Jumat, 08 Februari 2013
Biografi Bleeding Cropse
Tak butuh waktu lama buat ‘konspirasi berisik’ ini untuk menyeruak ke permukaan. Tak ada alasan lain kecuali kualitas musik yang mereka suguhkan memang sangat mudah mengusik pikiran dan melelehkan kotoran yang menyumpal gendang telinga. Kencang. Rapat. Bakualitas. Mendengarkan brutal death metal ala Bleeding Corpse tak ubahnya memacu mobil sport dalam kecepatan maksimum.
Embrio Bleeding Corpse lahir saat Uus Death (bekas gitaris Balance of Terror) berkonspirasi dengan Ari (eks drumer Injected Sufferage dan Lumpur), Bobby (mantan vokalis Dishonest), dan Andrian, untuk membentuk band baru pada akhir 2005. Hanya perlu kurang dari setahun bagi empat sekawan itu untuk memberangus habis anggapan sebagai band kelas dua. Akhir November 2006, konspirasi ‘bangkaiberlumurdarah’ ini mengeluar promo CD yang berisi tiga lagu: Bangkai Para Pendosa, Simpuh Tubuh Terbunuh, dan Nista Maja Utama.
Tiga lagu tersebut sudah cukup bagi mereka untuk mengibarkan bendera Bleeding Corpse sebagai band brutal death metal garda depan juga tanah air. Namun, mereka tidak berpuas diri. Demi melipatgandakan kebrutalan musik, mereka menambah satu gitaris lagi pada pertengahan 2007. Pilihan jatuh pada Lukman, bekas gitaris Filgrim.
Namun, usai manggung di Bandung Death Fest 2, Lukman memutuskan cabut dari Bleeding Corpse. Dan setelah itu, konspirasi ‘bangkaiberlumurdarah’ tetap tangguh menjejak orbit metal tanah air dengan formasi kuartet. Pada akhir 2008, Bleeding Corpse merilis debut album mereka yang diberi judul Resurrection of Murder di bawah bendera Pieces Records.
Biografi Gugat
Dari bulan Juli 2000 s/d akhir tahun 2002 GUGAT mengikuti parade-parade band dan membawakan lagu-lagu Sepultura, awal tahun 2003 GUGAT mencoba membuat lagu sendiri dengan konsep musik Trash Metal dan menghasilkan satu lagu berjudul Mati Rasa yang direkam di Studio Bintang 41, demo tsb sempat diputar di Radio GMR.
Ditengah kesibukan menggarap lagu lainnya, Jafar (Gitar) mengundurkan diri. Walau dengan satu gitar, GUGAT terus mengisi acara pentas musik di wilayah Cimahi.
Formasi ini bertahan hingga mengeluarkan satu single berjudul “Mati Rasa” yang tergabung dalam kompilasi Blasting Violent (Metal Head Productions). Namun setelah itu Black (Dram), Dronk (Bass) mengundurkan diri dan GUGAT pun sempat vakum. Ditengah kevakuman tsb, pada bulan Maret 2003 Oce (Gitar) bergabung menjadi Additional Gitar DINNING OUT.
GUGAT terbentuk pada bulan Juli 2000 di Cimahi, dengan formasi awal :
- Andy (Vokal)
- Oce (Gitar)
- Jafar (Gitar)
- Dronk (Bass)
- Black (Dram)
Line-up GUGAT Bulan Agustus 2004 :
- Andy (Vokal)
- Oce (Gitar)
- Budi (Bass)
- Iman Dinning Out (Drum)
Formasi ini tidak bertahan lama, Andy dan Budi pun mengundurkan diri. Awal tahun 2005 posisi Budi (Bass) diganti oleh Bayu sementara Andy (vokal) diganti oleh Diki dan Achie (Dinning Out). hingga sekarang line-up GUGAT adalah :
- Achie (Female Vocal)
- Dicky (Male Vocal)
- Oce (Guitar)
- Bayu (Bass)
- Iman (Drum)
Dan dengan formasi ini, GUGAT menggarap 6 materi lagu yang direkam secara Live (Semi Track) di Studio Bintang 41. Komposisi musik GUGAT banyak terpengaruh oleh Band seperti Pantera, Chimaira, Throwdown, Lamb of God, Machine Head, dll.
Untuk lirik GUGAT bercerita tentang seputar kehidupan sisi gelap manusia, semua disajikan dalam balutan teriakan, typical scream dengan beat-beat yang variatif.
Biografi Megadeth
Megadeth adalah band Thrash Metal, Heavy Metal, Hard Rock dan Speed Metal dari Los Angeles California, yang yang dibentuk pada tahun 1983 yang didirikan oleh Dave Mustaine dan David Ellefson . Megadeth merilis dua belas album studio, enam live album, dua EP, dua puluh enam single, tiga puluh dua video musik, dan tiga kompilasi.
Grup ini bubar di tahun 2002 karena Mustaine mengalami cedera otot, tapi kembali dibentuk di tahun 2004. Sebagai pelopor Thrash Metal Amerika, Megadeth naik ketenaran internasional pada 1980- an, tetapi mengalami banyak perubahan line-up.
Megadeth dikenal dengan gaya instrumental khas, sering kali padat, bagian- bagian yang rumit dan trade off guitar solo. Mustaine juga terkenal dengan “menggeram” gaya vokal, juga tema lirik yang bertemakan politik, perang, kecanduan, hubungan pribadi, dan gaib.
Pada pertengahan-akhir 1980-an, Megadeth menjadi salah satu ” Big Four of Thrash ” bersama dengan Metallica , Slayer , dan Anthrax , yang bertanggung jawab untuk membuat, mengembangkan dan mempopulerkan Thrash Metal .
Personel megadeth :
Dave Mustaine (ex. Metallica)- Vokal, Gitar (1983- Sekarang)
Chris Broderick (ex. Jag Panzer, Nevermore)- Gitar (2008- Sekarang)
James Lomenzo (ex. White Lion , Ozzy Osbourne ) – Bass (2006- Sekarang)
Shawn Drover – Drum, Percussion (2004- Sekarang)
Mantan anggota :
David Ellefson – Bass ( 1983-2002)
Kerry King (Slayer)- Gitar (1983)
Greg Handevidt – Gitar (1983)
Dijon Carruthers – Drum (1983)
Lee Rash – Drum (1984)
Gar Samuelson – Drum ( 1984-1987)
Chris Poland – Gitar ( 1984-1985 , 1985-1987 , 2004)
Mike Albert – Gitar (1985)
Chuck Behler – Drum ( 1987-1988)
Jay Reynolds ( Metal Church ) – Gitar (1987)
Jeff Young – Gitar ( 1987- 1989)
Nick Menza – Drum ( 1989-1998 , 2004)
Marty Friedman – Gitar ( 1990-2000)
Jimmy DeGrasso – Drum ( 1998-2002)
Al Pitrelli ( Savatage , Trans-Siberian Orchestra)- Gitar ( 2000- 2002)
Vinnie Colaiuta ( Frank Zappa ) – Drum (2004)
Jimmie Lee Sloas – Bass (2004)
James MacDonough (ex. Iced Earth ) – Bass ( 2004-2006)
Glen Drover – Gitar ( 2004-2008)
Diskografi :
Killing Is My Business… And Business Is Good! (1985)
Peace Sells… But Who’s Buying? (1986)
So Far, So Good… So What! (1988)
Rust in Peace (1990)
Countdown to Extinction (1992)
Youthanasia (1994)
Hidden Treasures (Kumpulan lagu-lagu dari soundtrack film dan album
tribut) (1995)
Cryptic Writings (1997)
Cryptic Sounds – No Voices In Your Head EP (1997)
Live Trax (album rekaman konser, dirilis di Jepang) (1997)
Risk (1999)
Capitol Punishment: The Megadeth Years (Greatest Hits) (2000)
The World Needs a Hero (2001)
Killing Is My Business… And Business Is Good! (Remixed / Expanded) (2002)
Rude Awakening (Live) (2002)
Still alive….and well? (2002)
The System Has Failed (2004)
United Abominations (2007)
Biografi Pantera
Ditengah merebaknya anggapan publik dunia pada era awal hingga pertengahan 90-an bahwa style hair metal, speed metal, power metal, dll, band asal Texas ini muncul dan membuktikan bahwa anggapan tersebut adalah salah. Dengan masih membawa pengaruh kental dari band-band metal era 80-an, mereka mulai menjajaki dunia industri musik di Amerika. Pantera mendobrak dengan debut album mereka Cowboys from hell pada tahun 1990. Album kedua mereka yang dirilis tahun 1992 Vulgar Display of Power yang membuat mereka menjadi band metal papan atas dan disejajarkan dengan band-band veteran seperti Metallica, Megadeth, Slayer dan Anthrax, kesuseksan mereka pun disusul oleh beberapa pendatang baru seperti Sepultura dan White Zombie. Berikutnya mereka merilis album Far Beyond Driver pada tahun 1994, setelah menjalani tur panjang selama hampir dua tahun, mereka pun segera menjadi band teratas di Amerika dan album mereka menempati posisi teratas chart Top 200 Billboard dengan lead single "I'm Broken".
Ditengah puncak popularitasnya, mereka pun mulai mengalami konflik dalam tubuh band Pantera, kurang dari dua bulan pacsa rilisnya album The Great Shoutern Trendkill tahun 1996. Anselmo (vokal) mengalami overdosis heroin setelah konser mereka di Texas, ketegangan antara ia dan personel lainnya pun makin memuncak. Ditengah konflik intern tersebut, Anselmo mulai disibukkan dengan beberapa proyek pribadinya yang membuat ia semakin jauh dengan Pantera. Pada tahun 1997 mereka mengumpulkan materi untuk album live Official live: 101 Proof yang akan dirilis ketika sudah jelas bahwa mereka tidak akan merilis album studio selama beberapa waktu berikutnya. Tahun 2000 Pantera merilis album terakhir mereka dan merupakan album reuni mereka 'Reinventing the Steel'. Mereka pun kembali berpisah dan membentuk beberapa band seperti Damageplan, Down dan Superjoint Ritual.
Pantera secara resmi bubar pada tanggal 8 Desember 2004 ketika gitaris mereka Dimebag Darrell terbunuh saat mereka melakukan pertunjukan oleh fans-nya. Kasus pembunuhan ini kemudian mendapat sorotan media selama beberapa waktu. Ditengah rasa emosi dan penghargaan terhadap Band ini, muncullah kesepakatan untuk menetapkan Pantera sebagai band metal terbaik era awal hingga pertengahan 90-an dan tak ada satu pun band metal yang dapat menyamainya.
Damageplan, pembunuhan Darrell dan sesudahnya (2004-sekarang)
Setelah pecahnya Pantera, Darrell dan Vinnie membentuk band baru, Damageplan, dengan vokalis Pat Lachman dan bassis "Bob Zilla." Kelompok ini merilis album pertama mereka, New Found Power, pada bulan Februari tahun 2004. Album ini sukses secara komersial; lebih dari 44.000 eksemplar terjual dalam minggu pertama saja dan dalam waktu setahun lebih dari 100.000 eksemplar terjual. Namun, beberapa fans merasa bahwa materi Damageplan masih tidak sebagus Pantera.
Tragedi terjadi sementara band ini tampil di sebuah acara 8 Desember 2004 di Villa Alrosa di Columbus, Ohio. Ketika, kurang dari satu menit lagu pertama mereka, tiba-tiba mantan marinir yang dalam keadaan tidak stabil, Nathan Gale, 25 , melompat di atas panggung dan menembak sekaligus membunuh Darrell, 38. Gale juga membunuh Nathan Bray, 23, karyawan klub Erin Halk, 29, dan keamanan resmi Pantera Jeff "Mayhem" Thompson, 40, terluka.
Ketika Anselmo disebut sebagai akibat pembunuhan, Rita Haney, pacar Darrell, menjawab salah satu panggilan dari Anselmo dan berkata "blow [Anselmo's] head off" jika ia menghadiri pemakaman Darrell. Komentar umum yang dibuat oleh Phil Anselmo berikut ia telah menyarankan Darrel untuk bersatu kembali dengan band(Pantera) sebelum kematian Darrell. Namun, satu tahun setelah pembunuhan, Vinnie menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa reuni ini tidak akan pernah terjadi.
Pada tanggal 11 Mei 2006, VH1 Behind the Music yang menampilkan Pantera ditayangkan. Fokus tertuju pada pembunuhan Darrell, episode juga rinci membahas detailed the band's glam metal beginnings, sebuah kemajuan dalam popularitas setelah perubahan arah musik, dan konflik antara Anselmo dan saudara Abbott dalam setahun kemudian membuat mereka sedih
Ketika ditanya oleh Crave Musik di tahun 2006 jika ada kesempatan untuk melakukan rekonsiliasi dengan Phil Anselmo, Vinnie Paul menjawab "Tentu saja tidak.." mantan drummer Pantera memulai bekerja pada Hellyeah, sebuah kolaborasi antara dirinya dan anggota dari Mudvayne dan Nothingface. Kedua Anselmo dan Brown telah bersatu kembali dengan Down, dan didukung Heaven And Hell dan Megadeth pada tur Kanada mereka tahun 2007, serta mendukung Metallica pada World Tour Magnetic.
Kamis, 07 Februari 2013
Biografi Motor Death
MOTORDEATH lahir di Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia tepatnya bulan Januari pada tahun 1993. MOTORDEATH memiliki arti dan makna sebagai suatu pesan dari ketidakpuasan terhadap degradasi moral, ideologi, kondisi-kondisi sosial, dan pesan-pesan lainnya tentang keberadaan masalah-masalah kehidupan.
Nama MOTORDEATH tidak bisa diartikan secara harfiah, tetapi secara metafora yang berarti ‘kebisingan pesan yang membuat gendang telinga pecah’ yang ditujukkan pada manusia-manusia yang disasar sebagai ‘media’ pemberontakan.
Formasi MOTORDEATH pertama kali 3 orang, yaitu; Ratno (Bass-Vocal), Yana (Guitar) dan Hendra (Drums). Konsep MOTORDEATH secara musikalitas cukup sederhana. Tone and manner serta komposisi musik menggabungkan aspek kecepatan dan teknik apa adanya.
Kemudian Formasi MOTORDEATH bertambah setelah Vocalis JASAD-Yadi Behom bergabung dengan MOTORDEATH pada tahun 90-an.
Pada Tahun 2010, Formasi – MOTORDEATH kembali pada formasi awal, yaitu: Ratno (Bass&Vocal), Yana (guitar) dan Hendra (Drums).
Saat ini MOTORDEATH sedang menyiapkan materi untuk album baru dibawah naungan MOTORDEATH Management.
ALBUM
1. DESPAIR – 1999 LABEL: ESP
Song List:
01 Demonstration
02 Born From Hate
03 Despair
04 Screaming Of The Grave
05 Breath In The Suffering
06 Diktator
07 Under Suppression
08 Despair ( Live at Poster Cafe )
2. Malicious Mind – Album Title - Brutally Sickness – “Bloody Sounds Of Death”
Release Year – 2000-Release Labels - Extreme Soul Production
3. Deceiver Brain – Album Title - Brutally Sickness - "Millenium Sounds 2000"
4. Hiperbola Angka – Single for new Album
Yana : guitar
Hendrik : guitar
Ratno : bass - vocal
Hendra : drum
Biografi Forgotten
Biografi Band Forgotten, Profil Band Forgotten, Heavy metal - Terbentuknya FORGOTTEN tidak pernah lepas dari sejarah komunitas musik HOMELESS CREW di Ujungberung. Kota kecil di timur kota Bandung, sesak oleh industri, padat oleh penduduk, kumuh oleh imigran. Sebuah komunitas musik sebagai wadah dari ketidakpuasan kondisi sosiokultur yang dirasa makin tak beridentitas. Mereka lahir dan berkembang untuk menjadi sebuah counter culture. Tahun 1994 FORGOTTEN terbentuk dengan formasi:
§ Ferly } gitar
§ Toteng } gitar
§ Kardun } bass
§ Addy Gembel } vokal
§ Kudung } drum
Bulan January 1997 album pertama “FUTURE SYNDROME” di rilis. Debut album yang di rekam di PALAPA STUDIO Bandung, bermaterikan enam buah lagu berlirik Inggris di rilis oleh bendera indie lokal PALAPA RECORD. Peredarannya mencakup wilayah Indonesia dan Asia. Sedangkan untuk peredaran di wilayah Eropa di rilis oleh perusahaan indie Jerman MORBID RECORDS.
Bulan Maret 1998 album single promo FORGOTTEN bermaterikan dua buah lagu dengan titel “OBSESI MATI Promo Tape 98″ di rilis di bawah perusahaan indie lokal ROCK RECORD. Di tengah kesibukan berbagai proyek kompilasi sejumlah label record, Ferly pemain gitar mengundurkan diri. Proyek full album yang ke dua mulai di garap pada bulan Februari 2000. Bertempat di studio Rehearsal 40124 Bandung, sepuluh materi lagu mulai di rekam. Di bawah label indie lokal Extreme Soul Production, bulan Agustus 2000 album kedua “OBSESI MATI” dirilis.
Pada album inilah akhirnya Kudung pemain dram mengundurkan diri dan untuk sementara posisinya di gantikan oleh Andris dramer dari DISINFECTED. Bulan Juli 2001 FORGOTTEN masuk studio lagi. Bertempat di Bintang 41 studio Bandung, empat buah lagu berlirik Indonesia di garap. Dengan titel “TUHAN TELAH MATI” bulan Agustus 2001 mini album tersebut dirilis di bawah perusahaan indie lokal ROCK RECORD. Mei 2002 Kardun pemain bass mengundurkan diri dan untuk sementara FORGOTTEN masih memakai pemain bass additional, Dikky dari POSTMORTEM.
Bulan Maret 2003 FORGOTTEN merilis album ‘TIGA ANGKA ENAM dibawah label ROTTREVORE RECORDS. Pada masa inilah akhirnya Andris (drum) mengundurkan diri dan posisinya di gantikan sementara oleh pemain drum MOTOR DEATH.
TENTANG MUSIK DAN LIRIK
Bicara tentang musik dan lirik FORGOTTEN semua tidak bisa di lepaskan dengan realitas yang sedang terjadi di sekitar kita. Sebagai sebuah refleksi realitas yang berasal dari suatu kondisi psikologis tertentu yang di tuangkan kedalam bentuk notasi dan syair beraturan. Singkatnya adalah ekspresi kejujuran. Realitas bisa menimbulkan berbagai macam interpretasi tergantung dari sudut pandang individunya masing-masing. Sudut pandang itulah yang bisa menimbulkan kondisi-kondisi ekstrim kejiwaan tertentu. Kondisi kejiwaan ekstrim inilah yang coba di refleksikan kedalam musik dan lirik FORGOTTEN. Sudut pandang yang di pakai tentu saja yang radikal.
Tentang pengaruh dalam bermusik itu pasti ada. Tak ada musik yang tak terpengaruh apa-apa. Musik itu tidak murni. Yang ada adalah musik berkarakter. Semua saling mempengaruhi satu sama lain sehingga melahirkan genre musik baru. Karakter inilah yang terbentuk melalui sebuah proses yang panjang, rumit, dan melibatkan semua unsur yang ada pada masa lalu maupun yang sedang berlangsung saat ini. Pengaruh terkuat musik dan sound FORGOTTEN adalah musik-musik heavy metal era tahun 80-an dan 90-an. Seperti Deep Purple, Iron Maiden, Black Sabbath, Dream Theatre, Yngwee Malmsteen. Yang paling dominan adalah pengaruh band thrash metal dan Deathmetal era 90-an seperti Slayer, Kreator, Testament, Pantera, Death, Soltice, Obituary, Malevolent Creation.
Lirik FORGOTTEN banyak bicara tentang realitas. Kasar, jorok, vulgar. Pemilihan diksi kalimat yang di tampilkan adalah kata yang cenderung berimplementasi pada eksplotatif-seporadis.sastra sarkastik. Nuansa sisi gelap manusia selalu di tonjolkan dan mendominasi setting background lagu dengan mayoritas tema berkisar tentang depresi, nihilisme, schizophrenic, putus asa, politik sosial, kematian, kehancuran budaya, psikoanalisis, dan kekerasan.
Pengaruh lirik dari berbagai sumber. Paling besar berasal dari buku-buku yang di baca. Buku sastra, filsafat, budaya,politik maupun buku teks. Yang “kanan” maupun “kiri”. Buku Paulo Freire, Nietzche, Che Guevara, Ayu Utami, Enny Arrow, Pramudya Ananta Toer, kitab Injil, Al-Quran, Sigmund Freud, Karen Armstrong, Noam Chomsky, Albert Camus, Play Boy, CrimeThink, Karl Marx, Emma Goldman, Kahlil Gibran, buku terbitan CrimethInc, Agus Noor, Rendra, lirik Iwan Fals. Pengaruh dari film terutama karya dari Stephen King, Garin Nugroho, Steven Spielberg, Walt Disneys, Vivid Entertainment, dan semua wacana yang menawarkan subjek pertanyaan tuhan, surga, neraka, pahala, dosa, setan, dunia, akhirat. Segala bentuk wacana yang dianggap mapan oleh publik dan di gugat kembali oleh FORGOTTEN.
TENTANG ATTITUDE
Sedikit saja yang akan saya ulas tentang attitude band. Sebetulnya secara implisit masalah attitude ini sudah dapat terbaca pada SESSI 1 dan SESSI 2. Yang akan saya lakukan hanyalah penegasan dari apa yang telah di paparkan diatas. Karena kita bicara attitude di sini bukan atas nama individu tapi lebih fokus kepada attitude sebuah band secara utuh. Sebelumnya ada sebuah pertanyaan mendasar tentang hal tersebut, yaitu “musik dulu baru attitude?” atau “attitude dulu baru musik?”…faktor apa yang paling dominan untuk mempengaruhi karakter sebuah band ?…
Dari pengalaman FORGOTTEN, ternyata keduanya tidak dapat di pisahkan. Keduanya berperan sama penting di dalam memberikan pengaruh pembentukan karakter sebuah band. Pada akhirnya akan sangat mempengaruhi corak dan warna dalam berkarya. Lalu pertanyaannya adalah “seperti apakah attitude dari FORGOTTEN sebagai satu kesatuan utuh sebuah band?…”
Jawabannya adalah : dengarkan kaset/cd nya pada posisi volume 6 ( ditemani sebotol bir dingin akan lebih baik !), baca dan resapi setiap liriknya, tonton konsernya, rock your hate, roll your pain. Intinya adalah you’re the fuckin’ rules !…
Line Up :
# Addy Gembel : Vocalist
# Toteng : Guitarist
# Gagan : Guitarist
# Dicky : Bassist
# Rifki : Drummer
Influences :
IRON MAIDEN,,MALEVOLENT CREATION,,DEICIDE,,SLAYER,,METALLICA,,TESTAMENT,
BOOKING MANAGEMENT :
ROCK MANAGEMENT C/O ADDY
JL.CICUKANG Gg.SAYUDI No.70 BANDUNG
40294 JAWA BARAT INDONESIA
PH.62-022-7805070
Hotline : 08156166637
e-mail : terlaknat@lycos.com
DISCOGRAPHY TAHUN 1994 SAMPAI 2008 YANG SANGAT TIDAK DISKO :
- ALBUM “FUTURE SYNDROME”, PALAPA RECORDS 1997.
- KOMPILASI “BANDUNG HOLOCAUST”, HOLOCAUST RECORDS 1997.
- KOMPILASI “INDEPENDENT REBEL”, AQUARIUS RECORDS 1998.
- SINGLE PROMO “OBSESI MATI 98″, ROCK RECORDS 1998.
- KOMPILASI “BRUTALLY SICKNESS”, E.S.P 1999.
- ALBUM “OBSESI MATI”, E.S.P. 2000.
- KOMPILASI “BLOODY SOUND OF DEATH”, E.S.P. 2001.
- MINI ALBUM “TUHAN TELAH MATI”, ROCK RECORDS 2001.
- KOMPILASI “DEATH TRIBUTE TO METALLICA”, TRUE LIES PRODUCTION 2002.
- KOMPILASI “4 HARVEST LIVE RECORDING”, DISCHORDS RECORDS 2002.
- KOMPILASI “DIMENSI KEMATIAN”, EDELWEISS RECORDS 2002.
- KOMPILASI “LIFE AFTER DEATH”, SINUSITIS PRODUCTION 2003.
- ALBUM “TIGA ANGKA ENAM”, ROTTREVORE RECORD 2003.
- DVD “ROTTREVORE DEATH FEST”, ROTTREVORE RECORDS 2006.
- TIGA ANGKA ENAM “RE-RELEASE” ROTTREVORE RECORDS 200
Balcony History
MUKA LAMA, BEBERAPA LAGU BARU, DAN SEDIKIT HARAPAN YANG MEMBUAT MEREKA TERPIKIR UNTUK COMEBACK! ENJOY!
OKTOBER 1994: Inilah jawaban atas pertanyaan: kapan band ini ‘resmi’ berdiri. Namun, Balcony saat itu belumlah menjadi ‘Balcony’, sebab mereka masih meng-cover lagu-lagu Sick of It All. Bagi mereka, membawakan lagu orang lain di atas panggung tidak membuat sebuah band menjadi hardcore atau setidaknya jujur mewakili identitas diri sendiri.
1995-1996: Sebuah catatan penting mereka toreh dalam rentang waktu tersebut. Dengan sebuah line up baru, Balcony bermetamorfosa menjadi sebuah band yang sesungguhnya, setelah mampu mencipta dan membawakan lagu sendiri. Nilai-nilai yang ditebarkan Slayer, Sepultura, Sick of It All, Bad Religian, dan sederet band yang mendunia saat mereka menjalani masa puber, banyak memengaruhi karya awal Balcony. Namun, Balcony terus mencari sebuah identitas. Proses pencarian inilah yang kemudian jadi kromosom paling dominan yang menyusun embrio lagu berjudul Flower City. Mereka ingin kalimat itu memekik dari tenggorokan mereka (dan kita semua). Menyeruak di antara euforia HC yang pada era 95-an menjadi sesuatu yang menginfiltrasi banyak kepala anak muda,
1997: Setelah melakoni perjalanan hidup yang repetitif mulai dari aktif di scene, pencarian identitas, mencipta lagu baru, menghajar pangung demi panggung, Balcony merilis album pertama bertajuk Instant Justice pada khir September 1997. Mereka mengklaim album tersebut sebagai identitas baru. Ibarat metamorfosa seekor ulat, mereka sudah memiliki kaki, antena, sayap, dan warna. Di balik kesederhaannya, Instant Justice jadi representasi atas semua gejala yang muncul di ruang-waktu tempat mereka menghela napas. Lebih dari itu, Instant Justice juga menjadi batu pijakan bagi Balcony untuk mulai menggapai mimpi baru.
1998: Gempa politik yang menghantam negeri ini turut pula berimbas pada Balcony. Panggung terhenti. Aktivitas lain tersendat. Langit nusantara menghitam dan identitas Balcony memudar di bawahnya. Sementara di luar sana, kebencian membakar toko, amarah memperkosa hak sesama, dan arogansi bertiwikrama jadi barikade. Praktis Balcony tak bisa melakukan apa pun pada masa itu.
1999: Setelah prosesi ‘meditasi’ hampir setahun lebih, mereka akhirnya merilis album kedua berjudul Terkarbonasi. Album yang proses penggarapannya memakan waktu tiga bulan (Juni-Agustus) merepresentasikan sedikit perubahan dari sekian banyak yang ingin mereka ubah. Dari sisi musikal, lirik, atau apa pun itu. Namun, yang lebih penting, album tersebut merupakan usaha total untuk menghindari lubang stagnansi. Visi 12 lagu yang mereka suguhkan di album itu pun jauh dengan album pertama. Terkarbonasi bukan sekadar permasalahan identitas, namun bagaimana dan apa yang harus dilakukan setelah mendapatkan identitas? Apa yang akan dilakukan ketika identitas menghilang dan terkarbonasi. Apakah hardcore harus mengidentitaskan dirinya dengan satu pola bermain gitar? Dengan satu pola bermain musik? Dengan riff-riff stereotip tiga nada itu? Apakah hardcore harus identik dengan tipikal kental yang ada pada album pertama mereka? Apakah hardcore berarti mengabdi pada satu definisi identitas, mandeg dan tak bisa kemana-mana? Apakah hardcore itu? Apakah pernah kita tanyakan bagian hardcore sebelah mana kita mengidentifikasikan diri kita atau scene kita? Atau terlalu rumitkah untuk mengerti bahwa hardcore tak lebih sebagai media komunikasi bagi kita, hardcore adalah kami dan kalian, aku, dan kamu. Sampai kita semua tak mampu lagi berkomunikasi, mengidentifikasikan diri kita dengan makna apa pun.
2000: Identitas baru mereka dapatkan dari tahun yang penuh gejolak. Dari sekian panggung, penggarapan materi baru, dan juga banyak pengalaman, akan menggores sesuatu di masa datang. Kehadiran seorang anggota keluarga baru turut mewarnai langkah Balcony di masa itu. Masa di mana Balcony banyak mengalami masalah, pemblejetan otak, timbulnya idealisme-idealisme baru yang harus mereka telaah untuk sebuah masa yang akan mereka lewati setelah itu.
2001: Inilah tahun di mana mereka merasa harus lebih dewasa dalam berbagai hal. Satu karya baru telah rampung dikerjakan di mana semua individu yang mendengarkan pasti akan merasa aneh dengan konsep yang ditawarkan. Sebuah bentuk kolaborasi yang mereka kerjakan adalah sebuah bentuk pernyataan untuk tidak terjebak oleh satu stereotip musik. Satu hal yang mungkin menjadi sebuah catatan bahwa secara musik atau ide mereka tidak akan terbatasi sampai di situ. Mereka ingin terus mengepakkan sayap. Atau bahkan mati tanpa jejak.
2003: Selama hampir dua tahun tidak pernah merilis apa-apa, mereka menyusun agenda hidup kolektif busuk dalam bentuk rekaman bertajuk Komposisi Metafora Imajinar. Tujuh komposisi imajinar yang termuat dalam album tersebut merupakan dedikasi Balcony kepada semua pihak yang telah menemani, mencacimaki, dan bahkan meludahi mereka dalam kehampaan hitam pekat yang banyak orang menyebutnya kehidupan. Sangat pekat sampai-sampai mereka memerlukan kacamata hitam penawar pekat. Sangat pekat sampai-sampai penglihatan mereka sering berbeda dengan orang lain. Dan mereka berikrar, demi setan dan sekutunya, mereka tidak pernah dan tidak akan peduli! Begitu juga dengan agenda Metafora Komposisi Imajinar ini yang terdengar (lagi-lagi) lain dengan album-album mereka sebelumnya. Mereka hanya berusaha berbagi penglihatan, pendengaran, penciuman dan perasaan mereka selama dua tahun terakhir lewat komposisi-komposisi imajinar ini.
Setelah tiga belas tahun bernaung dalam kolektif busuk, kepak sayap mereka akhirnya terhenti. Tapi, kupu-kupu penuh warna bernama Balcony tak mungkin punah ditelan ketidakpastian. Bahkan dengan atau tanpa reuni — sebuah agenda busuk lain yang mereka gadang dalam beberapa tahun terakhir, Balcony tetap akan dikenang sebagai band yang pertama kali meneriakkan kalimat Flower City Hardcore!
Members
Barus-vokal
Febby-drum
Jojon-gitar
Ramdan-bas
Barus-vokal
Febby-drum
Jojon-gitar
Baddick-bas
Barus-vokal
Febby-drum
Jojon-gitar
Ramdan-gitar
Baddick-bas
Langganan:
Postingan (Atom)






