Minggu, 09 September 2012

NECTURA “Band baru dengan wajah – wajah yang tidak asing lagi”


NECTURA sebuah band baru dengan wajah – wajah lama. Mereka adalah Owang (Vocal) Hin – Hin “Akew” (Guitaris) Paneu (Bassist) Ex-BESIDE yang dibantu Soni Reffali (Drummer) dan Gangan “Forgotten” (Guitaris). Melodic deathmetal adalah genre yang mereka usung, tapi bukan berarti mereka berpatok pada satu jenis musik, banyak band-band yang menjadi influence NECTURA, diantara : Soilwork, Inflames, Iron maiden, Scar symmetry, Pantera, Fear Factory, Motorhead, Muse, Foo fighter, Forgotten, Nile dan tentunya BESIDE. Band – band tersebut sangat terasa mempengaruhi konsep dari lagu – lagu NECTURA.
Awal Juli 2012 NECTURA baru saja merilis lagu terbarunya secara free melalui situs www.reverbnation.com/nectura, 2 lagu dengan judul Threat Minority dan Crossing Coward merupakan lagu yang akan hadir juga di materi album perdana NECTURA, hingga saat ini pengerjaannya sudah berjalan 80%. Dengan dibantu oleh Zoteng (Forgotten) sebagai musik director dan beberapa teman – teman musisi lainnya. Hin-Hin “Akew” & Paneu sebagai konseptor musik NECTURA bercerita, jika musiknya lebih mengedepankan musik metal yang mudah dicerna baik secara nada maupun komposisi lagu, walaupun dengan teknik riffing gitar, bass, motif drum bisa dibilang susah tetapi bermaksud menantang untuk dimainkannya, tetapi akan mudah diingat bila didengarkan. Dari segi vocal sendiri, Owang mencoba membuat lirik – lirik lagu dengan berbicara tentang perlawanan, amarah dan doktrinisasi ke arah pembangunan mental dan karakter agar lebih kuat dan peka terhadap suatu penindasan. Jika tidak ada halangan, Oktober tahun ini NECTURA akan merilis Album perdananya dengan title “AWAKE TO DECIDE”.

Burgerkill Rilis Trailer We Will Bleed


Oleh : Wahyu Munajat

Burgerkill
Foto : Kapanlagi.com
​Ghiboo.com - Burgerkill, band metalcore dan Hardcore asal kota Bandung ini secara resmi merilis trailer DVD untuk film berjudul We Will Bleed, pada Selasa (4/9) kemarin.

Trailer berdurasi 58 detik ini dirilis jelang perilisan film We Will Bleed November mendatang.

Film We Will Bleed berbeda dengan film-film pada umumnya, karena film ini tidak menekankan pada plot cerita film, melainkan hanya memuat berbagai aktivitas Burgerkill dalam bermusik maupun diluar musik yang terekam oleh kamera.

Aktivitas-aktivitas tersebut diantaranya adalah sesi wawancara, rekaman visual (di atas panggung maupun di belakang panggung), 4 video klip dari album Venomous, dan lain-lain.

Band yang beranggotakan Eben (gitar), Vicky (vokal), Agung (gitar), Ramdan (bass) dan Andris (drum) ini terbentuk pada 1995, kiprah Burgerkill di blantika musik Tanah Air dan internasional cukup gemilang.

Burgerkill merupakan salah satu band metal yang paling bersinar, band ini pernah bekerjasama dengan label rekaman luar negeri, seperti Liar Records (Malaysia) dan Xenophobic Record (Australia).

Burgelkill juga merupakan band yang mengusung musik cadas pertama di Indonesia yang menandatangani kontrak sebanyak 6 album dengan salah satu major label terbesar di Tanah Air, Sony Music Entertainment Indonesia. 

Album ketiga Burgerkill bertajuk Beyond Coma And Despair juga berhasil menjadi salah satu album terbaik di Rolling Stone Indonesia, dan masih banyak lagi prestasi-prestasi lain yang telah diukir oleh Burgerkill.

So, film We Will Bleed akan membuat Burgerkill semakin dekat dengan para Begundal (sebutan untuk penggemar Burgerkill -Red), karena para Begundal akan mengenal lebih dekat Burgerkill melalui film We Will Bleed.

BANDUNG BERISIK 2012: Bandung tidak punya tempat untuk konser metal



BANDUNG (bisnis-jabar.com): Kembali pada tahun ini, BANDUNG BERISIK memilih tempat di luar Kota Bandung. Pangkalan Udara Sulaiman, Kab. Bandung menjadi pilihan tempat perhelatan festival musik metal terbesar se-Asia Tenggara ini, pada 18 – 19 Mei nanti.
Tahun lalu penyelenggara menggunakan Lapang Brigif Kota Cimahi, sebagai lokasi festival. ‘Founding Father’ BANDUNG BERISIK Yayat Ahdiyat mengutarakan Kota Bandung tidak memiliki tempat yang representatif untuk menggelar konser musik metal atau keras.
“Kalau kami mau menggelar konser di Kota Bandung, memang dimana?” kilah ‘sesepuh’ komunitas Ujungberung Rebels ini.
Sebagaimana diketahui, BANDUNG BERISIK sangat lekat dengan Kota Bandung, khususnya kecamatan Ujungberung. Di daerah itulah Ujungberung Rebels sebagai komunitas musik dan BANDUNG BERISIK sebagai event-nya lahir dan berkembang, sebelum menjadi besar seperti sekarang.
Yayat menyebut pilihan tempat disesuaikan dengan event-nya. Dia menyadari acara yang digagasnya dulu, kini telah semakin “mapan”. Dimanapun tempatnya, menurutnya selama itu dapat membuat pengunjung nyaman, tidak menjadi persoalan.
“Yang penting tetap membawa nama Bandung dan penyelenggaraan Bandung Berisik ini progresnya harus ke [arah] lebih positif,” sebutnya.
Pertama kali, acara ini dilaksanakan 23 September 1995 di Lapangan Kalimas Ujungberung. Yang kedua (20 Juli 1997) dan yang ketiga (13 Juni 2002), diselenggarakan di GOR Saparua, Bandung. Yang keempat (10 Agustus 2003), sebelum sempat vakum, digelar di Stadion Persib, Bandung.
Pengamat musik sekaligus musisi yang berada di naungan Ujungberung Rebels, Kimung, justru mempertanyakan komitmen pemerintah yang menjanjikan tempat untuk gelar musik metal. Dia menyayangkan potensi anak muda di dunia musik belum didukung secara konkret oleh pemerintah.
“Saat ini pemerintah baru bisa mendukung dalam urusan perizinan,” ungkap pria yang juga berprofesi sebagai pengajar ini.
Giovitano dari Atap Promotions selaku event organizer BANDUNG BERISIK 2012 mengatakan pelaksanaan di luar Kota Bandung akan lebih kondusif dan meminimalisasi gangguan terhadap masyarakat.
“Kalau di Bandung, kebayang itu bisa bikin macet. Relatif di daerah luar Kota Bandung itu lebih aman,” sebut Gio.
Gio mengungkapkan target penonton untuk tahun ini tidak berbeda dengan tahun lalu yaitu 30.000 penonton. Pangkalan Udara Sulaiman, dia sebut memiliki kapasitas untuk menampung hingga 200.000 orang. (k4/ajz)



Hellprint United Day 2011


Oleh: Rama Gustamar
Setelah mengalami fase-fase terpuruk sepanjang sejarah komunitas underground di kota Bandung pada tahun 2008-2009, kini komunitas underground sejatinya kembali ranum dan terus berkembang. Aparatur pemerintahan serta sponsor sedikit demi sedikit membuka mata seraya terus membuktikan bahwa musik yang keras bukanlah musik kriminal, melainkan musik yang bisa mendatangkan banyak keuntungan untuk semua pihak. Keuntungan bagi penggiat musik itu sendiri, event organize, penikmat musik, aparat maupun korporat.  Berbagai macam acara dari skena underground yang diselenggarakan pun dalam skala yang cukup besar. Sebut saja Bandung Berisik, Launching album Burgerkill, Bandung Deathfest 5, dan yang terakhir baru saja diselenggarakan pada hari Minggu (11/12) yaitu Hellprint United Day.
Setelah bergelut dalam dunia percetakan “underground” dalam kurun waktu 10 tahun, Hellprint yang merupakan salah satu bagian dari pendukung majunya komunitas underground di kota Bandung, mempersembahkan sebuah acara yang sangat megah dan berhasil memanjakan para pecintanya. Kami sendiri sangat terkejut melihat antusiasme penggiat komunitas underground yang datang pada gelaran Hellprint United Day pada hari Minggu lalu ternyata begitu besar. Stadion Angkasa yang sedianya dipilih untuk menjadi venue gelaran ini, terpaksa di pindahkan ke Lanud Sulaiman karena melihat tiket presale yang terjual saja hampir 10.000 lembar tiket, artinya Stadion Angkasa tidak akan cukup untuk menampung ledakan pengunjung pada saat itu. Acara ini memang layak untuk dijejali penonton sebanyak itu bila mengingat line up artis yang bukan sembarangan dan tentunya memiliki fanbase yang cukup besar. Skinhead, Punk, Hardcore, Grindcore, Metalcore, Deathmetal, dsb tersaji lengkap di gelaran ini..
Puluhan ribu penonton sudah memadati setiap sudut Lanud Sulaiman di siang itu. Gemuruh sound bertegangan tinggi menyambut kedatangan kami dari kejauhan. Kebisingan musik dari band oi Bulldog Brigade cukup membuat suasana semakin panas.  Suasana lapangan yang sangat ‘ledok’ tak menjadi masalah para pecinta musik cadas untuk headbang, dan pogo bersama. Selanjutnya penampilan menarik dari Kedjawen, band Black Metal asal Bogor yang bukan hanya menghibur lewat telinga, tapi juga lewat mata. Pasalnya band ini memakai kostum yang menunjukkan image gothic yang kental dalam diri para personilnya. Sekilas kostum yang digunakannya mengingatkan kita pada kostum para personil band Kuburan. Berikutnya Godless Symptomps. Band yang belum lama merilis album teranyarnya ini membuka penampilan dengan rekaman orasi yang menghujat kekuasaan, ketidakadilan, dan ketidakpuasannya terhadap petinggi negeri ini. Inilah salah satu wadah yang melegalkan para penggiat musik untuk menumpahkan emosi, untuk memprotes segala ketidakadilan lewat ritme lagu dan gaya vokal yang keras dan sesuai genrenya masing-masing. Much better than burning self in front of the Istana Presiden. Godless Symptoms yang membawakan sekitar 4 lagu cukup membuat penonton berlumuran tanah.
“Sudah lama kami tidak main di kandang sendiri, terima kasih atas kesempatannya. Mari kita membuat kebisingan bersama-sama, ungkap Owank Beside. Beside, band yang selalu membuka ingatan kita pada tragedi AACC 2008 silam, juga menunjukkan batang hidungnya dihadapan para penonton Hellprint United Day. Lewat nomor-nomor jagoannya seperti Aku Adalah TuhanTheEnd of Pain dan New Colony yang mampu membuat penonton menyanyi serentak. KemudianOutright, salah satu band dari divisi hardcore juga mampu membuat suasana semakin panas dan bersemangat. Lagu-lagunya yang bertemakan semangat juang tanpa menyerah, menggema di segala penjuru Lanud Sulaiman.  Sang vokalis, Hardy memaksa penonton untuk membuatcircle pit dan wall of death. Lautan manusia pun terlihat terbelah dua, dan setelah musik menghentak, para penonton langsung saling bertabrakan dan berjatuhan. Sejauh mata memandang, tak ada kerusuhan sama sekali. Mereka saling menikmati tarian mereka walaupun terlihat seperti terjadi kerusuhan.
Tidak absen juga perwakilan dari komunitas Ujung Berung Rebels seperti Bleeding Corpse,Burgerkill, Jasad dan Mesin Tempur. Semua penonton telah menanti aksi panggung mereka. Burgerkill tampil membawakan 4 lagu, salah satunya membawakan nomor dari Megadeath yaituHolywars. Khusus lagu ini, Burgerkill menggandeng Andre dari Siksa Kubur. “Belum lama ini, kita kehilangan salah satu sosok yang paling berjasa dalam scene underground Indonesia yaitu Rio Rottrevore. Mari kita bawakan lagu ini untuk dedikasi yang sebesar-besarnya kepada almarhum. Lagu ini adalah lagu favorit beliau, ujar pentolan band yang telah menginvasi Australia ini seraya mengingat almarhum Rio Rottrevore. Selain itu, Mesin Tempur juga tampil seperti biasanya dengan topeng, kostum serba hitam dan lagu-lagunya yang cukup nyeleneh cukup mengundang gelak tawa bagi penonton.
Tidak sampai disitu, band-band dari genre lainnya seperti Rosemary, Don Lego, Restless danMarjinal juga menjadi sebuah klimaks yang membuat para pecinta musik underground pulang dengan hati terpuaskan meskipun tubuhnya berlumuran tanah.
Semoga saja komunitas underground era ini tidak lagi dipusingkan dengan masalah perizinan dan pencekalan, yang tentunya diiringi oleh perilaku para penikmatnya yang semakin dewasa.
Photos by. Rama G.
 
 
 
 
 
 
4 Suara

Sajian Dari Dua Band Oldschool Death Metal Bandung



Karnivora Production meluncurkan split album Disinfected dan Motor Death yang di distribusikan melalui Extreme Souls Production. Split album ini berisi 8 materi lagu dengan genre death metal, dengan karakter khas masing-masing band. Materi-materi lagu dengan lirik sarkasme dan satir tentang fenomena yang terjadi di Indonesia dalam tempo cepat dan paduan groove death metal yang variatif adalah menu yang di tampilan pada split album ini. Sampul album digarap oleh salah satu illustrator terbaik Indonesia Gustav Insuffer. Mengangkat tema sistem dan tatanan nilai Nusantara yang telah rusak oleh sekelompok orang yang destruktif secara pemikiran dan tindakan dalam simbol anjing dan babi. Tanda dan petanda Majapahit sebagai esensi wilayah Nusantara secara yuridis di tampilkan sebagai sisa-sisa kemegahan dan benteng yang telah dibangun oleh nenek moyang terdahulu. Album ini adalah momentum kembalinya Adyth sebagai pendiri Disinfected dan penulis lagu utama yang vakum setelah era album Melted pada tahun 2000. Dalam materi split album ini Disinfected mengajak Addy Gembel vokalis Forgotten untuk mengisi vokal pada lagu Urban Zombie dan Terrance Gobbs vokalis Rottenomicon pada lagu Sound Bitter. Sound Bitter adalah lagu daur ulang dari band legendaris asal kota Malang Rotten Corpse yang di gawangi salah satunya Adyth dan Terrance Gobbs. Bagi Motor Death split album ini adalah momentum kembalinya Ratno untuk kembali mengambil posisi bass & vokal seperti awal berdirinya band. Album terakhir Motor Death posisi vokal di isi Yadi Behom. Disinfected dan Motor Death adalah salah satu pelopor di underground scene metal scene Bandung sejak era 90-an. Split album ini adalah karya terbaru dari kedua band setelah vakum hampir lebih dari 6 tahun sejak terakhir merilis album maupun single. Untuk mendapatkan album ini dapat langsung membeli di distro-distro yang menjalin hubungan dengan Extreme Souls Production.

Rock In Solo 2012 Diundur Karena Masalah Venue



Rock In Solo 2012 yang dijadwalkan akan disenggelarakan tanggal 15 September 2012 di Stadion Sriwedari Solo terpaksa harus diundur hingga waktu yang belum ditentukan. Berikut adalah pernyataan resmi tentang pengunduran Rock In Solo 2012 di official facebook mereka : 
"Venue untuk Rock in Solo tahun ini yang mana sedianya berlangsung di Stadion Sriwedari ternyata tidak bisa dipakai dikarenakan molornya perbaikan stadion. Seharusnya perbaikan dilakukan mulai bulan Juni yang lalu dan selesai sebelum Lebaran tetapi kenyataannya baru dimulai bulan Juli ini dan dijadwalkan selesai bulan Oktober (kalo ndak molor lagi). Saya punya opsi untuk memindahkan festival ini di GOR manahan tetapi mendapatkan tentangan dari pihak event organizer. Perlu dijelaskan bahwa posisi saya di Rock in Solo murni sebagai investor, bukan pelaksana. Dikarenakan tidak adanya kata sepakat dalam hal ini maka mulai hari ini saya mundur sebagai investor Rock in Solo dan dengan ini Rock in Solo yang mana sedianya dilaksanakan pada tanggal 15 September 2012 DICANCEL!!!"
Namun lain hal yang dikatakan official twitter dari @Rock_In_Solo, disana mereka mengatakan Rock In Solo 2012 hanya diundur bukan dibatalkan seperti hal nya yang dilangsir di facebook mereka, namun mereka belum bisa memastikan sampai kapan penundaan Rock In Solo 2012 akan berlangsung. Kita tunggu saja, semoga event bergengsi ini akan terus tetap berjalan tahun ini, karena seperti yang kita tau, Decapitated, band Death Metal asal Polandia ini sudah mengkonfirmasi akan menjadi Headliner di event tersebut. (ariapanca)