Rockmagz.com – Tim Lambesis, vokalis dari As I Lay Dying belum lama ini ditangkap karena dituduh telah merencanakan pembunuhan terhadap mantan istrinya.
Ia diduda telah memberi uang senilai Rp 9,7 juta kepada seorang polisi yang menyamar, lengkap dengan instruksi untuk membunuh mantan istri Tim, Meggan. Jaminan untuk Tim sendiri ditetapkan sebesar Rp 29 juta, dan jika terbukti bersalah maka Tim bisa menghabiskan 9 tahun di penjara.
Anthony Salerno selaku pengacara dari Tim menyatakan bahwa kliennya tidak melakukan seperti apa yang telah dituduhkan. “Hukum harus ditegakan. Tuduhan seperti yang ditujukan terhadap Tim merupakan tidak benar, ia tidak akan menyakiti siapapun,” ujarnya.
Setelah bertemu dengan seorang agen yang menyamar pada 7 Mei lalu Tim pun ditahan. Salah satu sumber manyatakan bahwa terdapat rekaman yang menyatakan ia ingin membunuh Meggan. Tidak hanya itu, sumber lain mengatakan, Tim pernah menyatakan bahwa ia ingin mantan pasangan hidupnya dihabisi.
Sumber tersebut menambahkan, Tim risau karena Meggan tidak mengizinkannya untuk menemui ketiga anak adopsi dari Ethiopia beberapa tahun lalu. Sang vokalis dari band metal ternama ini pun mengalami perceraian dengan istrinya pada September 2012 lalu.
Jumat, 17 Mei 2013
Tuduhan Rencana Membunuh Mantan Istri Dibantah Oleh Vokalis As I Lay Dying
Rockmagz.com – Tim Lambesis, vokalis dari As I Lay Dying belum lama ini ditangkap karena dituduh telah merencanakan pembunuhan terhadap mantan istrinya.
Ia diduda telah memberi uang senilai Rp 9,7 juta kepada seorang polisi yang menyamar, lengkap dengan instruksi untuk membunuh mantan istri Tim, Meggan. Jaminan untuk Tim sendiri ditetapkan sebesar Rp 29 juta, dan jika terbukti bersalah maka Tim bisa menghabiskan 9 tahun di penjara.
Anthony Salerno selaku pengacara dari Tim menyatakan bahwa kliennya tidak melakukan seperti apa yang telah dituduhkan. “Hukum harus ditegakan. Tuduhan seperti yang ditujukan terhadap Tim merupakan tidak benar, ia tidak akan menyakiti siapapun,” ujarnya.
Setelah bertemu dengan seorang agen yang menyamar pada 7 Mei lalu Tim pun ditahan. Salah satu sumber manyatakan bahwa terdapat rekaman yang menyatakan ia ingin membunuh Meggan. Tidak hanya itu, sumber lain mengatakan, Tim pernah menyatakan bahwa ia ingin mantan pasangan hidupnya dihabisi.
Sumber tersebut menambahkan, Tim risau karena Meggan tidak mengizinkannya untuk menemui ketiga anak adopsi dari Ethiopia beberapa tahun lalu. Sang vokalis dari band metal ternama ini pun mengalami perceraian dengan istrinya pada September 2012 lalu.
Sabtu, 20 April 2013
Daniel "Deadsquad" Record Store Day Mesti Digalakkan Di Indonesia
Di belahan benua Amerika, Eropa, sampai Autralia heboh dengan Record Store Day dimana pala pelaku dan penikmat musik dibuat peka terhadap karya musik dalam bentuk fisik, bukan digital. Daniel Mardhany, vokalis Deadsquad sebagai kolektor vinyl menganggap hal itu sebagai sesuatu yang juga harus terjadi pada pelaku dan penikmat musik di tanah air.
"Buat gue itu sebagai simboli kalau musik fisik itu nggak pernah mati meski musim digital," serunya.
Menurutnya hal itu sangat berpengaruh terhadap banyak hal. Musisi bisa terus merasa dihargai dan bisa terus berkarya, terlebih toko-toko CD dan vinyl akan terus bertahan.
"Pengaruhnya dengan Record Store Day stimulus orang buat beli CD ata vinyl jadi gede. Meskipun pada awalnya hanya ikut-ikutan, tapi kelamaan juga akan terbiasa dan keterusan," tandas Daniel. "Kalo memang pada dasarnya doyan beli fisik, orang akan tetep beli. Dari situ ketahuan bedanya mana orang yang emang concern sama musik sama yang asal dengar saja," tutupnya.
Kamis, 04 April 2013
As I Lay Dying Akan Keluarkan Album Baru
As I Lay Dying merupakan band yang cukup terkenal di scene metal dunia karena meraih beberapa prestasi . Salah satu yang cukup fenomenal adalah dengan dinominasikan-nya lagu Nothing Left dalam ajang Grammy Awards di tahun 2008. Di tahun 2009 juga band ini dianugrahi penghargaan San Diego Music Award. Di tahun sebelumnya band ini memenangkan penghargaan Ultimate Metal God dari saluran TV musik terkenal di dunia MTV2. Band ini seringkali dicap sebagai band yang cukup religius, karena lirik lirik positifnya yang tergolong berbeda dengan band lain. Bila band lain banyak mengumbar kekerasan, kegelapan ,realita social, band ini justru mengangkat tema religius dan unsur spiritual positif dalam lagu-lagu mereka. Hal ini sempat membuat mereka digelari band metal spiritual. / white metal, hal ini tercermin lewat rilisan mereka mulai dari Beneath The Encoding of Ashes, yang dirilis di tahun 2001 sampai pada album Shadows are Security yang dirilis tahun 2005. Band yang beranggotakan Tim Lambesis pada vocals, Jordan Mancino pada drums, Nick Hipa pada guitar, Phil Sgrosso pada guitar dan Josh Gilbert pada bass akan merilis album terbaru nya ditahun ini. Album terbaru ini sudah direkamn sejak bulan January, dengan produser Bill Stevenson (NOFX, Rise Against, Anti Flag. (ariapanca)
Kamis, 28 Maret 2013
Biografi Mawar Berduri
LAHIR dan tumbuh di bawah pengaruh Disrupt, Kontrovers, dan Total Chaos, menempa karakter Mawar Berduri. Sejak dibentuk sejak Juni 1997, mereka memainkan punk yang makin ke sini makin cepat dan keras. Dua tahun berjuang mencari jati diri dan mematangkan konsep musik, nama mereka sudah tercantum jadi salah satu pengisi Kompilasi Outskirts Punx and Skins I yang dirilis tahun 1999. Di tahun yang sama, Mawar Berduri juga tercantum pada Kompilasi Free Style 3.
Sayangnya, keberhasilan masuk Kompilasi Outskirts Punx and Skins I berganti dengan kisah menyesakkan. Pada April 2000, dua orang personel memutuskan cabut dari Mawar Berduri. Untuk mengisi kekosongan, mereka terpaksa mencari additional player.
Kerja keras mencari personel yang pengganti mereka jalani sambil terus menyiapkan materi untuk album perdana. Kerja keras itu akhirnya berbuah hasil ketika album selftittled dirilis Nolabel Records pada bulan Februari 2002. Fill gitar materi di album ini masih menggunakan additional player.
Alih-alih mendapatkan personel tetap, Mawar Berduri justru kembali ditinggal salah satu keluarganya. Kali ini sang drummer yang memutuskan hengkang. Meski begitu, mereka tetap memutuskan untuk terus merampungkan materi album kedua.
Setahun berselang setelah album pertama, masih di tengah pencarian personel tetap, album kedua bertajuk Resisten to Aberration dirilis dibawah bendera Revolute Records tepat pada Juni 2003 yang berisi 18 lagu. Proses rekaman materi Resisten to Aberration berjalan atas bantuan additional player.
Juli 2005, Mawar Berduri akhirnya menemukan The Buux untuk mengisi gitar dan Oyox di pos drum. Formasi Kuze (vokal), The Buux (gitar), Yanz (bas), dan Oyox (drum) bertahan sampai sekarang.
Dengan formasi lebih solid, Mawar Berduri merilis album ketika pada 2006. Diberi judul Tumpas Tuntas, penjualan album ini mencapai 1000 keping kaset. Di tahun yang sama, album Resistance to Aberration juga dirilis ulang oleh Revolute Records dengan bonus track dua lagu baru.
Mereka tak pernah puas. Tak hanya terus menelurkan lagu. Personel Mawar Berduri juga memutuskan untuk membuat label sendiri yang diberi nama Pin Rose Records. Hasilnya, pada Oktober 2009, album keempat bertajuk Tusuk Telak menghajar scene dalam format CD dan kaset.
Di luar itu, mereka terlibat dalam banyak kompilasi. Sebagai pelengkap eksistensi, mereka juga menggarap video klip untuk lagu Kaduruk ku Hawa Amarah dan Perang Bergolak.
Dari album pertama sampai keempat, plus satu album reissue, Mawar Berduri tak pernah kehabisan energi untuk menularkan punk yang cepat dan keras!
Members
Kuze MBD-vokill
Buux Frederiksen-gitar
Yanz Berduri-bass
Oyox Berduri-drum
Genre
Punk Attack
Hometown
Bandung, Indonesia
Record Label
Pinrose Records
Contact
+6285794306982
mbd_punk@yahoo.com
Web/Social Media
http://www.myspace.com/mawarberdurixxx
www.reverbnation.com/mawarberduribdg
Discography
01. Outskirts Punx & Skins I (Kompilasi, 1999)
02. Free Style 3 (Kompilasi, 1999)
03. K-Punx (Kompilasi, 2000)
04. Mawar Berduri (Album Pertama, 2002)
05. Master Of Disaster (Kompilasi, 2003)
06. Resistance To Aberration (Album Kedua, 2003)
07. Hantam Prejudice (Kompilasi, 2003)
08. Save Our Scene (Kompilasi, 2004)
09. Tribute To The Ramones (Kompilasi, 2006)
10. Tumpas Tuntas (Album Ketiga, 2006)
11. Kill The Rockstar (Kompilasi, 2008)
12. Global Warning (Kompilasi, 2008)
13. Kaduruk ku Hawa Amarah (Video Klip, 2008)
14. Split 2 Album (2009, Pyrate Punx Record)
15. Tusuk Telak (Album Keempat, 2009)
16. Bandung Burning Vol 2 (Kompilasi, 2010)
17. Perang Bergolak (Video Klip, 2011)
18. Live at Ziggywigie STV Bandung (Video, 2011)
Kamis, 21 Maret 2013
Biografi Restrain
BERDIRI pada akhir 1998, awalnya Restrain mengazamkan diri sebagai band hardcore straight edge. Namun, perjalanan waktu dan pergantian formasi membuat Restrain melepas label straight edge pada diri mereka.
Secara musik, Restrain juga mengalami evoulusi. Sekarang Restrain terbangun dari gabungan berbagai jenis musik mulai dari indie rock, metal, hardcore, rock ‘n roll, sampai pop. Dan semua itu dirangkum menjadi ramuan musik emosional yang menjadi ekspresi masing-masing personil.
Awal 2005, Restrain merilis mini album di bawah label Brokenjaw Records. Enam lagu yang dikemas dalam mini album tersebut semuanya berbahasa Inggris. Salah satunya Gemini Killer yang sudah jadi anthem setiap kali Restrain beraksi di atas panggung. Lagu tersebut juga dibikin video klip.
Rabu, 20 Maret 2013
Biografi Infamy
INFAMY, band metal yang berasal dari kota Bandung ini dibentuk pada awal tahun 1994 dengan mengusung konsep musik death metal dan “low end sound”. Sebuah kebanggan karena dengan konsep itu, INFAMYsering mengadakan live performance di acara-acara bazaar amal, acara sekolah dan acara musik underground.
Pada tahun 1998 INFAMY merekam sebuah single yang berjudul Days Of Dreaming untuk sebuah album kompilasi indie, Brutally Sickness, dan merekam Pseudophoria untuk album kompilasi Brutally Sickness 4 pada tahun 2000. Juga pada tahun 1999 INFAMY merekam promo tape yang berisikan lima lagu, yaitu; Self Eliminated, Beyond The Flesh Of Innocence, 5th Horizon, Vision Of True Belief dan Days Of Dreaming (remixed version).
INFAMY juga turut serta dalam Brutally Sickness Tour pada tahun 2000 dan sering membuat gempar, seperti dalam acara Kill The Loneliness, Bandung Berisik, Bandung Underground, Bandung Noise Freak, Bali Underground, One Blood The Struggle Continues, Java Underground, Jogja Brebek, dan acara-acara lainnya.
Musik INFAMY sendiri banyak terinspirasi oleh band seperti Metallica, Slayer, Pantera, Slipknot, Korn, Napalm Death, Fear Factory, Red Hot Chili Peppers, Mudvayne, Meshuggah dan lainnya. Pada tahun 2000 INFAMYmengubah konsep bermusik yang menjadi lebih mewakili INFAMY sendiri yang mereka sebut “Low Rockin’ Razor Metal”, karena secara mendasar INFAMY ingin menggabungkan konsep musik death metal yang gahar dengan warna musik modern metal.
Hasilnya, album yang bertitel INFAMY yang berisikan delapan buah lagu yang masing-masing memiliki kekuatan tersendiri. Album ini didedikasikan untuk fans INFAMY dan mahluk bumi lainnya, dan juga sebagai bukti dari eksistensi perjalanan karir INFAMY.
Akhir kata, INFAMY adalah sebuah maha karya yang dipersembahkan oleh sang pencipta untuk mereka yang menantikan sebuah karya seni musikal yang jujur dan mempunyai sentuhan warna tersendiri.
INFAMY juga turut serta dalam Brutally Sickness Tour pada tahun 2000 dan sering membuat gempar, seperti dalam acara Kill The Loneliness, Bandung Berisik, Bandung Underground, Bandung Noise Freak, Bali Underground, One Blood The Struggle Continues, Java Underground, Jogja Brebek, dan acara-acara lainnya.
Musik INFAMY sendiri banyak terinspirasi oleh band seperti Metallica, Slayer, Pantera, Slipknot, Korn, Napalm Death, Fear Factory, Red Hot Chili Peppers, Mudvayne, Meshuggah dan lainnya. Pada tahun 2000 INFAMYmengubah konsep bermusik yang menjadi lebih mewakili INFAMY sendiri yang mereka sebut “Low Rockin’ Razor Metal”, karena secara mendasar INFAMY ingin menggabungkan konsep musik death metal yang gahar dengan warna musik modern metal.
Hasilnya, album yang bertitel INFAMY yang berisikan delapan buah lagu yang masing-masing memiliki kekuatan tersendiri. Album ini didedikasikan untuk fans INFAMY dan mahluk bumi lainnya, dan juga sebagai bukti dari eksistensi perjalanan karir INFAMY.
Akhir kata, INFAMY adalah sebuah maha karya yang dipersembahkan oleh sang pencipta untuk mereka yang menantikan sebuah karya seni musikal yang jujur dan mempunyai sentuhan warna tersendiri.
Senin, 18 Maret 2013
ALBUM BARU METALLICA AKAN SEPERTI DEATH MAGNETIC?
Drummer Metallica, Lars Ulrich mengisyaratkan bahwa album baru band-nya akan terdengar seperti Death magnetic. Lars menjelaskan "Death Magnetic" meraih sedikit kritik dibandingkan dengan album mereka yang lain, sehingga mereka akan terus mengeksplorasi suaranya pada rilisan berikutnya.
"'Death Magnetic' adalah salah satu album keren," kata Ulrich. "Tidak banyak rekaman Metallica yang sebagus empat tahun setelah 'Death Magnetic' dibuat. Pada banyak album lain, ada pertanyaan: 'Mengapa kita melakukan itu?' atau 'Apa yang terjadi di sana?' atau 'Mengapa tidak ada yang mengatakan untuk menghidupkan snare?'. Saya tidak merasa seperti itu dengan 'Death Magnetic'. Apa yang kita lakukan sekarang tentu terdengar seperti kelanjutannya."
Untuk produser album ini, Lars ngasih 'kode' lagi. "Saya suka Rick. Kita semua cinta Rick," tutur Lars kepada Classic Rock. "Kami sudah lama berhubungan dengan Rick. Kita akan melihat di mana ia pergi. Itu akan mengejutkan saya jika album keluar pada tahun 2013. Kita harus menyelesaikan film 3D dulu, dan itulah yang kita lakukan sekarang."
Langganan:
Postingan (Atom)