari awal lagu dimainkan sampai dengan selesai, serasa ada sesosok Almarhum Ivan ‘Scumbag’ Firmasyah menyaksikan malam itu. Selanjutnya sekarang kolaborasi bersama full Band Iwan Fals, membawakan lagu dari Band Hardcore lawas, Puppen, “Atur Aku” versi Burgerkill. Di lagu ini, walaupun sudah tua, tapi salut buat Iwan Fals yang terlihat sangat semangat menyanyikan lagu tersebut dengan teriakan yang lantang serta energik mengikuti alunan musik Burgerkill. “Bongkar” dipilih sebagai lagu pamungkas, di ikuti kemeriahkan pesta kembang api tanpa henti sepanjang lagu dimainkan. Kolaborasi ini sangat impresif, di dukung dengan panggung dan tata cahaya yang megah. Sujud syukur dilakukan oleh Burgerkill dan Iwan Fals & Band bersama-sama di atas panggung, sekaligus menandakan acara “Rebel Meet Rebel” telah selesai. BERSATU DALAM PERBEDAAN Banyak pembelajaran dan hal positif yang bisa di ambil dari konser kolaborasi ini, salahsatunya walaupun Burgerkill dan Iwan Fals sangat berlintas aliran, tapi bisa menyatu menghasilkan karya yang maha dahsyat. Bisa dilihat juga dari segi penonton, dari acara dimulai sampai selesai, tidak ada sedikitpun keributan antara Begundal dan OI. Hal tersebut menunjukan rasa cinta damai walaupun berbeda, tapi kita sama-sama saling menghargai perbedaan, karena perbedaan itu indah.

Senin, 16 Desember 2013

My Chemical Romance Siapkan Album Perpisahan

My Chemical Romance baru saja mengumumkan jika mereka akan merilis sebuah album sebelum akhirnya benar-benar membubarkan diri. Album tersebut bertajuk May Death Never Stop You yang akan dirilis pada 25 Maret 2014 mendatang. Album tersebut nggak hanya menjadi rangkuman dari lagu-lagu terbaik dari MCR tapi juga tersemat demo dari lagu baru mereka, Attic Demos dan satu lagu lainnya. Berikut pesan dari My Chemical Romance On March 25, we will be releasing a greatest hits album entitled “May Death Never Stop You.” The title is fitting, because as sad as it was to say goodbye to the band, we look at this collection as a celebration of our best songs, and hope the memory of them continues to bring joy to you all as they have for us. The album also includes some previously unreleased material, including the infamous “Attic Demos,” and one of the last songs we worked on in the studio together. On January 21, we will be opening pre-orders for the album right here on our site. We hope you take the journey with us into MCR’s past, and enjoy the small taste of what might have been. Thanks, Ray, Gerard, Frank, Mike

Jumat, 13 Desember 2013

Slipknot Berpisah Dengan Drummernya, Joey Jordison

Secara mengejutkan Slipknot mengumumkan jika mereka kini nggak lagi bersama dengan Joey Jordison, drummernya. Dalam pengumuman tersebut, pihak Slipknot belum bisa menjelaskan tentang perpisahan itu, namun mereka akan mencoba menjawabnya dalam waktu dekat. Bersama Slipknot, Joey Jordison sukses menelurkan 7 album. Dalam beberapa waktu belakangan ini, Joey Jordison memang nggak lagi fokus di Slipknot. Sang drummer terlihat sibuk dengan tur bersama Scar The Martyr. Band industrial-metal yang juga digawanginya. Berikut di bawah ini adalah pernyataan resmi dari Slipknot. "To our Maggots and fans around the world, It is with great pain but quiet respect, that for personal reasons Joey Jordison and Slipknot are parting ways. We all wish Joey the best in his future endeavours with Falling in Reverse. We understand that many of you will want to know how and why this has come to be, and we will do our best to respond to these questions in the near future. It is our love for all of you, as well as for the music we create, that spurs us to continue on and move forward with our plans for releasing new material in the next year. We hope that all of you will come to understand this, and we appreciate your continued support while we plan the next phase of the future of Slipknot." Thank you, The ‘Knot

Minggu Depan, Deadsquad Bakal Menggempur Bulungan

Dalam rangka mengukuhkan album teranyar, Profanatik, pasukan deatmetal Deathsquad siap menggelar konsernya di Bulungan Outdoor, pada Minggu, 22 Desember mendatang. Dalam konsernya nanti, Stevie menjanjikan sesuatu yang berbeda. “Ini harus jadi konser yang bersejarah. Deadsquad nggak menjanjikan apa-apa, pokoknya kita rencana bakal bawain semua lagu yang ada di dua album Deadsquad,” kata Stevie lewat sambungan telepon, Kamis (12/12). Deadsquad, lanjut Stevie, juga bakal berkolaborasi dengan sang ayah, Yopie Item. Seperti apa kolaborasi ayah-anak ini? So, jangan sampai nggak datang! Tiket pre sale seharga Rp.30.000 masih bisa kamu beli, di : Deeprock Music Block M Square, Basement Floor, Blok B No. 211 (08161699336) The Eye Merch Store Kemang Raya 16A, Jakarta Selatan.